• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Bisnis›Jakarta Mulai Tinggalkan Open Dumping, Warga Didorong Pilah Sampah dari RumahArtikel

Jakarta Mulai Tinggalkan Open Dumping, Warga Didorong Pilah Sampah dari Rumah

Bisnis2026-09-08 03:40:496

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengubah cara pengelolaan sampah di TPST Bantargebang. Sistem open dumping yang selama ini mengandalkan penumpukan terbuka akan ditinggalkan secara bertahap dan diganti dengan controlled landfill mulai 1 Agustus 2026.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari Roadmap Pengelolaan Sampah Jakarta 100 Persen Terkelola yang disusun bersama Kementerian Lingkungan Hidup. Pemprov DKI menargetkan praktik open dumping dapat dihentikan pada 2028.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan transisi dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu pengangkutan sampah dari Jakarta menuju Bantargebang.

"Mulai 1 Agustus, kami memulai transisi secara bertahap dari praktik open dumping menuju pengelolaan controlled landfill. Pemerintah bertanggung jawab memastikan perubahan ini berjalan dengan baik, tanpa mengurangi pelayanan pengelolaan sampah kepada masyarakat," kata Dudi di Jakarta, Jumat .

Dalam sistem open dumping, sampah ditumpuk di area terbuka tanpa penanganan yang memadai. Sementara pada controlled landfill, sampah ditempatkan dan dipadatkan secara lebih tertata, kemudian ditutup secara berkala menggunakan material tertentu. Penutupan dilakukan untuk mengurangi bau, risiko kebakaran, dampak pencemaran, hingga potensi longsor di area penimbunan.

Ditargetkan Berhenti pada 2028

Berdasarkan roadmap Pemprov DKI, pada kuartal II 2026 sebanyak 72,56 persen sampah yang masuk ke TPST Bantargebang masih ditangani melalui sistem open dumping. Sampah yang telah diolah melalui berbagai fasilitas baru mencapai 7,59 persen.

Pada kuartal III dan IV 2026, porsi open dumping ditargetkan turun menjadi 50,34 persen. Penerapan controlled landfill ditargetkan mencapai 8,39 persen, sedangkan sampah yang diolah melalui berbagai fasilitas meningkat menjadi 20,28 persen.

"Kapasitas fasilitas pengolahan akan terus kami tingkatkan secara bertahap. Pada 2027, porsi sampah yang diolah ditargetkan mencapai 45,65 persen," ujar Dudi.

Pada 2028, praktik open dumping ditargetkan berhenti. Sampah yang tidak dapat diolah akan ditangani menggunakan sistem controlled landfill yang lebih aman dan terkendali.

Pemprov DKI juga membenahi sejumlah fasilitas di TPST Bantargebang. Pembenahan meliputi penutupan sebagian area penimbunan dengan geomembran, perbaikan sanitasi, pengembangan Instalasi Pengolahan Air Sampah, serta penataan kestabilan lereng.

Mitigasi juga diperkuat pada kawasan yang rawan longsor. Penghentian praktik open dumping mulai dilakukan secara bertahap pada sejumlah titik penimbunan.

Namun, pembenahan di Bantargebang tidak akan cukup apabila seluruh sampah dari rumah, pasar, perkantoran, dan kawasan usaha tetap dikirim dalam kondisi tercampur. Karena itu, Pemprov DKI mendorong pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumber melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.

Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau produk lain. Sampah anorganik yang masih bernilai dapat didaur ulang maupun disalurkan melalui bank sampah. Sementara sampah residu diteruskan ke fasilitas pengolahan atau penanganan akhir.

"Pemerintah terus membenahi fasilitas dan sistem pengelolaan di hilir. Namun, keberhasilannya juga membutuhkan partisipasi masyarakat dari hulu," kata Dudi.

Ia meminta warga mulai mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menghabiskan makanan, serta memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.

"Langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menghabiskan makanan, memilah sampah, serta mengolah sampah organik akan sangat membantu mengurangi beban Bantargebang," tuturnya.

Dari Sampah Jadi Jutaan Rupiah

Pemilahan dari rumah mulai diterapkan di sejumlah wilayah. Salah satunya di RT 09/RW 07, Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Warga memisahkan sampah menjadi tiga kategori, yakni organik, anorganik, dan residu. Sampah organik berupa daun dicacah sebelum dimasukkan ke lubang biopori dan komposter.

Lurah Grogol Utara Syopwani mengatakan pengelolaan sampah tersebut merupakan penerapan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.

"Pengelolaan sampah di sini sangat baik. Meskipun berada di kawasan permukiman, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sangat tinggi," kata Syopwani.

Sampah organik yang telah diolah menghasilkan pupuk cair untuk tanaman warga. Adapun sisa makanan dihaluskan dan dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele di kolam bioflok.

Pengelola Kelompok Tani Perumahan Senayan Residence, Arifin, mengatakan warga menggunakan aktivator EM4 untuk membantu mempercepat penguraian sampah organik.

"Pupuk cair yang dihasilkan dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman di seluruh kompleks, termasuk tanaman buah," ungkapnya.

Pemanfaatan pupuk hasil olahan tersebut telah membantu kelompok tani memanen hampir satu ton semangka. Tanaman itu dibudidayakan tanpa menggunakan pestisida kimia. Keuntungan dari penjualan hasil panen dimasukkan ke kas lingkungan untuk mendukung kegiatan budi daya berikutnya.

Pengelolaan sampah anorganik juga memberi pemasukan bagi warga. Sampah yang telah dipilah dikumpulkan dan dijual melalui bank sampah.

"Dalam satu bulan, hasil penjualan sampah anorganik mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta yang dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan di lingkungan," kata Arifin.

Sejak gerakan pemilahan dijalankan, Kelurahan Grogol Utara telah membangun dua teba modern, 44 biopori jumbo, dan 59 komposter. Sarana tersebut terus ditambah bersama warga dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.

Praktik di Grogol Utara menunjukkan sampah yang dipisahkan sejak awal tidak seluruhnya harus berakhir di Bantargebang. Sampah organik dapat kembali digunakan untuk budidaya, sedangkan sampah anorganik masih memiliki nilai ekonomi. Semakin banyak sampah diselesaikan dari sumbernya, semakin kecil beban yang harus ditumpuk dan ditangani di tempat pemrosesan akhir.

Lihat juga Video: Menteri LH Minta Open Dumping di TPST Bantargebang Dihentikan

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/652f699341.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Praperadilan Dikabulkan, Status Tersangka Piche Kota di Kasus Pemerkosaan Gugur

  • Tersangka Korupsi Haji Asrul Azis Praperadilan Lagi, KPK Bilang Begini

  • 15.080 Pelari Gaungkan Gerakan Lawan Karhutla di Riau Bhayangkara Run 2026

  • Sekongkol Jahat Anak Angkat dan Pacar di Nganjuk, Habisi Nyawa Ayah karena Dendam dan Utang

  • Hakim Lerai Debat di Sidang Eks Ketua Ombudsman: Terserah Saksilah

  • Gempa M 5,4 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut

  • Memanas! AS Gempur Kota Pembangkit Nuklir Iran

  • 3 Pelaku Tawuran di Bekasi Ditangkap, Corbek hingga Celurit Disita

Artikel Populer

  • 112 Contoh Jawaban Cara Menerapkan Inspirasi untuk Kemajuan Penguasaan Kompetensi PMM
  • 2Perpustakaan Gasibu Bakal Bertransformasi Jadi Perpustakaan Digital
  • 3Rusia Terus Gempur Ukraina, 13 Orang Tewas-50 Luka
  • 4Faiq Pedagang Kambing di Kota Batu Santai Ramai Disebut Mirip Yesus
  • 5Gunung Semeru Meletus 6 Kali Sejak Pagi, Keluarkan Asap Setinggi 1.000 Meter
  • 6Cegah Truk Tabrak JPO Jakarta, Rambu Batas Tinggi dan Portal Sensor Perlu Diperbanyak
  • 7Prabowo Perintahkan Gubernur Awasi Dapur MBG karena Banyak 'Penyusup', Bobby Nasution: Sangat Wajar
  • 8SMAN 3 Kota Sorong Juara LCC Empat Pilar MPR Papua Barat Daya
  • 9Viral Pijat India Sajikan Miras di Danau Sunter Jakut, Ternyata Cuma Konten
  • 10Eri Cahyadi Sidak Kuliner Malam di Jalan Kedungdoro, Minta Tempat Parkir Dipindah
  • 1121 Motor Parkir di Trotoar ITC Kuningan Diangkut Dishub Jaksel
  • 1210 Contoh Jawaban Upaya Peningkatan Atasi Tantangan Tindak Lanjut di PMM, Guru Wajib Tahu

Tag Populer

  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Berita
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Otomotif

Populer Situs

Andre Rosiade Serahkan Ambulans untuk Warga Pagambiran, Tegaskan Hadir dengan Kerja Nyata

Tinggalkan Motor di TKP Saat Beraksi, Pelaku Curanmor di Bekasi Ditangkap

3 Pelaku Tawuran di Bekasi Ditangkap, Corbek hingga Celurit Disita

Ulah Bejat Pria di Riau Cabuli Bocah, Terbongkar Usai Kirim Foto Cabul

Temuan Polisi soal Bos Perusahaan Tewas di Hotel St Regis Jakarta Selatan

GNK Kritik Hotman Paris: Jangan Seret Nama Presiden untuk Bela Febrie

Yusril: DPR Sedang Bikin Draf Baru RUU Perampasan Aset

Presiden Argentina Umumkan Hari Libur Nasional Usai Kalah Piala Dunia

Artikel Populer

  • 1Jelang HUT Ke-81 RI, Jalur Terdampak Bencana Sumatera Mulai Pulih
  • 2Seskab dan Menteri Ara Bahas Target Pemerintah Renovasi 400 Ribu Rumah di 2026
  • 3Trump: AS Harus Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi, Tanpa Meksiko-Kanada
  • 4Pesan Kapolda di Riau Bhayangkara Run: Jaga Alam untuk Generasi Penerus Kita
  • 5Polri Serahkan Barang Bukti Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung
  • 6DLHK Banten Ungkap Biang Kerok Bikin Air di Sungai Ciujung Menghitam
  • 7Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 21 Juli, Cek Lokasi dan Jamnya
  • 8Polisi Kembali Periksa Ketua DPRD TTU Terkait Kasus Intimidasi terhadap Dokter Icha
  • 9Rumah Wanita di Kediri Diduga Sengaja Dibakar Mantan Suami, Kerugian Capai Rp 1 Miliar
  • 10Cerita Warga Terbantu oleh Yanduan Propam Polri: 2 Hari Masalah Selesai

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Berita
    • Bisnis
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Teknologi
    ×