• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Bisnis›Mengapa Jatuh Cinta Bisa Memicu Rasa Takut dan Cemas?Artikel

Mengapa Jatuh Cinta Bisa Memicu Rasa Takut dan Cemas?

Bisnis2026-09-08 02:58:444852

Mengapa jatuh cinta bisa memicu rasa takut?

Kedekatan emosional dapat membangkitkan trauma masa lalu

Hubungan baru menuntut seseorang untuk terbuka dan menunjukkan sisi rentan dirinya.  Bagi orang yang pernah mengalami pengkhianatan, pengabaian emosional, hubungan tidak konsisten, atau ditinggalkan, kedekatan tidak selalu terasa aman.

Meski pasangan baru bersikap baik dan stabil, tubuh dapat bereaksi seolah-olah sedang menghadapi bahaya. Rasa cemas pun muncul ketika hubungan mulai terasa semakin dekat.

“Tubuh mengingat pengalaman masa lalu jauh sebelum pikiran dapat memahaminya. Karena itu, pesan yang terlambat dibalas tiba-tiba terasa sangat sulit ditoleransi, atau sedikit jarak emosional dapat memicu serangan panik,” ujar Dr. Tugnait, seperti disadur Only My Health, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, ketakutan tersebut sering kali bukan sepenuhnya tentang pasangan yang ada di depan mata.  Rasa takut bisa berkaitan dengan pengalaman masa lalu dan luka yang pernah dirasakan saat menjalin kedekatan.

Tubuh bisa bereaksi lebih cepat daripada pikiran

Trauma tidak hanya tersimpan sebagai ingatan. Ketika seseorang mulai jatuh cinta, sistem keterikatan emosional yang terbentuk sejak masa awal kehidupan dapat ikut aktif.

Jika sejak dulu cinta diasosiasikan dengan ketidakpastian atau rasa sakit, tubuh dapat segera memasang mode perlindungan. 

Akibatnya, seseorang mungkin merasa gelisah, sangat waspada, atau kewalahan secara emosional tanpa memahami penyebabnya.

“Banyak orang keliru menganggap reaksi fisik yang panik sebagai intuisi atau firasat bahwa ada sesuatu yang salah. Padahal, intuisi sejati terasa tenang dan jelas, sedangkan trauma terasa mendesak, keras, dan digerakkan oleh rasa takut,” jelas Dr. Tugnait.

Karena itu, rasa tidak nyaman dalam hubungan baru perlu diamati dengan lebih hati-hati. Tidak semua kecemasan otomatis menjadi tanda bahwa pasangan tersebut tidak tepat.

Kekacauan emosional bisa disalahartikan sebagai chemistry

Bagi sebagian orang, hubungan yang penuh ketegangan justru terasa familiar. Intensitas emosi kemudian dianggap sebagai tanda cinta yang kuat, sementara kecemasan disalahartikan sebagai gairah atau chemistry.

Dr. Tugnait mengatakan, pola tersebut dapat terbentuk dari pengalaman emosional yang dipelajari sejak masa kanak-kanak. 

“Ketika cinta baru tidak mengikuti kekacauan yang sudah familiar, hubungan itu bisa terasa tidak nyaman atau bahkan membosankan,” katanya.

Hubungan yang sehat dan stabil pun dapat terasa aneh karena tidak memicu respons bertahan hidup seperti sebelumnya. 

Selain itu, seseorang yang pernah kehilangan dirinya dalam hubungan lama dapat takut mengalami hal serupa.

Ketakutan itu bisa terlihat dari sikap menjaga jarak, ragu, atau tiba-tiba menarik diri saat hubungan mulai serius. 

Dengan memahami pola tersebut, seseorang dapat belajar membedakan kedamaian dari kebosanan serta memberi kesempatan pada hubungan yang lebih sehat.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/075c699918.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Peredaran Narkotika Kerap Sasar Pelajar, Polres Jakpus Pasang Barcode Aduan Anonim di Sekolah

  • 5 Shio Paling Pintar Menurut Astrologi Tiongkok, Ada Kamu?

  • Ditangkap di Lampung, Spesialis Curanmor Bersenpi di Jaksel Ditembak karena Melawan

  • Komparasi Motor Listrik Rp 25 Jutaan: VinFast Viper Vs Emotor Sprinto

  • Momen Pelaku Teror Ancaman Bom di SDN Jaksel Ditangkap Kurang dari 24 Jam

  • Cara Daftar TKA SMA Sederajat 2026, Dimulai 27 Juli Mendatang

  • Bandara Gewayantana Ditutup akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

  • Dari Rocafonda ke Final Piala Dunia 2026, Nama Lamine Yamal Simpan Kisah Haru

Artikel Populer

  • 1Argentina Si Antagonis Piala Dunia, Kenapa Dibenci Banyak Orang?
  • 2Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri
  • 3Cerita Ketekunan Kursumawati Mendekatkan Layanan Perbankan ke Warga Desa
  • 4Harga Sama, Ini Perbandingan Almaz RS Pro Hybrid VS XForce Hybrid
  • 5Delapan Pelabuhan Ikut Asesmen Green and Smart, Dorong Efisiensi Logistik Nasional
  • 6Putusan MK Soal Izin Tambang Tak Boleh Penunjukan Langsung, Ketua PBNU: Bukan untuk Ormas
  • 7Konflik Warga Dua Desa di Flores Timur Kembali Pecah, 2 Orang Tewas
  • 8Belum Beroperasi, SPPG di Mojokerto Dibobol Maling, Polisi Amankan Pencuri dan Penadah
  • 9Pelaku Begal Pembacok Pria di Koja Jakut Tinggalkan Gancu, Polisi Kantongi Identitasnya
  • 10Anton Eks Drummer Sheila On 7 Menikah di Usia 47 Tahun
  • 11Anggaran Bangun Ulang JPO Tendean Belum Ada, Pramono Cari Dana CSR hingga KLB
  • 12KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar Sulsel: 49 Selamat, 1 Meninggal, dan 24 Masih Dicari

Tag Populer

  • Teknologi
  • Berita
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Hiburan
  • Wisata

Populer Situs

Kisah Pilu Luluk Ilhana, "Single Mom" di Jepara yang Di-PHK gara-gara Ketiduran 2 Menit

NotebookLM Resmi Berganti Nama, Kini Masuk Keluarga Gemini

Regulasi U23 Dicabut, Persib Perpanjang Kontrak Kakang Rudianto

Mengenal Inés García, Pacar Lamine Yamal yang Setia Mendampingi hingga Spanyol Juara Dunia

Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon Dukung Pelestarian Lingkungan

Minum Kopi Setiap Hari? Ahli Gizi Ungkap Manfaat dan Risikonya

Imbas WNI Kabur Saat Tur, Kemudahan Visa Korea Selatan Berpotensi Dikaji Ulang

Matcha vs Kopi, Begini Perbedaan Kepribadian Peminumnya

Artikel Populer

  • 1IHSG Diprediksi Menguat, Saham AMMN, ANTM, BBCA Hingga ADRO Perlu Dicermati Ritel
  • 2Piala Dunia 2026 Tak Mampu Dongkrak Ekonomi Meksiko, Pertumbuhan Tetap Lesu
  • 3Awas Padat, Cek Titik Pemeliharaan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
  • 4Populasi Ayam Tembus 8 Juta Ekor, Pemprov Jateng Pasarkan Produk Ternak ke Kalteng
  • 5Taiwan Protes Kantornya Ditutup di Port Moresby, China Dukung Papua Nugini
  • 6Ulah Pria di Depok "Challange" 2 Bocah Makan Cabai-Masuk Freezer Berujung Ditangkap
  • 7Prabowo Sebut PT DSI Sudah Kelola Devisa Lebih dari 10,5 Miliar Dollar AS
  • 84 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut Sibolangit, Sopir Truk Jadi Tersangka
  • 9Krisis Murid Baru SD Negeri di Jateng dan DIY, Pakar Sebut Penduduk Usia Muda Terus Menurun
  • 10Sanksi untuk 6 Mahasiswa Unesa yang Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap 26 Orang

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Otomotif
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Berita
    • Bisnis
    • Wisata
    • Kesehatan
    ×