• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Teknologi›Embun Upas di Dieng Diprediksi Akan Sering Muncul saat Kemarau, BMKG Ungkap PenyebabnyaArtikel

Embun Upas di Dieng Diprediksi Akan Sering Muncul saat Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Teknologi2026-09-08 03:45:00335

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena embun beku atau embun upas di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, akan lebih sering muncul selama musim kemarau 2026.

BMKG menilai peluang kemunculan embun upas meningkat karena musim kemarau tahun ini diprakirakan lebih kering dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Puncak musim kemarau juga diperkirakan terjadi pada Agustus dan kondisi kering masih berlanjut hingga September 2026.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Guruh Tjiptanto mengatakan, suhu nol derajat Celsius atau bahkan minus yang kerap dilaporkan saat embun upas muncul bukan merupakan suhu udara, melainkan suhu minimum permukaan rumput yang diukur menggunakan termometer khusus.

"Suhu nol derajat atau minus memang terjadi, namun itu bukan suhu udara, melainkan suhu minimum rumput, yaitu termometer yang dipasang di permukaan rumput," ujarnya, Sabtu (18/7/2026), dilansir dari Antara.

Sifat Musim Kemarau Lebih Kering

Menurut Guruh, peluang munculnya embun upas akan semakin besar apabila sifat musim kemarau lebih kering atau berada di bawah kondisi normal.

"Semakin kemaraunya kering atau di bawah normal sifatnya maka kemungkinan embun upas akan lebih sering terjadi, apalagi ini belum di puncak kemarau. Puncak kemarau di Agustus nanti, bahkan di September pun masih kering kemaraunya," terangnya.

Ia menjelaskan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan kondisi kering masih berlanjut hingga September.

Oleh karena itu, peluang terbentuknya embun upas diprakirakan meningkat pada periode tersebut.

Guruh mengatakan, musim kemarau 2026 diprakirakan lebih dingin dibandingkan musim kemarau 2025 maupun 2024. Bahkan, karakteristiknya hampir sama dengan musim kemarau 2023 yang juga ditandai kemunculan embun upas di kawasan Dieng.

"Peluang lebih dingin saat puncak kemarau sekitar Agustus. Pada Agustus hingga September 'mbediding' (fenomena saat suhu udara sangat dingin) akan lebih terasa," tandasnya.

BMKG Beri Imbauan untuk Wisatawan

BMKG juga mengimbau wisatawan yang ingin berburu embun upas di Dieng agar mempersiapkan diri menghadapi suhu dingin selama musim kemarau.

Guruh menyarankan wisatawan mengenakan pakaian berlapis (layering system), mulai dari pakaian dalam termal, sweater, hingga jaket tebal tahan angin agar tubuh tetap hangat.

Selain itu, wisatawan disarankan menggunakan kupluk yang menutup telinga, sarung tangan, syal, kaus kaki tebal, dan sepatu yang nyaman, serta memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.

Bagi wisatawan yang memiliki riwayat asma, sinusitis, atau alergi terhadap udara dingin, BMKG meminta agar membawa obat-obatan pribadi atau inhaler.

Ia juga mengingatkan bahwa udara pegunungan pada musim kemarau sangat kering sehingga pengunjung dianjurkan membawa pelembap kulit dan pelembap bibir untuk mencegah kulit maupun bibir pecah-pecah.

“Bagi wisatawan yang ingin berburu embun upas di Dieng, fenomena tersebut umumnya mulai terbentuk pada malam hari dan terlihat paling jelas di sekitar lapangan Kompleks Candi Arjuna pada pukul 04.00-06.00 WIB sebelum mencair saat matahari mulai meninggi,” pungkas Guruh.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/859e899132.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar bagi Pejuang Kanker

  • Marak Balap Liar, Dinas Pendidikan Situbondo Akan Sanksi Siswa yang Bandel

  • Arsene Wenger Jawab Kritik Aturan Jeda Minum Piala Dunia 2026

  • Slamet Ariyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum BM PAN

  • Modus Kurir Ojol Selesaikan Pesanan tapi Laptop Tak Sampai ke Warga Jakpus

  • Juventus Incar Richarlison, Manfaatkan Koneksi De Zerbi dan Carnevali

  • Prabowo ke Mentan Amran Sulaiman: Negara dan Bangsa Masih Butuh Kau

  • Melihat Keseruan Final Liga Aspal, Gang Sempit Menteng Dipadati Warga

Artikel Populer

  • 1Istana dan Gerindra Kompak Minta Hotman Jangan Kaitkan Febrie dengan Prabowo
  • 2Sindikat Penipuan Online Berkedok Lelang Mobil di Medan Dibongkar, Otak Pelakunya Ternyata Penjaga Kos Korban
  • 3MenPAN-RB Sampaikan Capaian Kinerja Tahun 2025 di Rapat Kerja DPR RI
  • 4Mitsubishi XForce Hybrid Masuk Grup Neraka, Bagaimana Peluangnya?
  • 5Menteri HAM Kerahkan Tim untuk Kawal Penyelesaian Konflik di Adonara
  • 6Bupati Majalengka Optimistis Masa Depan Bandara Kertajati Cerah Saat Jadi Pusat Industri Dirgantara
  • 7Pelajar Indonesia Gelar Konferensi Internasional di Australia, Ini Tujuannya
  • 8Prabowo Puji Danantara Pangkas 250 BUMN dalam 18 Bulan: Saya Bangga
  • 9Nomor Peneror Bom SDN Srengseng Sawah Diduga Juga Pernah Teror Warga
  • 10PGN Pasok 2.500 MMBTU Gas ke Produsen Aspal
  • 11Densus Pastikan Pelaku Teror Bom di SDN Jaksel Tak Terkait Jaringan Teroris
  • 12Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Jaksel, Diduga Bunuh Diri

Tag Populer

  • Teknologi
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Hiburan
  • Wisata

Populer Situs

Gugur Dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, Serda Hengki Pernah 15 Tahun Tugas di Timika

Link Cek Desil Kemensos Juli 2026, Cukup Masukkan NIK KTP

RW di Kalideres Jakbar Buka Sayembara Rp 10 Juta Buru Pencuri 5 Tabung Gas

SDM Bersertifikat Minim, Sanitasi Indonesia Terendah di Asia Tenggara

Pembakaran Rumah Hakim di Medan, Pelaku Dituntut 7 Tahun Penjara dan Minta Keringanan Hukuman

Kisah Dedi, WNI yang Baru Kuliah Kedokteran Gigi di Jerman pada Usia 30 Tahun

Cara Nonton Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 via Live Streaming dan TVRI, Kickoff 02.00 WIB

Kolaborasi Heri Dono dan Adelle, dari Kanvas ke Koleksi Perhiasan

Artikel Populer

  • 1Rahmat Dimas Pembunuh Ojol di Tangerang Ditetapkan Sebagai Tersangka
  • 2PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
  • 3Gunung Karangetang Sulut Erupsi, Lontarkan Material Pijar
  • 4Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah, Perlukah Izin Presiden? Ini Kata Pakar
  • 5Pemprov Jateng Ditetapkan Jadi Pilot Project Pengadaan Berkelanjutan
  • 6Kantong Parkir Ketandan di Kawasan Malioboro Ditutup Sementara, Dishub DIY Lakukan Penambahan Kapasitas
  • 7Pria Ditemukan Tewas di Hotel Mewah Jaksel, Ada Luka Tembak di Kepala
  • 8Bareskrim Bongkar Peredaran Vape Narkoba di Apartemen Jaktim, 3 Jadi Tersangka
  • 9Titik Api Kembali Muncul di Sumsel, 35 Hektare Lahan Terbakar
  • 10Riau Bhayangkara Run Sukses Digelar, Jadi Magnet Sport Tourism

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Kesehatan
    • Berita
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Bisnis
    • Hiburan
    ×