• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Pendidikan›Eddy Soeparno Dukung Implementasi B50 Perkuat Kemandirian Energi RIArtikel

Eddy Soeparno Dukung Implementasi B50 Perkuat Kemandirian Energi RI

Pendidikan2026-09-08 03:33:092769

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian energi nasional melalui implementasi biodiesel B50.

Menurut Eddy, peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak, khususnya solar, sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya energi yang dimiliki Indonesia.

"Program B50 sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan kedaulatan energi. Indonesia memiliki sumber daya yang besar dan sudah saatnya potensi tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap impor energi," ujar Eddy dalam keterangannya, Minggu .

Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia ini menilai bahwa B50 juga memiliki arti penting dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global yang dapat berdampak terhadap harga dan pasokan energi.

"Gejolak geopolitik menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap energi impor merupakan kerentanan strategis. Karena itu, upaya Presiden Prabowo memperkuat produksi dan pemanfaatan energi dalam negeri harus kita dukung sebagai bagian dari agenda ketahanan dan kedaulatan energi nasional," lanjutnya.

Meski demikian, Eddy menegaskan bahwa implementasi B50 perlu disertai dengan kesiapan yang matang agar kebijakan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Pertama, kata Eddy, pemerintah perlu memastikan kesiapan teknis dan infrastruktur pendukung B50, mulai dari produksi, penyimpanan, distribusi, proses pencampuran hingga kompatibilitas dengan kendaraan dan mesin yang digunakan masyarakat maupun sektor industri.

"Peningkatan dari B40 ke B50 bukan sekadar menaikkan angka campuran biodiesel. Kita harus memastikan seluruh ekosistemnya siap, termasuk kualitas bahan bakar, infrastruktur distribusi dan kesiapan mesin. Pengujian dan pengawasan kualitas harus dilakukan secara konsisten agar masyarakat sebagai konsumen mendapatkan kepastian," jelasnya.

Kedua, Eddy mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan sawit untuk energi, pangan dan ekspor. Peningkatan kebutuhan bahan baku untuk B50 harus dikelola secara cermat agar tidak menimbulkan tekanan terhadap pasokan maupun harga komoditas pangan berbasis sawit.

"Kebijakan energi harus dilihat secara menyeluruh. Kita tentu ingin mencapai kemandirian energi, tetapi pada saat yang sama harus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga dan petani memperoleh manfaat yang adil," katanya.

Ketiga, Eddy menegaskan bahwa peningkatan produksi biodiesel tidak boleh menjadi alasan untuk memperluas perkebunan dengan mengorbankan hutan dan lingkungan. Menurutnya, peningkatan produktivitas perkebunan yang sudah ada, termasuk melalui peremajaan sawit rakyat, harus menjadi prioritas.

"B50 harus menjadi bagian dari transisi energi yang berkelanjutan. Karena itu, peningkatan produksi harus didorong melalui produktivitas, efisiensi dan penguatan petani sawit, bukan melalui pembukaan lahan yang merusak lingkungan," tegasnya.

Waketum PAN ini juga mendorong agar manfaat ekonomi dari kebijakan B50 dapat dirasakan secara lebih luas, khususnya oleh petani sawit rakyat dan pelaku usaha nasional.

"Jangan sampai nilai tambah dari program B50 hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu. Petani sawit rakyat harus menjadi bagian penting dari rantai pasok dan memperoleh manfaat nyata dari kebijakan ini," ungkapnya.

"Kami mendukung visi besar Presiden Prabowo untuk mewujudkan kedaulatan energi. B50 adalah langkah strategis ke arah tersebut. Tugas kita bersama adalah memastikan implementasinya siap secara teknis, kuat secara ekonomi, adil bagi masyarakat dan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan," tutup Eddy.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/792c799200.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Dosen UGM Terima Ancaman dan Doxing Usai Komentari Mutasi ASN Kementerian PU

  • Seberapa Berisiko Langkah Iran Gandakan Tekanan Lewat Hormuz?

  • Cara Nonton Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 via Live Streaming dan TVRI, Kickoff 02.00 WIB

  • Masih Misteri, Polisi Persilakan Pemilik Ambil BMW Tak Bertuan di Polres Jaksel

  • Soal Motor Listrik Nasional: Indomobil eMotor Soroti Infrastruktur

  • Berlangsung Meriah, Rangkaian HUT ke-46 Dekranas Resmi Ditutup

  • Menhut Tak Ikut Rapat di DPR, Waka Komisi IV: Beliau Izin Umrah

  • Hotman Paris Sebut Kasus ASABRI Mulai Sebelum Febrie Adriansyah Jadi Jampidsus

Artikel Populer

  • 1BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik
  • 2Tawuran Remaja Pecah di Medan Labuhan, Satu Pria Tewas Tertembak pada Wajah
  • 3Pemkot Surabaya Catat Hotline Lapor Cak Eri Terima 9.217 Laporan, Mayoritas Masalah Parkir
  • 4Trump Bilang Spanyol Pantas Menangi Piala Dunia
  • 5Jakarta Mulai Tinggalkan Open Dumping, Warga Didorong Pilah Sampah dari Rumah
  • 6Jeda Paruh Musim, Mario Aji dan Veda Ega Pratama Cari Motivasi di Bali
  • 7Alasan Persib Bandung Rekrut Mariano Peralta dari Borneo FC
  • 8Bobby Akan Bangun Gudang Logistik di Nias, Jaga Pasokan Barang Saat Cuaca Buruk
  • 9Eri Cahyadi Sidak Kuliner Malam di Jalan Kedungdoro, Minta Tempat Parkir Dipindah
  • 10Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Dijadikan Kantor Yayasan oleh Don Ritto Sejak 2023
  • 11Voltron Buka SPKLU Baru di Puri Indah, Ada 24 Titik Cas
  • 12Baleg DPR Rampungkan Draf RUU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Tag Populer

  • Bisnis
  • Olahraga
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Berita
  • Teknologi
  • Hiburan

Populer Situs

Negosiasi Buntu, Frans Putros Hengkang dari Persib

Atlet Golf Jesslyn Wijaya Sempat Teriak saat Diduga Diculik di Acara Ultah

Edarkan Tembakau Sintetis via Medsos, 2 Mahasiswa di Jaksel Ditangkap

Promo Superindo Hari Ini 18 Juli 2026, Telur Premium Mulai Rp 20.000-an

Terlalu Banyak Barang di Rumah Bisa Memicu Stres, Ini Cara Mengatasinya

Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO

Sambut HDI 2026, DWP Kemensos Gelar Beauty Class untuk Pegawai Perempuan

Korban Tewas Tabrakan Beruntun 9 Kendaraan di Sibolangit Jadi 4 Orang

Artikel Populer

  • 1Pabrik Sandal di Karanganyar Hangus Terbakar, Ratusan Karyawan Diliburkan Sementara Waktu
  • 2Piala Dunia 2026: Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Las Malvinas
  • 3Menolak Punah, Cerita Nur Holipah Merawat Sastra dan Bahasa Using Banyuwangi Lewat Tulisan
  • 4Sorotan Kemlu Atas Aksi Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel
  • 5Prediksi BMKG: Daftar Wilayah yang Berpotensi Hujan dan Angin Kencang Besok 20 Juli 2026
  • 6Panas! Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, hingga Kuwait
  • 7Menakar Kemenangan Narasi dalam Konflik Iran-Amerika Serikat
  • 8Di Depan Prabowo, Menkop Ingin Koperasi Kembali Jadi Sokoguru Perekonomian
  • 9Kejagung Tegaskan Status Febrie Adriansyah Tersangka
  • 101 Korban Tewas Ditemukan di Reruntuhan Ledakan Rumah Grand Polonia Medan

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Wisata
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Bisnis
    ×