• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Pendidikan›GNK Kritik Hotman Paris: Jangan Seret Nama Presiden untuk Bela FebrieArtikel

GNK Kritik Hotman Paris: Jangan Seret Nama Presiden untuk Bela Febrie

Pendidikan2026-09-08 02:50:093

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan , Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mengkritik pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yang mengaitkan proses hukum terhadap Febrie Adriansyah dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai tak ada korelasi antara penetapan tersangka dan marwah atau perizinan Presiden.

"Jangan seret-seret nama Presiden Prabowo untuk membela klien. Tidak ada korelasi antara proses hukum yang dijalani Febrie Adriansyah dengan marwah Presiden. Justru marwah Presiden akan semakin terjaga apabila orang-orang di sekelilingnya bersih dari dugaan korupsi," kata Habib Syakur dalam keterangannya, Minggu .

Habib Syakur menilai narasi yang disampaikan Hotman Paris berpotensi menimbulkan persepsi negatif ke pemerintah. Ia tak ingin justru ada anggapan negara tengah melindungi pihak yang terjerat dengan kasus hukum.

"Kalau ada narasi bahwa penetapan tersangka terhadap Febrie membuat Presiden dipermalukan, justru itu mempertebal kecurigaan publik seolah-olah Presiden melindungi terduga koruptor. Saya yakin itu bukan sikap Presiden Prabowo," ujarnya.

Ia menegaskan pemberantasan korupsi semestinya dipandang sebagai upaya menjaga integritas pemerintahan, bukan sebagai serangan terhadap kewibawaan Presiden. Menurut dia, masyarakat akan lebih menghormati Presiden apabila aparat penegak hukum diberi ruang kerja secara profesional tanpa intervensi, termasuk dalam menangani perkara yang melibatkan pejabat tinggi.

"Presiden justru akan dihormati ketika tidak mencampuri proses hukum. Kalau ada pembantu atau orang dekat yang diduga melakukan pelanggaran hukum, biarkan mekanisme hukum berjalan. Itu yang akan memperkuat kepercayaan publik kepada Presiden," katanya.

Ia pun meminta istana mengklarifikasi kabar yang beredar. Dengan demikian, lanjutnya, kasus Febrie Adriansyah ini menjadi jelas tanpa ada kesan keberatan dari pemerintah.

"Saya meminta Istana segera mengklarifikasi pernyataan Hotman Paris. Jangan sampai muncul kesan bahwa Presiden keberatan dengan proses hukum terhadap siapa pun. Jika Istana memilih diam, publik tentu akan membangun berbagai persepsi sendiri," ujarnya.

Sebelumnya, Hotman menyebut kasus yang menjerat Febrie saat ini adalah kriminalisasi. Bahkan dia mengaku tak mengharapkan uang dari Febrie, yang merupakan kliennya.

"Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya, mahal. Saya bayarannya supermahal di Indonesia," ujar Hotman saat memberi pernyataan kepada media di Gedung Bundar Kejaksaan Agung , Jakarta Selatan, Jumat malam.

Hotman lalu membeberkan alasannya mau turun tangan membela Febrie. Dia membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto, yang diakuinya sebagai klien setianya selama puluhan tahun.

"Ingat, saya 25 tahun sebagai pengacaranya Prabowo. Semua perkara besar beliau, termasuk adiknya Pak Hashim, saya yang pegang. Bahkan waktu beliau Menhan pun saya sering diminta tanpa dibayar," ungkap Hotman.

Karena itu, dia mengaku merasa miris melihat kondisi Febrie saat ini. Baginya, Febrie adalah sosok berprestasi yang menjadi kebanggaan Presiden Prabowo karena berhasil menyelamatkan aset negara dalam jumlah fantastis.

"Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo. Dia mendapatkan pengembalian kerugian negara Rp 130 triliun, ditambah Satgas PKH Rp 300 triliun. Total Rp 430 triliun kembali ke negara. Bayangkan, orang yang jadi kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi tanpa pamit sama Presiden," cetusnya.

Lihat juga Video: Febrie Adriansyah Resmi Tunjuk Hotman Paris Jadi Kuasa Hukumnya

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/363d699630.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Tampang Abang yang Challenge Bocah Depok Makan Cabai-Masuk Freezer

  • Polres Kebumen Minta Warga yang Kehilangan Anggota Keluarga Segera Lapor, Ini Ciri-ciri Perempuan yang Ditemukan di Sungai Lukulo

  • Dapat Penolakan, Tol Sicincin-Bukittinggi Tak Lewati Kubang Putih, Trase Baru Segera Disurvei

  • Pidato Prabowo Beri Sinyal Gaji TNI-Polri Naik? Istana Menjawab

  • 3 Kondisi yang Memperbolehkan Ganti Foto KTP-el, Apa Saja?

  • Respons Tuchel Soal Kritik Donald Trump Usai Inggris Disingkirkan Argentina

  • Lahan Transmigrasi Raib Dicaplok Sawit, Kementrans Akan Usut Tuntas

  • Syarat-syarat Agar KPK Bisa Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah dari Kejagung

Artikel Populer

  • 1Lewat Vicon, Prabowo Minta Maaf Tak Hadiri Langsung Groundbreaking Abadi Masela
  • 2WAICO dan Ujian Kepemimpinan AI China
  • 3Kasus Pria Gendong Bayi yang Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar Berakhir Damai
  • 4Farhan Larang Kegiatan Bakar Sampah di Sekitaran Bandara Husein Sastranegera Bandung
  • 5Sidak RSUD Soewandhie Surabaya, Eri Cahyadi Minta Pelayanan Obat Dipercepat
  • 6Siasat Sekolah Kembalikan Semangat Siswa Terdampak Bencana Padang
  • 7Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar bagi Pejuang Kanker
  • 8Presiden Prabowo Minta Seluruh Layanan Publik yang Memungkinkan Tersedia secara Digital
  • 9Menkum Pastikan Kenaikan Tarif Lepas Kewarganegaraan untuk Perbaikan Layanan
  • 10Update Harga Toyota Avanza, Naik di Pertengahan Juli 2026
  • 11Muatan Overload Bikin Rem Cepat Panas dan Berisiko Blong
  • 12Resep Telur Puyuh Kecap Ala Korea, Lauk Sederhana dengan Bumbu Meresap

Tag Populer

  • Pendidikan
  • Wisata
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Berita
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan

Populer Situs

Unggahan Instagram Pertama Messi Usai Gagal Juara Piala Dunia 2026

Kerja di Bali dengan Visa Kunjungan, 3 WNA Pelanggar Izin Tinggal Dideportasi

Mogok Jualan 3 Hari, Pedagang Daging Sapi Lamongan Minta Kepastian Harga

Alami Disfungsi Saluran Eustachius, IU Batalkan Konser dan Rilis Album

Menkop Sebut Presiden Mau Pertumbuhan Ekonomi Muncul di Desa Lewat KDKMP

Xi Jinping Tantang Dominasi AS, Ingin China Pimpin Tata Kelola AI Global

Pengamat Sebut BBM Langka di Sumut Bisa Picu Harga Kebutuhan Pokok Naik jika Tak Segera Teratasi

Resep Krengsengan Daging Sapi, Masakan Jawa yang Gurih dan Nikmat

Artikel Populer

  • 1Polisi Kerahkan 389 Personel Amankan Konser Akbar di Monas Nanti Malam
  • 2Futurismo: Saat Industri Memilih Sendiri "Champion"
  • 3Motor Listrik VinFast Resmi Meluncur, Mulai Rp 17,5 Juta
  • 4Dari Kota Semarang hingga Kaki Gunung Merbabu, Uji Jalan BYD M6 DM Buktikan Efisiensi dan Performa Lintas Kota
  • 5Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api
  • 6Barang-barang yang Dibawa Polisi ke Gedung Bundar adalah Bukti Kasus Febrie
  • 7Mengejar Senja di Labuan Bajo, Golo Mori Sunset Run Digelar Agustus 2026
  • 8Gegara Takhayul dan Jaket, Presiden Argentina Tak Hadiri Final Piala Dunia
  • 9Prabowo Perintahkan Gubernur Awasi Dapur MBG karena Banyak 'Penyusup', Bobby Nasution: Sangat Wajar
  • 10Mengapa Memilih Outfit untuk Wawancara Kerja Itu Penting? Ini Penjelasannya

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Otomotif
    • Berita
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
    ×