• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Wisata›Irak-Suriah Bangun Lagi Pipa Minyak, Siapkan Jalur Alternatif selain Selat HormuzArtikel

Irak-Suriah Bangun Lagi Pipa Minyak, Siapkan Jalur Alternatif selain Selat Hormuz

Wisata2026-09-08 03:03:391392

KOMPAS.com – Irak dan Suriah menandatangani kesepakatan untuk membangun kembali jalur pipa minyak yang menghubungkan kedua negara.

Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi jalur alternatif ekspor minyak selain melalui Selat Hormuz yang kerap dibayangi risiko geopolitik.

Kesepakatan itu ditandatangani pada Jumat (18/7/2026) dalam pertemuan puncak Kamar Dagang di Washington, Amerika Serikat, yang membahas investasi AS di Irak. Penandatanganan disaksikan Menteri Energi AS Chris Wright.

Perjanjian diteken CEO Basra Oil Company Bassem Abdul Karim Nasr dan CEO Syrian Petroleum Company Youssef Qablawi.

"Ada begitu banyak ruang untuk mendorong peningkatan di Irak, meningkatkan produksi minyak, mengurangi ketergantungan pada negara tetangga yang bermusuhan, serta menghadirkan kebebasan, kemakmuran, dan energi yang melimpah bagi Irak," kata Wright sebelum penandatanganan.

Kesepakatan itu bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi ke Amerika Serikat. Dalam lawatan tersebut, ia juga bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa.

Pipa minyak yang akan dipulihkan membentang dari Kirkuk di Irak utara menuju pesisir Mediterania di Suriah.

Berdasarkan data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), jalur tersebut memiliki kapasitas nominal hingga 700.000 barel per hari.

Pipa itu tidak lagi beroperasi sejak mengalami kerusakan saat invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003.

Bagi Irak, proyek tersebut dinilai strategis karena negara itu selama ini sangat bergantung pada ekspor minyak melalui Pelabuhan Basra di Teluk Persia.

Keterbatasan jalur ekspor alternatif membuat Irak rentan terhadap gangguan pelayaran di Selat Hormuz.

Sebagai produsen minyak terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Irak juga terdampak oleh terganggunya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz selama konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Data OPEC menunjukkan produksi minyak Irak turun lebih dari 50 persen menjadi sekitar 1,9 juta barel per hari pada Juni dibandingkan sekitar 4,2 juta barel per hari pada Februari, sebelum konflik AS-Israel dengan Iran meningkat.

Irak bukan satu-satunya negara yang berupaya mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz.

Uni Emirat Arab tengah membangun jalur pipa kedua menuju Pelabuhan Fujairah di Teluk Oman yang akan menggandakan kapasitas ekspor minyak di luar jalur tersebut.

Sementara itu, Arab Saudi juga dilaporkan mempertimbangkan penambahan kapasitas pipa minyak menuju Laut Merah sebesar 2 juta barel per hari.

Meski demikian, sejumlah analis menilai pembangunan jalur pipa baru hanya mengurangi risiko gangguan di Selat Hormuz, tetapi belum menghilangkan ancaman terhadap infrastruktur energi di kawasan.

Pendiri Rapidan Energy, Bob McNally, mengatakan ancaman utama bukan hanya berada di jalur pelayaran.

"Masalahnya bukan jalur air. Iran dapat menggunakan senjata untuk menyerang fasilitas pemuatan, stasiun pemompaan, terminal, maupun fasilitas penyimpanan yang terhubung dengan jalur pipa tersebut," ujarnya.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/578a799414.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Kunci Jawaban Post Test PPG Modul 3, Ini Pembahasan Lengkap PPABK 3

  • Konflik di Adonara NTT Telan Korban Jiwa, Anggota DPR Dorong Usut Tuntas

  • Prabowo: RI Punya Sistem Perlindungan Sosial, Salah Satu Terkuat di Dunia

  • Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi, Pemadaman Terkendala Macet

  • Prabowo Jelang 2 Tahun Pemerintahannya: Pekerjaan Kita Masih Banyak

  • DBS Proyeksikan Harga Emas Tembus 5.300 Dollar AS per Troy Ons

  • Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Pasar Telaga Ngebel Ponorogo

  • Prabowo Instruksikan Seluruh Kementerian Bantu BGN untuk Benahi MBG

Artikel Populer

  • 1Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Tarumajaya Bekasi, Pengedar Ditangkap
  • 25 Destinasi Wisata di Jakarta yang Lagi Hits untuk Liburan Keluarga
  • 3Jadwal KRL Jogja-Solo pada 21, 22, dan 23 Juli 2026, Lengkap dari Tugu ke Palur
  • 4Viral Sopir Angkutan Dipalak Modus Tiket Parkir di Tanah Abang Jakpus
  • 5Bupati Maros Benarkan PT Angkasa Pura Belum Bayar Pajak Senilai Rp 17 Miliar
  • 6Menkop Sebut Presiden Mau Pertumbuhan Ekonomi Muncul di Desa Lewat KDKMP
  • 7Kejelian Pemain Timnas Voli Putra Indonesia Lihat Kelemahan Kamboja di SEA V Cup 2026
  • 8Permintaan Pertalite Naik, BPH Migas Minta Masyarakat Tak "Panic Buying"
  • 9Pasokan Air PAM Berpotensi Mati di 7 Kelurahan Jakbar Mulai 17 Juli
  • 10Ekonom Nilai Obligasi Pemerintah Masih Menarik, Asal Ada Syarat Ini
  • 11Banjir Bandang Terjadi di Sungai Batang Agam, 90 KK Terdampak
  • 12Gaji Kepala Daerah Stagnan Seperempat Abad, Rencana Revisi Sempat Kandas

Tag Populer

  • Olahraga
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Berita
  • Hiburan

Populer Situs

Jukir Queen City Semarang Viral Minta Bayaran Dua Kali, Dishub Buka Suara

Tak Cukup Modal Sayang, Banyak Pemilik Kucing Menyerah Saat Ekonomi Makin Berat

Trump Sudah Tak Peduli Kesepakatan Damai dengan Iran

Bangun Infrastruktur Digital, Emiten Hashim Adik Prabowo (WIFI) Dapat Pengakuan Global

Lucas Digne Buka Suara soal Pelanggaran terhadap Lamine Yamal

Kini Pakai Rompi Pink, Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung

Angkot Tua yang Nekat Beroperasi Bakal Dikandangkan

Keir Starmer Lengser, Andy Burnham Jadi PM Baru Inggris

Artikel Populer

  • 1Standing Motor di Atas Jembatan, Pria Kampar Terjatuh ke Sungai dan Hilang
  • 2PNS Pemkab Bogor Tersangka Korupsi Proyek RSUD, Negara Rugi Rp 9 M
  • 3Gerindra Tepis Hotman: Presiden Tak Pernah Intervensi Hukum
  • 4Dilema Kemanusiaan di Tulungagung, Kisah Ibu 2 Balita Jadi Tersangka Pencurian Emas, Tak Ditahan demi ASI
  • 5Buntut Kecelakaan Maut, Sejumlah U-turn Ilegal di Jalur Pantura Indramayu Segera Ditutup
  • 6Roy Suryo Dilaporkan ke Polres Jaksel soal Dugaan Pencemaran Nama Baik
  • 7Pasokan Air PAM Berpotensi Mati di 7 Kelurahan Jakbar Mulai 17 Juli
  • 8Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Diduga Terima Duit dari Sejumlah Proyek
  • 9Ritel Mau Berburu Cuan? Ini Pilihan 8 Saham Prospektif, Ada yang Potensi Naik 44,7 Persen
  • 10Polresta Tangerang Tangkap Pengedar Tramadol, 493 Butir Obat Keras Disita

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Bisnis
    • Berita
    ×