• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Wisata›Polemik Malvinas: Inggris Desak FIFA, Gedung Putih Bela ArgentinaArtikel

Polemik Malvinas: Inggris Desak FIFA, Gedung Putih Bela Argentina

Wisata2026-09-08 02:47:554

Kapten Timnas Argentina Lionel Messi bersama rekan-rekannya membentangkan spanduk 'Malvinas milik Argentina' seusai kemenangan atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Inggris meminta agar FIFA menyelidiki kemunculan spanduk kontroversial itu.

Desakan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Spanduk itu merupakan klaim atas Kepulauan Falkland.

Dilansir The Guardian, Jumat , Downing Street, kantor PM Inggris, mengatakan Starmer menonton pertandingan tersebut saat melakukan perjalanan ke Ukraina dengan kereta api untuk perjalanan luar negeri terakhirnya sebagai PM. Downing Street mengatakan Starmer mendukung seruan Menteri Perdagangan Peter Kyle agar FIFA menyelidiki aturan apa yang mungkin telah dilanggar.

Setelah kemenangan Argentina 2-1 dalam pertandingan yang terkadang penuh gejolak di Atlanta pada Rabu , beberapa pemain membentangkan spanduk yang bertuliskan: 'Las Malvinas son Argentinas', menggunakan istilah wilayah tersebut untuk kepulauan di Atlantik Selatan.

Argentina akan menghadapi Spanyol di final pada Minggu . Ketika ditanya siapa yang akan didukung Starmer, juru bicara Starmer mengatakan: "Perdana Menteri mendoakan yang terbaik untuk kedua tim di final, terutama Spanyol."

Ketika ditanya tentang reaksi Starmer terhadap spanduk tersebut, mereka mengatakan: "Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami. Posisi kami tidak berubah. Penentuan nasib sendiri berada di tangan penduduk pulau dan komitmen kami terhadap Falkland tidak akan pernah goyah.

Secara lebih luas, tindakan potensial adalah urusan FIFA, tetapi ini adalah Piala Dunia yang fantastis dan kami telah mengatakan sepanjang waktu bahwa politik harus dijauhkan dari sepak bola."

Sebelumnya pada Kamis , Kyle mengatakan kepada BBC bahwa spanduk itu adalah "pelanggaran berat terhadap aturan yang melarang aktivitas politik sebagai bagian dari sepak bola".

Ia menambahkan: "Piala Dunia memiliki salah satu prinsip utamanya bahwa politik terpisah dari sepak bola. Itu sekarang menjadi urusan FIFA. Saya berharap FIFA akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh." Juru bicara PM mengatakan Starmer mendukung komentar Kyle yang mendesak FIFA untuk melakukan investigasi.

Mengenai apakah Thomas Tuchel harus mempertimbangkan posisinya setelah Inggris benar-benar kalah dominan dalam sebagian besar pertandingan, juru bicara tersebut mengatakan ini adalah masalah bagi pelatih kepala Inggris.

"Thomas Tuchel dan timnya telah membawa kita jauh ke dalam turnamen Piala Dunia ini, memberi kita pertandingan-pertandingan mendebarkan melawan tim-tim seperti Meksiko dan Norwegia yang tidak akan pernah dilupakan oleh orang-orang di Inggris, dan dia berpikir bahwa tim telah mewakili Inggris dengan luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan," katanya.

Pertandingan semifinal diprediksi berpotensi memicu perselisihan mengenai Kepulauan Falkland. Perang tahun 1982 setelah Argentina menginvasi pulau-pulau tersebut menewaskan lebih dari 900 orang.

Argentina mengeluhkan bahwa HMS Medway, sebuah kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris, melewati perairan nasionalnya tanpa izin saat berlayar dari Falkland ke Chili bulan ini.

Juru bicara Starmer mengatakan Inggris menolak hal ini. "Kami memberi tahu pemerintah Argentina sebelumnya tentang kunjungan logistik rutin HMS Medway ke Chili antara tanggal 5 dan 8 Juli untuk mendukung operasi Survei Antartika Inggris, yang akan mengirimkan persediaan dan perlengkapan penting untuk mendukung penelitian ilmiah di Antartika.

Angkatan Laut Kerajaan Inggris selalu beroperasi sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional dan transit dari Kepulauan Falkland ke Chili dilakukan melalui rute praktis yang paling langsung, dengan mempertimbangkan faktor keselamatan operasional dan cuaca untuk memastikan pengiriman tepat waktu."

Pemerintah Kepulauan Falkland mengatakan: "Pemerintah Falkland kecewa--meskipun sayangnya tidak terkejut--bahwa tim sepak bola Argentina memutuskan untuk menodai hasil semifinal Piala Dunia tadi malam--sebuah pertandingan yang sama sekali tidak melibatkan Kepulauan Falkland.

Namun demikian, bukanlah hal baru bagi siapa pun bahwa penduduk pulau-pulau tersebut menjadi korban invasi agresif pada tahun 1982, yang membuat banyak orang trauma. Oleh karena itu, spanduk yang ditampilkan oleh Argentina tadi malam sangat tidak sensitif bagi banyak orang di Falkland... Kami berharap FIFA akan menepati janjinya untuk menjauhkan politik dari olahraga, dan memberikan sanksi terhadap semua perilaku seperti ini sesuai dengan aturan mereka sendiri."

Gedung Putih menyampaikan pernyataan yang membela timnas sepak bola Argentina terkait aksi mereka membentangkan spanduk kontroversial itu.

Ketika ditanya apakah para pemain timnas Argentina telah melakukan kesalahan, seperti dilansir BBC, Sabtu , kepala satuan tugas FIFA di Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan bahwa mereka memiliki kesempatan dan kemampuan untuk "menyampaikan pernyataan semacam itu" di wilayah AS.

Berbicara kepada wartawan pada Jumat , Giuliani merujuk pada perlindungan kebebasan berpendapat dalam Konstitusi AS.

"Kami menjunjung tinggi hak-hak Amandemen Pertama kami di sini, di Amerika Serikat," tegasnya.

"Dan terkait kemampuan dan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan, memiliki keleluasaan untuk melakukannya di Amerika Serikat," ucap Giuliani dalam komentarnya.

Komentar semacam itu dapat semakin memanaskan perdebatan mengenai insiden ini, terutama ketika pemerintah Inggris mendukung desakan agar FIFA melakukan penyelidikan.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/536f699457.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Prabowo Terima Laporan Investasi Semester I 2026, Nilainya Rp 1.010,6 T

  • Rekrutmen Tamtama TNI AL 2026 Masih Dibuka, Lulusan SMA Bisa Daftar

  • Kasus SK Palsu ASN di Gresik, Korban Setor Rp 125 Juta dari Tabungan Istri, Kades Syok dan Gemetar

  • Prabowo: S&P Umumkan Bahwa Pembentukan PT DSI Tepat

  • Kantor Hotman Paris di Kelapa Gading Digeruduk Massa Demo

  • SRT Sulsel Dibangun Jadi Kawasan Pendidikan Terpadu, Dilengkapi Smart Classroom

  • "Suami Saya Berangkat dan Pulang Kerja Enggak Mandi", Cerita Warga Koceak Tangsel Dilanda Kekeringan

  • Stadion Si Jalak Harupat Jadi Venue Piala Presiden 2026, Polisi Siapkan Pengamanan Ketat

Artikel Populer

  • 1Polisi Ungkap Peredaran 'Pod Getar' Narkoba di Bogor, Kasus Pertama Se-Jabar
  • 2Evakuasi Belum Selesai, Longsor di China Keburu Timbun Warga yang Belum Mengungsi
  • 3AS Perketat Aturan Visa bagi Mahasiswa dan Jurnalis Asing
  • 4Hasil Semifinal Japan Open 2026: Putri KW Kandas, Kena Tikung Akane
  • 5Aprilia Optimistis Marco Bezzecchi kembali Balapan di MotoGP Inggris
  • 680 Hektar Lahan Terbakar di Bengkalis Riau, Ratusan Petugas dan 3 Helikopter Dikerahkan
  • 7Solusi Bangunan Terpadu: Tekan Biaya Renovasi Melalui Inovasi Material
  • 849 Kota Paling Rentan Terhadap Panas, Ada 3 di Indonesia
  • 9Perbankan dapat Kucuran Dana SAL, Mengapa Kredit UMKM Masih Lesu?
  • 10Ampas Kopi Gayo "Disulap" jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan
  • 11Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Unesa 26 Orang, BEM Ungkap Modus AI
  • 12Punya Model Hybrid, Mitsubishi Tambah Target Penjualan XForce

Tag Populer

  • Teknologi
  • Olahraga
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Berita
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Wisata

Populer Situs

Mendiktisaintek: Kami Sangat Berharap Kesejahteraan Dosen Meningkat

Daftar Lengkap 18 Rute BRT Bandung Raya, Konstruksi Jalur Khusus Bus Segera Dimulai

Mogok Jualan 3 Hari, Pedagang Daging Sapi Lamongan Minta Kepastian Harga

80 Hektar Lahan Terbakar di Bengkalis Riau, Ratusan Petugas dan 3 Helikopter Dikerahkan

Lebih dari 500 Huntap Dibangun di Padang Pascagalodo, Jumlah Terbanyak di Sumbar

Feryanto Takumansang Ubah Kecintaan pada Laut Menjadi Sumber Penghidupan Lewat Wisata Pulisan

Dengan Konsep Ini, Penghuni Tak Perlu Cari Kerja ke Luar Kawasan

2 Korban Konflik Antardesa di Flores Timur Dirujuk ke Larantuka dan Lewoleba

Artikel Populer

  • 1Siasat Sekolah Kembalikan Semangat Siswa Terdampak Bencana Padang
  • 2Diduga Lalai Tangani Balita hingga Meninggal, RS Maleo Sorong Dilaporkan ke Polisi
  • 3Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Unesa 26 Orang, BEM Ungkap Modus AI
  • 4Rumah Mewah di Grand Polonia Meledak, Kapolrestabes Medan: Diduga Kebocoran Pipa Gas Tanam
  • 516,3 Juta Wisatawan Datang ke Bali Sepanjang 2025, Macet Jadi Ancaman
  • 6Tetap Bermusik di Usia 80 Tahun, Ahmad Albar Sebut Satu Hal yang Bisa Menghentikannya
  • 7Peraturan Pemerintah: Tarif Pendirian hingga Pembubaran Koperasi Gratis
  • 8Yogyakarta Masih Butuh 380 Becak Listrik, Pemkot Siapkan Anggaran hingga Rp 15 Miliar
  • 93.000 Orang Bakal Ramaikan Merdeka Night Run di IKN
  • 10Sinopsis Episode 6 Samuel, Raskal Tiba-tiba Nyatakan Cinta ke Azura

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Pendidikan
    • Wisata
    • Teknologi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kesehatan
    ×