• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Hiburan›Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket LiburanArtikel

Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan

Hiburan2026-09-08 02:54:074211

Upaya pencarian terhadap Femas Yani Arianto (22), seorang pemuda asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang kabur saat mengikuti program wisata (open trip) di Korea Selatan, terus bergulir.

Pihak agensi perjalanan yang memberangkatkannya kini menempuh cara tidak biasa demi mendapatkan informasi keberadaan pemuda tersebut.

Agen perjalanan Berani Backpacker secara resmi menggelar sebuah sayembara berhadiah menarik bagi masyarakat luas. Pihak travel agent menyiapkan hadiah berupa paket liburan  bagi siapa saja yang mampu memberikan informasi valid terkait keberadaan Femas di Korea Selatan.

Pemilik agensi travel Berani Backpacker, Dhani, mengonfirmasi langsung bahwa sayembara cari orang hilang ini benar-benar valid dan sedang berjalan sebagai bagian dari langkah alternatif pelacakan peserta tur mereka.

"Benar sayembara dan masih berlaku bagi siapa saja yang menemukan Femas," kata Dhani saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/7/2026) malam.

Hadiah Liburan Gratis atau Uang Tunai

Demi menarik atensi publik dan mempercepat proses pencarian, pihak agensi tidak main-main dalam menyiapkan apresiasi. Dhani mengungkapkan bahwa hadiah yang disiapkan adalah paket wisata internasional untuk satu keluarga.

"Hadiah yang disiapkan berupa paket liburan untuk satu keluarga," tutur Dhani.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hadiah liburan gratis tersebut berlaku untuk kapasitas maksimal empat anggota keluarga. Jika pemenang sayembara memiliki jumlah anggota keluarga yang lebih banyak, maka kuota yang diberangkatkan tetap dibatasi maksimal empat orang.

Selain opsi perjalanan wisata ke Singapura dan Malaysia, pihak Berani Backpacker juga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang berhasil menemukan Femas. Apabila pemenang tidak mengambil paket wisata, hadiah sayembara tersebut dapat ditukarkan dalam bentuk lain.

"Bisa juga diganti dengan uang tunai," tambah Dhani.

Kronologi Kaburnya Peserta Tur Asal Madiun

Kasus hilangnya pemuda asal Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun ini mendadak viral di berbagai platform media sosial. Sebelumnya, netizen ramai memperbincangkan kasus ini lewat akun Threads @sarjanabackpacker yang terafiliasi dengan agensi perjalanan tersebut.

Dhani membeberkan bahwa Femas yang tergabung dalam rombongan wisata berisi 27 orang tersebut, sengaja memisahkan diri sejak hari pertama mendarat di Negeri Gingseng. Pemuda 22 tahun itu menghilang saat rombongan berada di kawasan Myeongdong, Seoul.

"Pada hari pertama perjalanan, sekitar malam hari, peserta atas nama Femas memisahkan diri dari rombongan tanpa pemberitahuan kepada Tour Leader maupun Tour Guide," ujar Dhani kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Hingga batas waktu berkumpul yang disepakati, Femas tak kunjung kembali ke hadapan rombongan dan memutus semua saluran komunikasi normal. Pihak Tour Leader di lapangan langsung berupaya melakukan panggilan telepon dan mengirim pesan teks secara intensif agar Femas kembali, namun tidak mendapatkan respons positif.

Sudah Dinyatakan "Overstay" dan Dilaporkan ke Imigrasi

Lantaran iktikad baik tidak kunjung ditunjukkan oleh peserta yang bersangkutan, pihak Berani Backpacker langsung mengambil langkah administratif dan hukum di Korea Selatan.

"Karena peserta tetap tidak memberikan respons dan tidak kembali ke rombongan, Tour Guide melakukan pelaporan kepada instansi pemerintah dan imigrasi setempat sebagai bentuk pemberitahuan resmi mengenai peserta yang meninggalkan rombongan," jelas Dhani.

Pihak travel sempat mencoba membuat laporan resmi ke kepolisian setempat di Seoul, namun terganjal kendala prosedur hukum wilayah setempat sehingga belum dapat diterima.

Saat ini, 26 peserta tur lainnya dipastikan telah kembali ke Indonesia dengan selamat, menyisakan Femas sendirian di Korea Selatan. Mengingat masa berlaku visa Femas telah habis antara tanggal 12 hingga 13 Juli 2026, status pemuda asal Madiun tersebut kini dipastikan telah melebihi izin tinggal atau overstay.

Kepergian Femas ke luar negeri dan keputusannya untuk kabur menyisakan syok berat bagi pihak keluarga di Madiun. Pasalnya, saat hendak berangkat, Femas hanya berpamitan kepada orangtuanya untuk pergi menuju Surabaya, bukan ke Korea Selatan.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/220d799772.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • WNI Kabur saat Tur di Korea Selatan, Astindo Sebut Agen Bisa Diblacklist Kedutaan

  • Cara Daftar Sebagai Penerima Bansos 2026, Bisa Online Lewat HP

  • Polisi Desak Jembatan Pajarakan Direhabilitasi Setelah Tol Prosiwangi Dibuka

  • Kronologi Kecelakaan 9 Kendaraan di Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Diduga Truk Bermuatan Galon Rem Blong

  • Mengapa Mode Tarmac Hanya Ada di Mitsubishi XForce HEV?

  • Kata Pengacara soal Don Ritto: Pakai Rumah Sentul hingga Simpan Emas 74 Kg

  • Tak Ada Ampun, Trump Akan Terus Serang Iran sampai Merasa Cukup

  • Simak Harga Bekas Toyota Raize, mulai Rp 165 Jutaan

Artikel Populer

  • 1Promo JSM Alfamart Hari Ini 18 Juli 2026, Minyak Goreng Turun Harga Mulai Rp 40.000-an
  • 2LPSK Sebut Baru 2 Korban TPKS yang Terima Dana Bantuan
  • 3WN Singapura yang Bunuh Pacar di Bali Overstay Setahun, Polisi Telusuri Rekam Jejak
  • 4Kronologi Pendaki Gunung Merbabu Meninggal Diduga akibat Henti Jantung
  • 510 Tahun HBC Purwakarta, dari Komunitas Jadi Keluarga Besar
  • 6Persija Resmi Rekrut Eks Gelandang Timnas Bosnia Stjepan Loncar
  • 7Buaya Purba Seukuran Kucing Ini Simpan Kulit dan Warna Aslinya
  • 8Cairan Infus Viral untuk Jerawat, Dokter: Belum Ada Bukti Bisa Atasi Jerawat
  • 9Waka MPR Tegaskan Butuh Langkah Nyata Atasi Kesehatan Mental Anak
  • 10Keluarga Guru PPPK yang Meninggal di Mes Polisi Pessel Pertanyakan Hasil Visum Tak Kunjung Keluar
  • 11Sudewo Bantah Terima Rp 450 Juta, Jaksa KPK Fokus Buktikan Peran Nur Widayat
  • 12Kaltim Tagih Dana Bagi Hasil Rp 2,4 Triliun ke Pusat, DPRD: Hak Daerah Harus Dipenuhi

Tag Populer

  • Bisnis
  • Otomotif
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Hiburan
  • Wisata
  • Berita
  • Olahraga

Populer Situs

Bayi Baru Lahir Dibuang di Lahan Kosong Bekasi, Polisi Buru Pelaku

Ramalan 12 Shio Minggu Ini 21-26 Juli 2026, Cek Peruntunganmu

7 Bintang Kejutan di Piala Dunia 2026: Dari Vozinha hingga Djed Spence

Promo Weekend Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Popok Balita Diskon 45 Persen

KAI "Blacklist" 19 Pelaku Kekerasan Seksual, Penumpang Diminta Berani Melapor

Matcha vs Kopi, Begini Perbedaan Kepribadian Peminumnya

Stadion Penuh, Dompet Tetap Seret: Realita Ekonomi Meksiko Usai Piala Dunia

Persebaya Tutup HUT ke-99 dengan Tribute Emosional untuk Andie Peci dan Eri Irianto

Artikel Populer

  • 1Dapur MBG di Blora Pakai Minyak Goreng MinyaKita, Korwil SPPG: Enggak Boleh
  • 2Messi Berterima Kasih ke Suporter Argentina: Luka Ini Butuh Waktu untuk Sembuh
  • 3Mengejar Senja di Labuan Bajo, Golo Mori Sunset Run Digelar Agustus 2026
  • 4Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer
  • 5Kapolri Serap Aspirasi Ojol hingga Pecalang Bali, Ajak Optimalkan Layanan 110
  • 6Ukraina Serang Gudang Raksasa E-Commerce Rusia, 8 Orang Tewas
  • 780 Hektar Lahan Terbakar di Bengkalis Riau, Ratusan Petugas dan 3 Helikopter Dikerahkan
  • 8Malaysia Bersiap Hadapi Super El Nino, Suhu Diperkirakan Lampaui Rekor 40,1 Derajat
  • 9BMKG Beberkan Penyebab Hujan Es di Krayan, Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Susulan
  • 10Kisah Lukas Podolski yang Sibuk Jualan Kebab dan Urus Klub Sepak Bola

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Bisnis
    • Pendidikan
    • Berita
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    ×