• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Bisnis›Juara LCC Empat Pilar Papua, SMA YPPK Teruna Bakti Maju ke Tingkat NasionalArtikel

Juara LCC Empat Pilar Papua, SMA YPPK Teruna Bakti Maju ke Tingkat Nasional

Bisnis2026-09-08 03:09:2467737

SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura berhasil merebut tahta juara pertama pada Babak Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua. Berkat kemenangan gemilang ini, mereka resmi terpilih untuk mewakili Provinsi Papua pada ajang serupa di tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta.

Berdasarkan hasil penilaian, SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura yang tergabung dalam Grup C sukses mengumpulkan nilai tertinggi, yakni 125 poin. Peringkat selanjutnya disusul oleh Grup A dari SMAN 2 Jayapura dengan 95 poin, dan Grup B dari SMAN 1 Arso dengan 90 poin.

Dewan Juri, Anies Mayangsari Muninggar, S.IP., M.E., menjelaskan bahwa perolehan tersebut merupakan hasil akumulasi dari seluruh babak. Rangkaian babak itu meliputi sesi Wawasan Empat Pilar MPR RI, sesi Tematik Empat Pilar MPR RI, hingga sesi Rebutan yang menegangkan.

"Dengan demikian, SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura menjadi pemenang Babak Final LCC Empat Pilar MPR Tingkat Provinsi Papua. Selamat kepada para pemenang, dan bagi yang belum berhasil tetap semangat karena semua peserta adalah pemenang," ujar Anies di Gedung LPTQ Provinsi Papua seperti dalam keterangan tertulis, Sabtu .

Selain Anies, babak final ini turut dinilai oleh dua juri daerah yang berkompeten. Keduanya adalah Dekan Fakultas Hukum Universitas Yapis Papua Dr. Najamuddin Gani, S.H., M.H., dan Dosen Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Cenderawasih Dr. Petrus Irianto, S.H., M.Pd., M.H.

Kepala SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura, Cornelia Ragainaga, S.Pd., M.Pd., menuturkan bahwa prestasi ini tidak lahir secara instan. Keberhasilan tersebut merupakan buah manis dari proses seleksi internal sekolah serta pendampingan yang intensif.

Begitu lolos seleksi tingkat kota, pihak sekolah langsung menyusun jadwal pembinaan khusus di luar jam belajar dengan melibatkan guru pendamping berpengalaman di bidang PKn.

"Kami memberikan pendampingan khusus kepada anak-anak. Guru pendamping memiliki strategi agar mereka mampu mengambil inti dari soal-soal yang panjang sehingga lebih mudah menentukan jawaban. Hari ini saya melihat mereka mampu menerapkan strategi itu secara konsisten," jelasnya.

Terkait persiapan menuju kancah nasional, Cornelia menyadari akan ada tanggung jawab yang jauh lebih besar. Pasalnya, tim akan berhadapan dengan perwakilan peserta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia.

"Kami akan menunjukkan bahwa Papua juga mampu bersaing di tingkat nasional. Anak-anak akan lebih banyak berlatih, memperdalam materi Empat Pilar MPR RI, mengaitkannya dengan persoalan-persoalan aktual, dan meningkatkan kepercayaan diri mereka," ujarnya.

Ia juga sempat menceritakan tantangan saat guru pendamping utama berhalangan hadir akibat suasana duka. Namun berkat kekompakan, proses pembinaan tetap berjalan lancar.

"Harapan kami tentu bisa memberikan hasil terbaik. Kami membawa nama Provinsi Papua, sehingga kami berharap anak-anak tetap sehat, fokus, dan mampu memberikan yang terbaik di tingkat nasional," tuturnya.

Salah satu anggota tim pemenang, Christio Imannuel Chau, membeberkan bahwa persiapan lomba ini memakan waktu hampir dua bulan. Selama itu pula, tim mempelajari materi Empat Pilar MPR RI, UUD 1945, hingga beragam wawasan kebangsaan.

"Awalnya kami masih sangat buta mengenai pasal-pasal yang harus dipelajari. Tetapi puji Tuhan, kami bisa menghafal dan memahami materi dengan baik sehingga mampu menjawab pertanyaan saat lomba," katanya.

Di balik kesuksesan tersebut, ada sejumlah tantangan pelik. Mulai dari absennya guru pendamping utama, kendala transportasi, hingga salah satu anggota tim yang sempat jatuh sakit.

"Guru pendamping utama kami berhalangan hadir sehingga kami harus lebih mandiri dalam belajar. Meski ada berbagai kendala, puji Tuhan semuanya bisa kami lalui dengan baik," ujarnya.

Bagi timnya, sesi rebutan di babak final menjadi ujian mental terberat karena poin akan dikurangi jika memberikan jawaban yang salah.

"Di babak rebutan kami harus benar-benar yakin sebelum menjawab karena kalau salah nilainya berkurang. Itu yang membuat kami harus berhati-hati sekaligus cepat mengambil keputusan," ucapnya.

Kini, menatap kompetisi tingkat nasional, Christio dan timnya bertekad untuk tidak sekadar mengandalkan hafalan, melainkan memperkuat daya analisis.

"Kami akan lebih banyak menganalisis materi, bukan hanya menghafal. Kami ingin memberikan yang terbaik, membawa nama baik sekolah dan membanggakan Provinsi Papua di tingkat nasional," tutup Christio.

Kemenangan SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura ini diharapkan dapat memantik semangat sekolah-sekolah lain di Papua untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda.

Lihat juga Video Final Lomba Cerdas Cermat MPR Bakal Diulang

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/532d799460.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Lansia Dijambret di CFD Rasuna Said, Pelaku Bercelurit Ditangkap, 1 Lainnya Kabur

  • SD Negeri Sepi Peminat, Komisi X DPR Minta Tata Ulang Sebaran Sekolah

  • Viral Burung Unta Berkeliaran di Jalanan Buahbatu Bandung Berhasil Dievakuasi, Ini Penyebabnya

  • Bupati Agam: Trase Baru Tol Sicincin-Bukittinggi Akan Dibahas Lagi jika Ditolak Masyarakat

  • Harga Minyak Dunia Stabil Meski AS dan Iran Saling Serang

  • Sampah Menumpuk di Rusun Waduk Pluit, Pramono: Saya Minta Diselesaikan 8-10 Hari

  • Harga Beras Naik di Aceh Sepekan Terakhir, Stok Gabah Menipis

  • Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Tol Bintara Arah Cakung, 1 Orang Tewas

Artikel Populer

  • 1Sekjen Kemendagri Minta Pemda Optimalkan Pendataan Calon Penerima BSPS
  • 250 Kata-kata Motivasi Bahasa Inggris Singkat dan Artinya, Penuh Makna
  • 3PPh 0 Persen di PFII Tetap Kena Aturan Pajak Global? Ini Kata Anak Buah Purbaya
  • 4Dikepung "Stockpile" Batu Bara, Warga Tagih Janji Wapres Gibran Selamatkan Candi Muaro Jambi
  • 5Viral Pejabat Main Game saat Rapat Paripurna DPRD Madiun Ternyata Camat
  • 6Banyuwangi Ethno Carnival Bangkitkan UMKM, Nilai Transaksi Capai Rp 1,22 Miliar
  • 7Target Pertamina Hari Sabtu 18 Juli Antrean BBM di Sumut Normal Kembali
  • 8Dikira Razia, Bapenda Kaltara Tegaskan Operasi Tempel-Tempel Hanya Pengingat Pajak Kendaraan
  • 9Pilih BBM Sesuai Pabrikan: Hindari Kerugian Jangka Panjang Mesin
  • 10Bosan Saat Uji Coba Penerbangan, Pilot Bikin "Ukiran" di Langit
  • 11Alat Berat Diturunkan untuk Evakuasi Korban Ledakan Perumahan di Medan
  • 12Prabowo: RI Dapat Penghargaan Digitalisasi Pendidikan, Kita Diakui Dunia

Tag Populer

  • Wisata
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Berita

Populer Situs

Bareskrim Bongkar Sindikat Pencurian Modul BTS Bikin Blackout Jakarta-Jabar

Iran Sebut AS Serang Lokasi Nuklir Darkhovin, PBB Selidiki

Indonesia Bangun Pusat Pembibitan Babi Berstandar Internasional, Datangkan 546 Indukan dari Denmark

Bangun Infrastruktur Digital, Emiten Hashim Adik Prabowo (WIFI) Dapat Pengakuan Global

INFOGRAFIK: Hoaks Pemutihan Pajak Kendaraan 2026, Simak Bantahannya

Cak Imin Minta Relawan Lihat dan Belajar Cara Penanganan Bencana dari Jepang

SD Negeri Sepi Peminat, Komisi X DPR Minta Tata Ulang Sebaran Sekolah

Korupsi Proyek Mini Zoo Purworejo Rugikan Negara Rp 6,5 Miliar, Tiga Tersangka Segera Disidang

Artikel Populer

  • 1Respons Pengacara soal Roy Suryo Dipolisikan Dugaan Pencemaran Nama Baik
  • 2Argentina Gagal Juara Piala Dunia, Suporter Bentrok dengan Polisi
  • 3Menkop Dialog dengan 10 Asosiasi Desa di RI, Tuntaskan Persoalan KDKMP
  • 4Kisah Awal Pertemuan Messi dan Lamine Yamal Sebelum Final Piala Dunia 2026
  • 5Gempa M 5,1 Guncang Peru, 5 Orang Tewas
  • 6Indonesia Bangun Pusat Pembibitan Babi Berstandar Internasional, Datangkan 546 Indukan dari Denmark
  • 7Waka MPR Sebut Peningkatan Literasi Nasional Tidak Boleh Berhenti
  • 8Skandal Kecurangan Tes CPNS Guncang Thailand, Ribuan PNS Terlibat
  • 9Pembunuh Cucu Mpok Nori Didakwa Melakukan Pembunuhan Berencana
  • 10Rencana Israel Bikin Buaya Jadi 'Sipir' Penjara

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Otomotif
    • Bisnis
    • Hiburan
    • Teknologi
    ×