• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Pendidikan›Kemensos Intens Dampingi Anak Yatim Piatu Kecanduan Hirup BBM di SukabumiArtikel

Kemensos Intens Dampingi Anak Yatim Piatu Kecanduan Hirup BBM di Sukabumi

Pendidikan2026-09-08 02:54:585

Kementerian Sosial melalui Sentra Phalamartha Sukabumi, Jawa Barat, terus melakukan asesmen dan pendampingan terhadap anak berinisial H . H kerap membuka tangki sepeda motor milik warga untuk mencium bau bahan bakar minyak .

Pendampingan dilakukan sebagai upaya memastikan intervensi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan terbaik bagi anak.

Kunjungan dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi H sekaligus mengevaluasi intervensi yang telah diberikan. Asesmen tersebut juga menjadi dasar penyusunan rencana layanan lanjutan.

Kepala Sentra Phalamartha Sukabumi Febraldi menegaskan Kementerian Sosial berkomitmen memberikan layanan rehabilitasi sosial yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak.

"Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh perlindungan serta layanan sesuai kebutuhannya. Kementerian Sosial terus melakukan asesmen, pendampingan, dan koordinasi lintas sektor agar intervensi yang diberikan tepat sasaran, berkelanjutan, serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak," ujar Febraldi dalam keterangan tertulis, Sabtu .

Berdasarkan hasil asesmen, H merupakan anak penyandang disabilitas sensorik dengan hambatan pendengaran dan hambatan bicara. Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia pada 2025, H kini diasuh oleh kakak kandungnya.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, pengasuhan dilakukan semaksimal mungkin, meski pengawasan belum dapat berlangsung secara optimal karena kondisi pekerjaan keluarga.

H juga mengalami hambatan komunikasi karena belum menguasai bahasa isyarat sehingga kesulitan menyampaikan kebutuhan maupun emosinya. Saat ini H telah bersekolah di Sekolah Luar Biasa dan mengikuti pembelajaran secara rutin.

Hasil asesmen menunjukkan adanya perkembangan perilaku yang positif sejak H bersekolah di SLB. Perilaku mengambil barang milik orang lain, masuk ke rumah warga tanpa izin, merusak barang, maupun meludah sembarangan telah jauh berkurang.

Namun, perilaku berulang mencium bau BBM masih muncul sehingga memerlukan pendampingan dan penanganan secara berkelanjutan karena berpotensi membahayakan keselamatan anak.

Selain itu, H masih menjalani pengobatan secara rutin oleh dokter spesialis kedokteran jiwa melalui layanan rawat jalan. H juga sedang menjalani penanganan lanjutan oleh dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan sesuai rujukan medis.

Dalam asesmen tersebut, kakak yang sekaligus menjadi wali H mengaku menghadapi tantangan dalam merawat adiknya karena keterbatasan kemampuan keluarga.

Kementerian Sosial akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Sukabumi, puskesmas, tenaga kesehatan, psikolog, pihak sekolah, serta keluarga untuk menyusun intervensi yang komprehensif sesuai kebutuhan H. Hasil pemeriksaan medis lanjutan akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk layanan rehabilitasi sosial yang paling tepat.

Apabila hasil asesmen menunjukkan perilaku berisiko masih berulang dan keselamatan anak belum dapat terjamin melalui pengasuhan berbasis keluarga, Kementerian Sosial akan mempertimbangkan rujukan ke sentra rehabilitasi yang ramah anak dan memiliki kapasitas memberikan layanan bagi anak penyandang disabilitas pendengaran dan bicara.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan, pengembangan kemampuan komunikasi, pembinaan perilaku, serta penguatan fungsi sosial anak dengan tetap melibatkan keluarga dalam proses rehabilitasi.

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/551b799441.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • ORI030 Laris Manis, Pemerintah Tambah Kuota Jadi Rp 30 Triliun

  • Viral Burung Unta Berkeliaran di Jalanan Buahbatu Bandung Berhasil Dievakuasi, Ini Penyebabnya

  • Iran Sebut AS Serang Lokasi Nuklir Darkhovin, PBB Selidiki

  • Kenalan dengan Suweg, Tanaman Mirip Bunga Bangkai yang Bisa Dimakan

  • Sekolah Polwan Buka Pendidikan Angkatan 59, Diikuti 709 Siswa

  • 6 Kebiasaan Sehari-hari Orang Jepang yang Bikin Panjang Umur hingga 100 Tahun

  • Don Ritto Pernah Kelola Restoran deClan Bareng Eks Jampidsus Febrie, tapi Bantah Korupsi

  • Sekolah Polwan Buka Pendidikan Angkatan 59, Diikuti 709 Siswa

Artikel Populer

  • 1Oknum Polisi Rampok Toko Emas di Tapaktuan Pakai Senpi, Polda Aceh Sebut Motif Tekanan Ekonomi
  • 2Bosan Saat Uji Coba Penerbangan, Pilot Bikin "Ukiran" di Langit
  • 3MTrans Pecat Kru Bus yang Diduga Lecehkan Penumpang Saat Perjalanan Malang-Denpasar
  • 4BNPP Pertahankan Opini WTP BPK, Realisasi Anggaran Tembus 99,38 Persen
  • 5Kirana Larasati Hapus 8 Tato, Ungkap Biaya Mahal 50 Kali Lipat
  • 6Anggota DPR: Tak Ada Aturan Tetapkan Febrie Tersangka Harus Izin Presiden
  • 7Ada Mobil Tangki Gratis Selama Air PAM Mati di Jakbar, Begini Cara Aksesnya
  • 8Buka LCC 4 Pilar MPR Papua Barat Daya, Anggota MPR Tekankan soal Persatuan
  • 9Buaya Terlihat di Spot Diving, Balai TN Komodo Minta Wisatawan Waspada
  • 10Kejelian Pemain Timnas Voli Putra Indonesia Lihat Kelemahan Kamboja di SEA V Cup 2026
  • 11RUU Daerah Kepulauan Bakal Koreksi Pembangunan Berorientasi Daratan
  • 12Warga Pamekasan Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Belum Salurkan Bantuan

Tag Populer

  • Hiburan
  • Wisata
  • Otomotif
  • Berita
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kesehatan

Populer Situs

14 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih

Huntap Mulai Dibangun, Warga Huntara Kapalo Koto Padang Belum Dapat Kepastian Relokasi

Korupsi TPP Guru Rembang Naik Sidik, Kajari: Ya Harus Selesai Lah

Viral Burung Unta Berkeliaran di Jalanan Buahbatu Bandung Berhasil Dievakuasi, Ini Penyebabnya

Darurat Emisi, Denpasar Belajar dari Jakarta Demi Selamatkan Ekologi

Pemprov Jateng Ditetapkan Jadi Pilot Project Pengadaan Berkelanjutan

Kebiasaan Tidur Sehat Bisa Bikin Perempuan Hidup 2,4 Tahun Lebih Lama

Polisi Bongkar Lab Narkoba Karisoprodol di Jaktim, 2 Pemasok Ditangkap

Artikel Populer

  • 13 Zodiak yang Disebut Paling Beruntung pada 21 Juli 2026, Ada Scorpio
  • 2Kantor Disegel, Bupati Lombok Barat Ternyata Kena OTT KPK
  • 3Bocah 6 Tahun Asal Mataram Tewas Tenggelam di Kolam Privat Glamping Kintamani Bali
  • 4Cerita Afgan Sempat Kehilangan Suaranya Jelang Konser Retrospektif
  • 5Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular
  • 6Dihuni Cuma 350 Orang, Flam Desa Surga di Balik Keajaiban Film Frozen
  • 7Hashim Djojohadikusumo Ajak Dokter Ikut Awasi MBG: Jangan Sampai Ada "Tumor-tumor" Lagi
  • 8DPRD DKI Kawal Penerbitan Sertifikat Tanah PTSL yang Bertahun-tahun Tertunda
  • 9Volkswagen Berencana PHK 100.000 Karyawan, 4 Pabrik Terancam Tutup
  • 10Kenalan dengan Suweg, Tanaman Mirip Bunga Bangkai yang Bisa Dimakan

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Wisata
    • Bisnis
    ×