• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Berita›AS Perluas Serangan, Iran Ancam Infrastruktur RegionalArtikel

AS Perluas Serangan, Iran Ancam Infrastruktur Regional

Berita2026-09-08 02:52:12584

Amerika Serikat memperluas serangan terhadap Iran pada Kamis dini hari dengan menghantam sasaran yang lebih jauh ke wilayah utara. Pada saat yang sama, militer AS juga menembaki sebuah kapal yang dituduh berupaya menerobos blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap Republik Islam. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone ke arah Bahrain, Yordania, dan Kuwait menjelang fajar.

Rangkaian serangan saling balas antara Amerika Serikat dan Iran di berbagai kawasan Timur Tengah, disertai ancaman baru terhadap Selat Hormuz, praktis menggagalkan kesepakatan sementara yang sebelumnya dimaksudkan untuk mengakhiri perang Iran. Situasi itu berpotensi menyeret kawasan kembali ke perang terbuka.

Menurut pejabat Iran, serangan Amerika telah menewaskan lebih dari 35 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Untuk pertama kalinya dalam gelombang konflik terbaru ini, serangan juga menjangkau wilayah di sekitar ibu kota Teheran. Seorang juru bicara militer mengancam bahwa "semua infrastruktur di kawasan" akan "hancur dihantam baja" angkatan bersenjata Iran.

Sejak perang AS dan Israel terhadap Iran berkobar pada 28 Februari, Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran. Penutupan jalur strategis tersebut memicu lonjakan harga minyak, pupuk, dan berbagai komoditas lain, sekaligus memperkuat posisi tawar Iran dalam perundingan.

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, menegaskan pemerintah Iran akan terus mempertahankan kendali atas Selat Hormuz. Pada Kamis, dia menyebut kendali Teheran atas jalur perdagangan dunia itu sebagai "pencapaian yang sangat berharga".

Penutupan Selat Hormuz perlahan menjadi tantangan terbesar bagi Presiden AS Donald Trump dalam Perang Iran. Lonjakan harga bahan bakar kian membebani isu domestik, dimana Trump harus mempertahankan mayoritas kursi di Kongres dalam pemilu sela November mendatang. Pada Rabu , Washington memberlakukan kembali blokade laut terhadap kapal-kapal Iran di Teluk Oman, yang menutup akses ke Laut Arab dan perairan internasional.

Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator, Mohammad Bagher Qalibaf, mengatakan negaranya siap menghadapi konfrontasi militer yang lebih luas apabila Amerika Serikat tidak mematuhi ketentuan dalam kesepakatan sementara. Korps Garda Revolusi pun mengancam akan menutup seluruh ekspor energi dari Timur Tengah sebagai respons terhadap blokade AS.

"Ekspor minyak dan gas dari kawasan ini akan berlaku untuk semua, atau tidak untuk siapa pun," demikian pernyataan Garda Revolusi.

Trump kembali menyatakan Iran ingin mencapai kesepakatan damai, meski tidak menjelaskan lebih lanjut.

"Mereka tidak menyukai apa yang kami lakukan, dan mereka memang ingin menyelesaikan persoalan ini. Kita akan melihat apakah bisa mencapai kesepakatan dengan mereka, atau justru kita menyudahi semuanya," ujar Trump pada Rabu dalam pidato di U.S. Army War College, Pennsylvania.

Secara terpisah, Trump mengklaim melalui media sosial bahwa Teheran telah menunjukkan itikad baik dengan membebaskan seorang warga negara AS yang ditahan sejak 2024, tanpa mengungkapkan rincian lebih lanjut.

Pengacara hak asasi manusia Jared Genser kemudian mengidentifikasi tahanan tersebut sebagai kliennya, Dena Karari, warga negara ganda Amerika-Iran yang tercatat mengelola sebuah organisasi nirlaba dan sebelumnya didakwa melakukan spionase.

Hingga kini, pemerintah Iran belum mengonfirmasi pembebasan tersebut. Kasus Karari juga sebelumnya tidak pernah dipublikasikan, sebagaimana lazim terjadi dalam sejumlah penahanan di Republik Islam itu.

Sementara itu, upaya merajut kembali perundingan AS-Iran masih berlangsung di balik layar, terutama oleh Pakistan yang selama ini menjadi mediator.

"Meski pelaksanaan nota kesepahaman menghadapi berbagai kendala, Pakistan akan terus mendorong semua pihak menghentikan kekerasan dan melanjutkan kembali perundingan di tingkat teknis sesuai dengan ketentuan dalam MoU," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Tahir Andrabi, kepada wartawan di Islamabad.

Menurut media pemerintah Iran, serangan AS pada Kamis dini hari menghantam sejumlah wilayah di sekitar Teheran. Serangan juga menyasar Provinsi Semnan, lokasi fasilitas produksi rudal balistik dan program antariksa Iran.

Media Iran turut melaporkan serangan di Provinsi Hamedan, Hormozgan, Khuzestan, Lorestan, Markazi, serta Sistan dan Baluchistan.

Sehari sebelumnya, Amerika kembali melancarkan serangan pada siang hari. Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan serangan di Pulau Greater Tunb—titik strategis di Selat Hormuz—itu menargetkan fasilitas pertahanan dan rudal Iran.

Militer Amerika juga mengaku menembaki kapal tanker minyak Belma berbendera Curacao yang sedang berlayar menuju Pulau Kharg, terminal utama ekspor minyak Iran di Teluk Persia. Setelah kapal itu disebut mengabaikan sejumlah peringatan, sebuah pesawat tempur Amerika melumpuhkannya dengan menembakkan rudal ke cerobong asap kapal.

Adapun serangan lain pada Rabu menghantam barak Brigade Infanteri Mekanis ke-388 Iran di Provinsi Sistan dan Baluchistan, satuan yang mengoperasikan tank dan kendaraan lapis baja. Televisi pemerintah Iran melaporkan Amerika menembakkan sedikitnya 13 rudal. Tujuh orang tewas, terdiri atas prajurit wajib militer dan personel aktif, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke Bahrain, Yordania, dan Kuwait pada Kamis dini hari. Ketiga negara yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika itu belum melaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan.

Di Irak, Perdana Menteri Ali al-Zaidi mengecam serangan drone terhadap Kota Irbil di wilayah otonom Kurdistan pada Kamis malam. Menurut otoritas setempat, drone berhasil dicegat. Tapi, insiden itu terjadi ketika PM al-Zaidi tengah berada di Amerika Serikat dan menyatakan Irak akan berupaya melucuti kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran.

Selama masa berlakunya kesepakatan sementara, sebagian kapal kembali melintas melalui rute di dekat Oman yang berada di bawah pengawasan militer Amerika dan berada di luar kendali Teheran.

Namun dalam beberapa hari terakhir, Iran menyerang kapal-kapal yang menggunakan jalur tersebut sehingga memicu aksi saling serang. Amerika Serikat mengancam akan membuka kembali Selat Hormuz dengan kekuatan militer. Meski demikian, para analis menilai langkah itu memerlukan armada laut yang jauh lebih besar, bahkan kemungkinan melibatkan puluhan ribu pasukan darat. Karena itu, pemberlakuan blokade dinilai menjadi alternatif untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Sementara itu, eskalasi konflik di Selat Hormuz ikut memanaskan pasar energi global. Pada Kamis, harga minyak mentah Brent—patokan perdagangan minyak dunia—diperdagangkan di atas US$ 85 per barel. Angka itu lebih dari 15 persen lebih tinggi dibandingkan sebelum perang pecah, meski masih jauh di bawah puncaknya yang hampir mencapai US$ 120 per barel saat konflik berada pada fase paling intens.

Editor: Ayu Purwaningsih

Simak juga Video 'Iran: AS Si Kriminal Terus Melanggar Hukum':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/058f699935.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Polri Jelaskan Alasan Tetapkan Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Meski Belum Pernah Diperiksa

  • Implan Gigi, Solusi Mengembalikan Senyum dan Fungsi Mengunyah

  • Arus Lalu Lintas Macet Akibat Banjir di Pekanbaru, Polisi Bantu Warga Dorong Motor Mogok

  • Sambut Presiden Prabowo, Siswa di Malang Titip Harapan soal Menu MBG

  • Dedi Mulyadi Harap Tunggakan DBH Rp 1,2 T untuk Jabar Segera Direalisasikan Pusat: Dibayarkan atau Tidak

  • Mengapa Mode Tarmac Hanya Ada di Mitsubishi XForce HEV?

  • Polisi Hong Kong Tangkap 5 Penjual Buku, Dituduh Lakukan Hasutan

  • Lansia Asal Sragen Terkena Peluru Nyasar Tetangganya, Meninggal Dunia Setelah Dirawat

Artikel Populer

  • 1Air PAM Mati, Warga Cengkareng Mulai Waswas Persediaan Kian Menipis
  • 2Pengiriman CPO dengan Kereta Api Naik 17,83 Persen pada Semester I
  • 3Khofifah Minta Perizinan Online guna Cegah Korupsi Dikebut, Ini Kata Dinas ESDM Jatim
  • 4Pelaku Penembakan di Bar Canggu Bali Punya Izin Kepemilikan Senpi, Tak Sesuai Dokumen
  • 5⁠Penegasan Komisi III DPR soal RUU Perampasan Aset Digaspol Pakai Turbo
  • 6"Suami Saya Berangkat dan Pulang Kerja Enggak Mandi", Cerita Warga Koceak Tangsel Dilanda Kekeringan
  • 7Menyusuri Kampung Pecantilan di Ujung Cirebon, Minim Perhatian Pemprov Jabar hingga Diusulkan Gabung Jateng
  • 8Meninggal saat Jaga Merti Dusun, Anggota Satlinmas Semarang Dapat Santunan
  • 9Pertamina Bantah Ada Mogok dan PHK Massal Sopir Tangki BBM di Medan, Ungkap Penyebab Antrean SPBU
  • 10Kabar Baik dari MSCI, Perubahan Aturan Seleksi Dorong Peluang Saham RI Masuk Indeks Global
  • 11Daftar Harga Lengkap Motor Listrik VinFast di Indonesia
  • 12Patroli Gabungan, Petugas Tutup 20 Lubang Tambang Emas Ilegal di Kawasan PT Antam Bogor

Tag Populer

  • Wisata
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Berita
  • Hiburan
  • Kesehatan

Populer Situs

"Suami Saya Berangkat dan Pulang Kerja Enggak Mandi", Cerita Warga Koceak Tangsel Dilanda Kekeringan

Terlilit Pinjol, Istri Sakit, Ibu Meninggal: Tekanan Berlapis Peneror Bom SDN Srengseng Sawah

ASN di Ende Terancam Tak Gajian Mulai Juli 2026 jika Pajak Belum Lunas

Pasar Kripto Bergerak Datar, Futures jadi Pilihan Alternatif Strategi

Serangan Baru AS Hantam 140 Target Lokasi Rudal dan Drone Iran

Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion

Terima Ancaman dan Doxing Usai Komentari Mutasi Pegawai Kementerian PU, Dosen UGM Kirim Somasi

Putusan Kasasi Prada Lucky Dinilai Tak Adil, Kuasa Hukum Keluarga Pertimbangkan Adukan Hakim Agung ke KY

Artikel Populer

  • 1Pelajar Bom Sekolah Diduga Di-Bully, Sekolah Dinilai Harus Ada Sistem Anti-perundungan
  • 2Kembali Gugat KPK di PN Jaksel, Kuasa Hukum Ketum Kesthuri: Berbeda dari Sebelumnya
  • 3Ramalan 12 Shio Hari Ini 18 Juli 2026, Ada yang Makin Produktif
  • 4Masih Buka Peluang Tambah Pemain, Timnas Indonesia Segera Tentukan 23 Nama untuk Piala AFF 2026
  • 5Baleg DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Masuk Prolegnas Prioritas 2026
  • 6Guru Besar IPB Sebut Kondisi Laut Indonesia Memprihatinkan
  • 7Kebiasaan Duduk Lama Saat Scrolling Bisa Ganggu Fungsi Otak, Olahraga Jadi Penyeimbang
  • 8Waspada Risiko Skin Barrier Rusak karena Layering Skincare Sembarangan
  • 9Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik saat Acara Ultah Keluarga di Jakpus
  • 10Presiden Israel Blak-blakan Ingin Damai dengan Arab Saudi, Bawa-bawa Nama MBS

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Pendidikan
    • Otomotif
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Wisata
    ×