• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Bisnis›Timur Tengah Terus Memanas Bikin Saudi Borong Senjata ASArtikel

Timur Tengah Terus Memanas Bikin Saudi Borong Senjata AS

Bisnis2026-09-08 03:41:128

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan membeli senjata senilai Rp 33 triliun ke Amerika Serikat . Pembelian ini dilakukan Saudi di tengah situasi Timur Tengah yang terus memanas akibat perang AS dengan Iran.

Dilansir Kantor Berita AFP, Kamis , Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui penjualan senjata senilai US$ 1,96 miliar atau sekitar Rp 33,5 triliun). Sistem persenjataan ini untuk memperkuat pertahanan udara Arab Saudi.

"Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan Sekutu utama non-NATO yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Kawasan Teluk," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah rilis.

Di antara senjata yang diinginkan Saudi tersebut adalah hingga 20.000 Sistem Senjata Pembunuh Presisi Canggih dan hulu ledaknya, yang oleh situs web Angkatan Laut AS digambarkan sebagai "cara yang murah untuk menghancurkan target sambil membatasi kerusakan tambahan dalam pertempuran jarak dekat."

Kontraktor utama adalah BAE Systems di Nashua, New Jersey.

"Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan Arab Saudi untuk mencegah ancaman saat ini dan di masa mendatang dengan memperkuat pertahanan dalam negerinya, dan meningkatkan interoperabilitas dengan pasukan AS, dan pasukan regional dan NATO lainnya," kata rilis Deplu AS tersebut.

Langkah ini diambil ketika Arab Saudi tampaknya berada di ambang perang baru dengan kelompok milisi Houthi di Yaman, setelah mereka menembakkan rudal ke bandara di kota Abha, Arab Saudi selatan, pada hari Senin lalu.

Serangan Houthi tersebut terjadi setelah pasukan pemerintah Yaman menyerang bandara Sanaa untuk mengalihkan penerbangan yang kembali dari pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dengan delegasi Houthi di dalamnya. Kelompok Houthi yang didukung Iran, menyalahkan Saudi atas serangan tersebut.

Langkah ini juga terjadi di tengah meningkatnya gelombang serangan Amerika Serikat terhadap Iran, setelah memberlakukan kembali blokade angkatan laut seiring kedua musuh tersebut kembali berperang.

"Tidak akan ada dampak buruk pada kesiapan pertahanan AS sebagai akibat dari penjualan yang diusulkan ini," kata Deplu AS.

Situasi di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir kembali panas. Militer AS dan Iran kembali saling serang.

Dilansir CNN dan Aljazeera, dalam gelombang serangan terbaru pada Rabu malam, militer Amerika Serikat menargetkan fasilitas militer Iran. Komando Pusat AS mengatakan fasilitas militer Iran digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

"Pada pukul 15.00 waktu timur , pasukan AS meluncurkan operasi serangan gelombang kedua hari ini terhadap Iran. Serangan-serangan tersebut menargetkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas secara bebas melalui Selat Hormuz, sebuah jalur air internasional yang sangat penting bagi perdagangan global," tulis akun Komando Pusat AS.

"Militer AS menuntut pertanggungjawaban Iran atas perintah dari Panglima Tertinggi," imbuhnya.

Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan suara ledakan terdengar di kota Ahvaz, dekat perbatasan dengan Irak. Ahvaz telah berulang kali menjadi sasaran pasukan AS sejak pertempuran kembali pecah pada bulan ini.

Selain itu, ledakan juga terdengar di Chabahar setelah rudal-rudal AS menghantam sebuah menara pengawas angkatan laut di kota Chabahar. Menara pengawas tersebut merupakan fasilitas sipil yang digunakan untuk keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi para nelayan.

Sejumlah ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, demikian dilaporkan oleh kantor berita Iran, Mehr, seraya menambahkan bahwa proyektil-proyektil AS menghantam sebuah lokasi di dekat kota tersebut.

Iran kemudian memberikan serangan balasan. Militer Iran menyatakan bahwa mereka menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania dengan drone bunuh diri.

"Tentara Republik Islam Iran mengumumkan bahwa... sebagai tanggapan terhadap agresi musuh, mereka menargetkan sistem komunikasi dan fasilitas penyimpanan bahan bakar militer AS di Yordania dengan menggunakan drone bunuh diri ," lapor televisi pemerintah Iran, IRIB, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis .

Tidak ada keterangan mengenai kerusakan maupun ada tidaknya korban yang ditimbulkan dari serangan drone bunuh diri Iran itu.

Simak juga Video 'Trump: Iran Sangat Ingin Capai Kesepakatan, Tak Senang Tindakan AS':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/618d699375.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • PGN Pasok 2.500 MMBTU Gas ke Produsen Aspal

  • Gelar Nobar Piala Dunia, Cak Imin Yakin Argentina Bisa ke Final

  • Jelang Final Piala Dunia, FIFA Dituding Membiarkan Kecurangan

  • 10 Perusahaan Properti dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di RI

  • INPEX Sebut Blok Masela Simbol Kemajuan Indonesia

  • Mendagri Minta Pemda & Dekranasda Identifikasi Potensi Kerajinan Wilayah

  • Anggota Komisi IX DPR Minta Kebijakan MBG Wajib Terdokumentasi, Bukan Instruksi Verbal

  • Kapolda Riau Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Artikel Populer

  • 1Dedi Mulyadi Bandingkan Kepemimpinan Indonesia dengan Timnas Argentina
  • 2Ditolak Atletico Madrid, Barcelona Akan Kembali Tawar Julian Alvarez
  • 3Memanas, AS Bombardir Kota Pembangkit Nuklir Iran
  • 4Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan 3 Lokasi Kunker Wapres di Palembang
  • 51.147 Mahasiswa UPI Siap Mengajar di Ratusan Sekolah Jawa Barat
  • 6Momen Pelaku Teror Ancaman Bom di SDN Jaksel Ditangkap Kurang dari 24 Jam
  • 7Polisi Bongkar Peredaran Etomidat di Bogor, Pod Getar Dijual hingga Rp 6 Juta Per Cartridge
  • 8Bareskrim Bongkar Peredaran Vape Narkoba di Apartemen Jaktim, 3 Jadi Tersangka
  • 9DBS Proyeksikan Harga Emas Tembus 5.300 Dollar AS per Troy Ons
  • 10Pilu Ratusan Petani Tebu Indramayu, Honor yang Dijanjikan Pemerintah Tak Kunjung Cair
  • 11Kronologi Tabrakan Beruntun 6 Kendaraan di Tol JORR
  • 12Resep Telur Balado Ala Rumahan yang Nikmat Buat Lauk Bekal Kantor

Tag Populer

  • Pendidikan
  • Hiburan
  • Otomotif
  • Berita
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Wisata
  • Kesehatan
  • Bisnis

Populer Situs

JHT Dipotong Pajak, Buruh Yogyakarta Protes: Uang Hasil Keringat Sendiri Kok Dipajaki?

Pengalaman Beli Laci Pakaian Online, Outfit Jadi Lebih Tertata Rapi Tanpa Ribet

Road Show E-Sports Kapolri Cup 2026 di Polda Kepri, Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi

Tayang 7 Episode, Agent Kim Reactivated Cetak Rating Penayangan Tertinggi

Viral Dipakai untuk Jerawat, Dokter Ungkap Fungsi Sebenarnya Cairan Infus di Klinik Kulit

Nasihat Umur Panjang dari Centenarian Asal Isle of Man: Jangan Melakukan Sesuatu secara Ekstrem

ADAKSI Desak RUU Sisdiknas Tak Komersialisasi Kampus dan Bergantung UKT Sepenuhnya

Investasi Makin Diminati Anak Muda, Ini Pentingnya Memahami Risiko

Artikel Populer

  • 1India Kutuk Serangan Kapal di Ukraina Buntut 4 Warganya Tewas
  • 2Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Dijadikan Kantor Yayasan oleh Don Ritto Sejak 2023
  • 3Taylor Swift dan Coldplay Pernah Konser di MetLife Stadium, Venue Final Piala Dunia
  • 4Selesaikan Konflik Agraria, Akademisi Usulkan 5 Langkah Ini
  • 5Ironi Sektor Konstruksi, Baru 629.622 Orang Pekerja Bersertifikat
  • 6Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 20 Juli 2026, Berangkat Pagi Sampai Malam
  • 7Pria di China Kaget, Meja Makan Retak di Rumahnya Ternyata Benda Bersejarah Dinasti Qing
  • 8Kajian Teknis Pelican Crossing di JPO Tendean yang Ditabrak Truk Segera Rampung
  • 9Antrean BBM di Medan Mulai Berkurang, Kurir: Tak Separah Sebelumnya
  • 10Kronologi 2 Anggota DPRD Riau Cekcok hingga Berujung Baku Hantam Massa Simpatisan

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Otomotif
    • Wisata
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Berita
    ×