• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Hiburan›Memori Ngeri Bencana Lahar Dingin yang Menewaskan 25 Ribu OrangArtikel

Memori Ngeri Bencana Lahar Dingin yang Menewaskan 25 Ribu Orang

Hiburan2026-09-08 02:56:132688

Tragedi Armero merupakan salah satu bencana paling mengerikan di abad ke-20. Bencana yang dipicu oleh letusan gunung berapi Nevado del Ruiz di Kolombia ini menewaskan 25.000 orang.

Dikutip dari Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey , Nevado del Ruiz adalah gunung berapi tipe stratovulkan yang memiliki ketinggian 5.389 meter di atas permukaan laut, dengan bagian puncak yang ditutupi oleh gletser atau lapisan es.

Saat itu, Gunung Nevado del Ruiz mulai menunjukkan aktivitas sekitar satu tahun sebelum tragedi terjadi. Reaktivasi ini ditandai dengan munculnya rentetan gempa bumi . Aktivitas keluarnya uap dan gas di kawah puncak juga mulai tampak.

Pada tanggal 11 September 1985, terjadi letusan eksplosif kecil. Setelah letusan kecil ini dan meredanya situasi politik, para pejabat mulai bertemu dengan para ilmuwan untuk membahas potensi bahaya dan rencana evakuasi. Sayangnya, sebagian besar kawasan kota Armero masih terabaikan.

Bencana itu pun terjadi. Pada malam tanggal 13 November, sebagian besar penduduk Armero sudah terlelap tidur. Wali Kota dan pendeta setempat telah meyakinkan warga bahwa mereka aman untuk malam itu. Namun, letusan ini tidak disadari oleh penduduk Armero karena tersamarkan oleh hujan badai yang sedang berlangsung malam itu.

Lahar mengalir deras ke arah utara dan timur melalui lembah-lembah sungai yang dalam di kaki gunung. Banjir lahar mencapai kota Armero sekitar dua jam setelah letusan terjadi. Dalam hitungan menit, kota Armero dihantam dengan dahsyat oleh banjir lahar tersebut.

Sekitar 23.000 orang tewas seketika. Para korban terkubur dalam campuran lumpur dan puing bangunan. Secara keseluruhan, bencana ini menewaskan lebih dari 25.000 orang.

Bencana ini menjadi pelajaran tentang pentingnya komunikasi untuk mitigasi bencana. Hal ini terjadi karena saat itu pemerintah Kolombia sedang teralihkan oleh masalah perang gerilya di Bogota, sehingga situasi ketidakstabilan politik dianggap lebih mendesak daripada aktivitas gunung.

Selain itu, para ilmuwan Kolombia sedang kekurangan peralatan, keahlian, dan dukungan pemerintah untuk memantau aktivitas gunung. Akhirnya, mereka tidak bisa menyampaikan informasi secara efektif.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/822c799170.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Mobil Oleng Tabrak 'Pantat' Truk di Tol Singosari-Surabaya, 5 Orang Tewas

  • Ketua Komisi III DPR Dengar Info Ada Bunker Lain di Kasus Febrie Adriansyah

  • BNPB Resmikan 52 Unit Rumah Bantuan untuk Korban Konflik di Flores Timur

  • Akhir Pelarian 'Taufik Hidayat' Cikarang

  • Menkop: Koperasi yang Kelola Tambang dan Sawit Sebaiknya Bukan KDMP

  • Tarik Turis Asing, Wisata Wellness Jadi Prioritas Pariwisata Indonesia

  • Trump Bilang Spanyol Pantas Menangi Piala Dunia

  • Bahan Bakar Minyak Sempat Langka di Medan, Elnusa Petrofin Kerahkan 176 Mobil Tangki

Artikel Populer

  • 1Rumah Kepala BPKAD Sukoharjo Digeledah KPK, Satu Koper Dibawa
  • 2Kemensos Intens Dampingi Anak Yatim Piatu Kecanduan Hirup BBM di Sukabumi
  • 3Kapolres Jakpus Turun Amankan Puncak Harkopnas di GBK, Pastikan Aman
  • 4Soundrenaline di M Bloc, Danilla Riyad: Lebih Intim
  • 5Viral Kopdes Merah Putih Malang di Seberang Telaga, Kades Sebut Sengaja Diambil dari Sudut Tertentu
  • 6Hari Kelima Pencarian KM Nurul Salsa, Dua Korban Ditemukan Terdampar di Pulau Balaloho
  • 7Sekolah Rakyat 2026 Tampung 28.478 Siswa Baru dari Keluarga Miskin Ekstrem
  • 8Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Prancis, Rute Kereta Cepat Terganggu
  • 9Belajar dari Kasus Bom MAN 3 Padang, Ini Bedanya Candaan dan "Bullying" Menurut Pakar
  • 10Setahun Eksploitasi Bug PayPal untuk "Curi" Laptop, Pelaku Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi
  • 11Air PAM Mati, Apakah Pelanggan Berhak Dapat Kompensasi?
  • 12Presiden To Lam Undang Prabowo Kunjungan Resmi ke Vietnam

Tag Populer

  • Hiburan
  • Wisata
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Berita
  • Otomotif

Populer Situs

Hasil Final SEA V Cup 2026: Lewati Drama 5 Set, Indonesia Takluk dari Kamboja

Prabowo Rapat Bareng Luhut dkk di Hambalang, Update Ekonomi Nasional-GovTech

Misteri Kerangka Tanpa Kepala di Pantai Legundi, Polisi Duga Korban Meninggal akibat Tenggelam

Jasa Marga Perkuat Transformasi Bisnis, Fokus Ciptakan Nilai Berkelanjutan

Konflik AS & Iran, Waka MPR Dorong Perkuat Ketahanan Energi

Pengelola SPBU di Lampung Barat Ditetapkan Tersangka Kasus Penyelewengan BBM Subsidi Pertalite

Christian Sugiono dan GB Sanitaryware Hadirkan Bak Cuci Piring Terintegrasi

Penganiayaan di Gunung Sibayak: Satu Anak 17 Tahun Tewas, 6 Remaja Lain Luka-luka

Artikel Populer

  • 1Mendikdasmen Ungkap Terobosan pada 2025: Tunjangan Guru Non-ASN Jadi Rp 2 Juta
  • 2Polisi Usut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual 10 Mahasiswi USU
  • 3Buaya Terlihat di Spot Diving, Balai TN Komodo Minta Wisatawan Waspada
  • 4Pemesanan Chery Q Tembus 3.000 Unit, Ini Bocoran Harga Resminya
  • 5Perjuangan Bocah Kembar Siam Subang Mengenyam Pendidikan, Ceria Jalani Hari Pertama Sekolah
  • 6Standing Motor di Atas Jembatan, Pria Kampar Terjatuh ke Sungai dan Hilang
  • 7KPK Dalami Tujuan Bupati Kuansing Beri Amplop ke Menhut Raja Juli
  • 8Layanan Penyeberangan Perintis NTT Kembali Dibuka, Akses 3T Pulih
  • 9Yusril: Kasus Febrie Adriansyah Tak Dibahas Prabowo di Sidang Kabinet
  • 10Barcelona Jadikan Bomber Al Nassr Opsi Cadangan jika Gagal Gaet Julian Alvarez

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Berita
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Bisnis
    ×