• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Wisata›Hadapi Kemarau hingga September, BPBD Sulsel Minta Warga Hemat Air dan Setop Bakar SampahArtikel

Hadapi Kemarau hingga September, BPBD Sulsel Minta Warga Hemat Air dan Setop Bakar Sampah

Wisata2026-09-08 02:56:1589

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat agar menghemat pemakaian air selama musim kemarau dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Kami mengimbau kepada masyarakat selama musim kemarau agar menggunakan air secara hemat. Selain itu, mohon tidak melakukan pembakaran sampah atau aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun di hutan dan lahan," ujar Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, seluruh elemen dan masyarakat perlu berperan aktif dalam mengurangi risiko bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kebakaran di kawasan permukiman.

"Kami berharap seluruh masyarakat ikut berperan menjaga lingkungan, khususnya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Antisipasi Hadapi Musim Kemarau

BPBD Sulsel telah memperkuat kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau akan berlangsung pada Juli, Agustus, hingga September, dan diperkirakan berada pada fase yang lebih moderat.

Meski demikian, BPBD tetap melakukan berbagai langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.

"Berdasarkan informasi dari BMKG, memang pada bulan Juli, Agustus, hingga September, musim kemarau diperkirakan berada pada fase yang lebih moderat. Karena itu, kami juga sudah melakukan berbagai langkah koordinasi dan antisipasi," ujarnya.

Ia mengatakan BPBD telah berkoordinasi dengan berbagai instansi pemerintah daerah, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainya, dalam mengantisipasi adanya bencana pada musim kemarau ini.

"Setiap bencana merupakan urusan bersama. Dalam hal ini BPBD memiliki fungsi koordinasi. Jauh hari sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, terkait antisipasi musim kemarau," jelasnya.

Menurut Amson, setiap instansi telah menjalankan langkah antisipasi sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

“Misalnya Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup menangani antisipasi kebakaran hutan dan lahan. Begitu juga Balai Sungai, penyedia air bersih, serta Dinas Pertanian yang telah melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk penyesuaian pola tanam,” lanjut Amson.

Antisipasi Krisis Air

BPBD dengan pemerintah kabupaten/ kota juga memperkuat koordinasi di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami krisis air, termasuk kawasan perkotaan seperti Makassar.

"Daerah-daerah yang berpotensi mengalami krisis air, termasuk kawasan perkotaan seperti Makassar, juga sudah melakukan langkah antisipasi," katanya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD kabupaten/kota telah menyiapkan armada mobil tangki air yang akan didistribusikan ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan air bersih.

"BPBD kabupaten/kota juga telah mempersiapkan armada mobil tangki air untuk segera didistribusikan ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan air bersih. Upaya-upaya tersebut sudah mulai dilakukan melalui koordinasi di masing-masing daerah," jelasnya.

Tak hanya itu, BPBD juga memanfaatkan sumur bor yang dibangun melalui kerja sama dengan Kodam beberapa tahun lalu. Sumur-sumur tersebut hingga kini masih dimanfaatkan masyarakat setiap musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Di sisi lain, BPBD terus menjalin koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Apabila kondisi kemarau memburuk dan memicu kekeringan yang lebih parah, langkah-langkah penanganan lanjutan akan segera disiapkan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

"Yang perlu dipahami bersama, kebencanaan merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Semua unsur yang terkait harus bekerja sama dalam upaya penanggulangan bencana," katanya. 

URL artikel:http://papertraillab.com/html/211a899780.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Balas Trump, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional

  • Lansia Asal Sragen Terkena Peluru Nyasar Tetangganya, Meninggal Dunia Setelah Dirawat

  • INFOGRAFIK: Hoaks Bansos PKH Senilai Rp 1,5 Juta dari Kemensos, Cek Faktanya!

  • Dilaporkan Kasus Dugaan Perselingkuhan, Sekda Konawe Selatan Pilih Bungkam

  • United Kenalkan Industri Motor Listrik Nasional ke Dunia Pendidikan

  • 2 Klip Podcast Helmy Yahya bersama Pandji Pragiwaksono Tiba-tiba Hilang

  • Bandara Husein Sastranegara Kini Layani Rute Langsung ke 8 Kota Indonesia

  • Nomor Peneror Bom SDN Srengseng Sawah Diduga Juga Pernah Teror Warga

Artikel Populer

  • 1Cerita Ketekunan Kursumawati Mendekatkan Layanan Perbankan ke Warga Desa
  • 2Nasib Tak Menentu di Napoli, Lukaku Dapat Tawaran dari MLS
  • 3Penampakan Tersangka TPPU Asabri Don Ritto Pakai Rompi Pink Masuk Mobil Tahanan Kejagung
  • 4Polisi Sita 19 Barang Bukti Kasus Ledakan di MAN 3 Padang, Ada 3 Bom Aktif Dimusnahkan
  • 5Wapres AS Sebut Ada Pihak di Israel yang Ingin Perang Terus Berlanjut
  • 6Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia tapi Populer di Indonesia, Mengapa Bisa Demikian?
  • 7Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 3 FPPN Topik 3, Kupas Tuntas Kode Etik Guru PPG 2025
  • 8Syarat Beasiswa Bright 2026, Ada Biaya UKT Penuh, Tunjangan Bulanan dan Asrama
  • 9Eri Cahyadi Sidak Kuliner Malam di Jalan Kedungdoro, Minta Tempat Parkir Dipindah
  • 109 Barista Muda Bertanding di Starbucks Championship 2026
  • 11Trump Ancam Bredel Stasiun TV yang Tak Siarkan Pidatonya
  • 12Pria di Bandung Tewas Ditusuk Saat Tagih Utang Rp 200 Ribu

Tag Populer

  • Teknologi
  • Hiburan
  • Otomotif
  • Berita
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Wisata

Populer Situs

Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026, Berangkat dari Yogyakarta Pagi hingga Malam

Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Evaluasi Disdukcapil Wonosobo, Akta Masih Bisa Diurus 60 Hari

Air PAM Mati, Warga Cengkareng Mulai Waswas Persediaan Kian Menipis

FIFA Buka Investigasi Keributan Argentina Vs Spanyol di Laga Final, Apa Sanksi yang Mengintai?

Hasil Semifinal Japan Open 2026: Fajar/Fikri Melaju ke Final

Pria di Koja Jakut Dibacok Begal hingga Luka Parah, Polisi Selidiki

Kisah SD di Mojokerto: Guru Iuran Bangun Toilet, Dua Ruang Kelas Kini Tak Bisa Dipakai

Menteri Pigai: Masyarakat Adat Hari Ini Menderita, karena Negara Belum Mengakui

Artikel Populer

  • 1Baku Tembak di Festival Toronto: 2 Orang Tewas, 4 Terluka
  • 2Kirim Video Pencegatan Rudal ke Iran, Tentara Israel Dipenjara 5 Tahun
  • 3Menkop Kumpulkan Pengurus Kopdes Merah Putih, Cari Solusi Kendala Operasional
  • 4Guyon Cak Imin: PKB Lebih Jago dari Golkar di Mini Soccer, di Pemilu?
  • 5PAM JAYA Jamin Layanan Air Tetap Lancar Selama Perbaikan IPA Hutan Kota
  • 6Kabar Baik dari MSCI, Perubahan Aturan Seleksi Dorong Peluang Saham RI Masuk Indeks Global
  • 7Pembenahan "Setengah Hati" Managemen MBG
  • 8Pembunuh ASN Bangkalan Tak Kunjung Ditangkap, Keluarga Akan Beri Polisi Petunjuk Baru
  • 9Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi
  • 10IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,10 Persen ke 6.108, Rupiah Ikut Menguat

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Pendidikan
    • Berita
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Bisnis
    • Kesehatan
    ×