• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Wisata›Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan PascatambangArtikel

Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang

Wisata2026-09-08 02:49:329857

PT Weda Bay Nickel (WBN) telah mereklamasi 223,43 hektare lahan pascatambang hingga Maret 2026. Reklamasi dilakukan di sejumlah area operasional perusahaan, termasuk Kao Rahai, Biri-Biri, dan Tofu di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Kegiatan reklamasi merupakan bagian dari pengelolaan lingkungan yang dilakukan seiring dengan operasional pertambangan.

Proses reklamasi meliputi penataan kembali kontur lahan, penanaman berbagai jenis vegetasi, serta pemantauan pertumbuhan tanaman untuk mendukung pemulihan area yang telah selesai ditambang.

"WBN terus melanjutkan langkah-langkah strategis tersebut guna meminimalkan dampak‎ kegiatan operasionalnya terhadap lingkungan sekitar. Reklamasi menjadi bagian dari upaya pemulihan fungsi ekologis kawasan ‎operasional tambang," ujar Manager Health, Safety, and Environment Weda Bay Nickel, Ronggour Siahaan, dilansir dari keterangan tertulis, Jumat (17/7/2027).

Sementara itu, revegetasi dilakukan secara bertahap sesuai rencana reklamasi pasca tambang yang telah disetujui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Revegetasi yang dilakukan secara bertahap juga diselaraskan dengan berbagai ketentuan lainnya.

Kegiatan reklamasi didukung fasilitas nursery Weda Bay Nickel seluas 2,02 hektare. Fasilitas nursery memungkinkan Weda Bay Nickel yang menyiapkan dan membudidayakan berbagai jenis tanaman yang dibutuhkan untuk revegetasi di area reklamasi pascatambang.

Menurut Ronggour, reklamasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari siklus operasional perusahaan. Perusahaan menjalankan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari setiap tahapan operasional, ‎mulai dari perencanaan dan pelaksanaan, sampai pemantauan maupun pemulihan area yang telah ‎selesai ditambang.

"Berbagai kegiatan yang melibatkan karyawan dan mitra kerja juga turut ‎memperkuat budaya tersebut, sehingga tanggung jawab lingkungan dapat diterapkan secara ‎konsisten dalam aktivitas sehari-hari,” tutur Ronggour.

Pilah sampah

Selain reklamasi, perusahaan menanam 1.000 bibit pohon di area Kao Rahai, Biri-Biri, dan Tofu pada Juni 2026. Weda Bay Nickel juga menggelar kegiatan Clean Up Day di sejumlah area hunian karyawan dan kontraktor. Dalam kegiatan ini, peserta membersihkan area sekitar sekaligus memilah sampah berdasarkan jenisnya guna membangun kebiasaan pengelolaan sampah ‎yang lebih bertanggung jawab.

‎Bersama para kontraktornya, Weda Bay Nickel juga menerapkan prinsip reduce, reuse, dan ‎recycle melalui pengelolaan dan pemanfaatan kembali material yang sudah tidak digunakan sebagai bagian dari praktik ekonomi sirkular. Material, seperti scrap metal dan drum bekas‎diolah menjadi produk kreatif dan fungsional. Ini termasuk miniatur alat berat dan furnitur. ‎

Seluruh kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif internal Weda Bay Nickel bertema ‎'Weda Today, Earth Tomorrow', yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup ‎Sedunia 2026. Dengan inisiatif ini, Weda Bay Nickel menggarisbawahi bahwa kepedulian lingkungan perlu diterapkan pula dalam aktivitas ‎sehari-hari, bukan hanya di ranah operasional pertambangan.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan karyawan dan mitra ‎kerja untuk mendukung praktik operasional pertambangan yang lebih bertanggung jawab serta ‎meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar,” ucapnya.

Sebelumnya, PT Weda Bay Nickel telah mereklamasi lahan bekas tambang seluas 84,86 hektare lahan bekas tambang di kawasan operasionalnya di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Dalam kegiatan reklamasi tersebut, perusahaan menanam 53.037 batang tanaman pionir untuk memperbaiki struktur tanah, menstabilkan lahan, dan mendorong pemulihan tutupan vegetasi. Sebagai pemegang izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PPKH), WBN juga telah menjalankan program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 3.220 hektare di berbagai wilayah Maluku Utara, termasuk Halmahera Tengah, Halmahera Barat, Halmahera Timur, dan Halmahera Selatan.

Rehabilitation Superintendent Weda Bay Nickel, Fitri Ritonga mengatakan, reklamasi dan revegetasi dilakukan dengan pendekatan berbasis endemisitas, yaitu, menggunakan tanaman asli Maluku Utara seperti pala, kenari, cengkeh, kayu putih, dan tanaman lokal lain yang berperan penting dalam pemulihan habitat fauna endemik.

Untuk tahap awal pemulihan lahan, WBN menanam tanaman pionir berjenis cepat tumbuh seperti Golo, Makaranga, Nyatoh, Trembesi, Johar, dan Sengon. Jenis tanaman ini dipilih untuk menciptakan iklim mikro yang mendukung tumbuhnya spesies endemik di tahap berikutnya.

“Kami ingin memperkuat peran WBN sebagai pengelola sumber daya alam yang bertanggung jawab melalui penerapan kaidah pertambangan yang baik,” ucapnya, Minggu (16/11/2025).

‎

URL artikel:http://papertraillab.com/html/818a799174.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Wangsit Jenderal Soedirman Menguatkan KDKMP

  • Maling Motor Panjat Rumah di Depok Sudah Puluhan Kali Beraksi

  • Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia ke RI

  • Usai MenPAN-RB, Giliran Kepala BKN Sampaikan Pesan Terbuka untuk ASN

  • Alasan Kucing Menjilati Kucing Lain Menurut Penelitian, Ternyata Tidak Selalu karena Ramah

  • Peternakan Sapi Perah Rp 1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes

  • Prabowo: RI Punya Sistem Perlindungan Sosial, Salah Satu Terkuat di Dunia

  • Mulai Hari Ini, Semua Jalur Stasiun Bogor Bisa Layani KRL 12 Gerbong

Artikel Populer

  • 1Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam
  • 2Hujan Deras Picu Banjir di Tapteng Sumut, 200 KK Terdampak
  • 3Harapan Presiden Prabowo Subianto Usai Luke Vickery Resmi Jadi WNI
  • 4Fadia Arafiq Segera Disidang di Kasus Pengadaan Jasa Outsourcing
  • 5Bahlil Guyon ke Nusron Pakai Kacamata Hitam karena Inggris Kalah dari Argentina
  • 6Vonis Eks Bos eFishery Disunat Jadi 6 Tahun Penjara di Kasus Penggelapan
  • 7Perang dengan Iran Makin Panas, AS Tambah Jet Tempur Siluman ke Timur Tengah
  • 8Petinju Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Asia Tinju U19 & U23 2026
  • 9Menteri HAM Kerahkan Tim untuk Kawal Penyelesaian Konflik di Adonara
  • 10Legenda Inggris Geoff Hurst Sebut Harry Kane Penyerang Terhebat Sepanjang Sejarah
  • 11Hobi Terasa Ringan tapi Berat Memulai Pekerjaan? Penelitian Ungkap Penyebabnya
  • 12Kenalan dengan Suweg, Tanaman Mirip Bunga Bangkai yang Bisa Dimakan

Tag Populer

  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Berita
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Wisata

Populer Situs

MPR Kupas Potensi Obligasi Daerah sebagai Alternatif Pembiayaan Pembangunan

Waka BGN Ogah Ungkap Harga Motor Listrik di Rapat DPR: Materi Penyidikan

Hobi Terasa Ringan, Pekerjaan Berat Dimulai? Penelitian Ungkap Penyebabnya

Menkop Sebut Presiden Mau Pertumbuhan Ekonomi Muncul di Desa Lewat KDKMP

Jelang Perancis vs Inggris, Tuchel Bela Diri Soal Kalah dari Argentina

Pemprov Banten Tawarkan Peluang Investasi ke Vietnam, Perumahan hingga Susu

Kepergok Main Game Saat Rapat, Camat Madiun Ngaku Buat Hilangkan Penat

Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Malaysia dan Vietnam, 4 Orang Tewas

Artikel Populer

  • 1Pansus DPR Serap Aspirasi Pemprov Maluku soal RUU Daerah Kepulauan
  • 2Burnham Langsung Telepon Trump Usai Resmi Jadi PM Inggris
  • 3Momen Raja Charles III Terima Andy Burnham Usai Ditunjuk Jadi PM Inggris
  • 4Dilaporkan Lagi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Roy Suryo: Enggak Apa-apa
  • 5Prabowo Bocorkan Bakal Launching Motor Listrik Nasional
  • 6Pemprov Banten Tawarkan Peluang Investasi ke Vietnam, Perumahan hingga Susu
  • 7Lowongan Kerja di BliBli bagi Fresh Graduate hingga Lulusan SMA/SMK, Cek Syaratnya
  • 8Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Pimpin IMI Riau Periode Ke-4
  • 9Pemkab Tanah Datar Gandeng Kejari Kawal Dana TKD Rp 126,87 M
  • 10Perancis Takluk dari Spanyol, Kylian Mbappe dan Patrick Vieira Kritik Performa Tim

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Wisata
    • Berita
    • Bisnis
    ×