• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Hiburan›Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin TerancamArtikel

Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam

Hiburan2026-09-08 03:42:4569674

 Sejumlah pemerintah daerah (pemda) di Jawa Timur dan Bali mulai melirik opsi regrouping sekolah yang minim siswa baru. Contohnya di Kabupaten Buleleng, Bali.

Namun, pengamat mengingatkan kebijakan tersebut harus dilakukan dengan bijaksana dan dikaji secara matang agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Pengamat Pendidikan, Totok Amin menilai opsi regrouping merupakan langkah logis dan pragmatis. Namun, pemda harus bijaksana dan menggunakan perspektif jangka panjang sebelum memutuskan menerapkannya.

"Kalau kebijakan regrouping ini kurang matang, maka akibatnya bisa menimbulkan masalah baru," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (17/7/2026).

Guru Honorer dan Siswa Berpotensi Terdampak

Totok mengingatkan, ada kelompok yang berpotensi terdampak apabila kebijakan regrouping sekolah diterapkan, apalagi jika tanpa perencanaan yang matang.

Menurut dia, guru honorer menjadi salah satu pihak yang rentan terdampak karena alokasi jam mengajar umumnya akan diprioritaskan kepada guru tetap.

"Biasanya, yang jadi korban nanti guru honorer, karena jamnya diprioritaskan ke guru tetap dulu ya, mau ASN atau guru tetap yayasan (kalau swasta)," katanya.

Tak hanya itu, Totok menilai siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin juga perlu mendapat perhatian. Sebab, jika regrouping membuat jarak sekolah menjadi lebih jauh, biaya transportasi dapat menjadi kendala bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan.

"Mereka biasanya pasrah. Kalau tidak dapat sekolah negeri ya ke swasta yang seadanya. Atau, yang ditakutkan, tidak melanjutkan sekolahnya. Berhenti di SD saja," tandasnya.

Harus Pertimbangkan Banyak Aspek

Totok menjelaskan, pemda harus mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan menggabungkan sekolah yang minim siswa.

"Harus pelajari kondisi geografis dan sosial ekonomi, pikirkan akses ke sekolah induk (integrasi dari banyak sekolah), angka partisipasi kasar (APK), angka putus sekolah, jumlah anak tidak sekolah, ketersediaan guru tetap dan guru honorer, dan jumlah jam mengajar setiap guru," terangnya.

Ia menilai, saat ini regrouping lebih mendesak diterapkan pada jenjang sekolah dasar negeri (SDN). Namun, ke depan kebijakan serupa berpotensi dilakukan pada jenjang pendidikan lainnya seiring meningkatnya pertimbangan masyarakat terhadap mutu sekolah.

"Mungkin saat ini yang urgent baru SD. Tetapi ke depan, bila orangtua semakin memerhitungkan mutu, maka banyak sekolah negeri di jenjang berikutnya akan dipaksa melakukan regrouping juga. Perhatikan aspek mutu sekolah juga saat melakukannya," tutupnya.

 
URL artikel:http://papertraillab.com/html/303c899688.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • DPR Kawal Kasus Febrie Adriansyah, Minta Polri-Kejagung-TNI Solid

  • Konflik Antardesa di Adonara Flores Timur Lumpuhkan Jalan Trans Waiwerang, Warga Tak Berani Melintas

  • Cekcok Berujung Ucapan Rasis Penjahit di Bali ke Pelanggan Berakhir Damai

  • Prediksi Cristian Carrasco untuk Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina

  • Transaksi KDMP di Jatim Tembus Rp 21 Miliar, Khofifah Targetkan Tingkatkan Produktivitas

  • Hari Pertama Sekolah, Gubernur Lampung Pastikan MBG Berjalan Lancar

  • Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Prancis, Rute Kereta Cepat Terganggu

  • Viral Pria Pamer Alat Kelamin di JPO Grogol Jakbar, Polisi Selidiki

Artikel Populer

  • 1Psikologi Orang yang Hobi Bertanya Saat Nonton Film, Ternyata Bukan karena Tak Fokus
  • 2Terbitkan 3 Sprindik Baru, Ini Kata Kejagung soal Status Tersangka Febrie Adriansyah
  • 3DWP Kemensos Dampingi 'Para Tersayang' di Jombang Lewat Program ATENSI
  • 4Kisah Pilu Korban KLM Nurul Salsa di Selayar, 3 Orang Meninggal di Atas Gabus lalu Dilepas ke Laut
  • 5GNK Kritik Hotman Paris: Jangan Seret Nama Presiden untuk Bela Febrie
  • 6Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: 'It's My Dream'
  • 7Prediksi Juara Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer, AI, dan EA Sports: Spanyol atau Argentina?
  • 8Viral Meteor Melintas di Langit Tol JORR Jaktim, BRIN Beri Penjelasan
  • 9Vienna Naikkan Pajak Wisata di Tengah Lonjakan Turis
  • 10Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan
  • 1119 Sekolah Rakyat Sudah Gelar MPLS di Gedung Permanen, Mensos: Puluhan Titik Lain Menyusul
  • 12Polda NTT Akan Gelar Perkara Kasus Dokter Icha Pekan Ini

Tag Populer

  • Bisnis
  • Teknologi
  • Berita
  • Pendidikan
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Wisata

Populer Situs

Di Balik Bisnis Triliunan Piala Dunia 2026, Jejak Karbon Presiden FIFA Ikut Disorot

Tekanan Ban Truk 200 Psi: Ancaman Serius Bagi Pengendara Motor

Sudin KPKP Perketat Pengawasan Lapo yang Jual Daging Hewan Penular Rabies

Guyon Cak Imin Ingin Mundur dari "Kapten" gara-gara PKB Kalah dari PKS-Golkar

Dapur Serba Putih Mulai Membosankan? Ini Tren yang Lebih Dramatis

Sambil Menahan Tangis, Istri Kenang Sosok Serda Hengki yang Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi

Intip Rahasia Diet Lionel Messi Jelang Final Piala Dunia 2026

Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi

Artikel Populer

  • 1Berapa Harga Rumah Subsidi Sesuai Aturan Terbaru?
  • 2Jelang Banyuwangi Ethno Carnival, Jumlah Wisatawan di Banyuwangi Membeludak
  • 3Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang Film Juminten Edan
  • 4Melihat Keseruan Final Liga Aspal, Gang Sempit Menteng Dipadati Warga
  • 5WNI Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Armenia, Terduga Pelaku Juga WNI
  • 66 Kesalahan Memasak yang Membuat Wajan Antilengket Cepat Rusak
  • 7Mendagri Minta Pemda & Dekranasda Identifikasi Potensi Kerajinan Wilayah
  • 8John Herdman Sanjung Performa dan Kedewasaan Mitchell Baker
  • 9Warga Jepang Masih Percaya Takhayul, Rumah Angker Sulit Laku
  • 10Nur Widayanto Ungkap Sebab Kekalahan Timnas voli putra Indonesia dari Kamboja

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Berita
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Wisata
    • Olahraga
    • Bisnis
    ×