• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Kesehatan›KPK Usul Rekening Dana Otsus Papua Dipisah dari APBD, Ini TujuannyaArtikel

KPK Usul Rekening Dana Otsus Papua Dipisah dari APBD, Ini Tujuannya

Kesehatan2026-09-08 02:57:31349

KPK mendorong pemisahan rekening dana Otonomi Khusus Papua dari rekening APBD untuk memperkuat transparansi dan pengawasan. Langkah ini dinilai akan memudahkan pelacakan arus masuk dan keluar anggaran sehingga pengelolaan dana otsus menjadi lebih akuntabel, transparan, dan mudah diawasi.

"Kita ingin pengelolaan dana otsus memiliki mekanisme yang jelas, transparan, dan mudah diawasi. Dengan sistem yang semakin baik, potensi penyimpangan dapat diminimalkan dan manfaat anggaran benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua," ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto saat membuka Rapat Koordinasi Perbaikan Tata Kelola Dana Otonomi Khusus Papua di Aula Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Kamis .

Selain mengevaluasi tata kelola, KPK akan menindaklanjuti pelaksanaan komitmen bersama yang sebelumnya telah ditandatangani oleh pemerintah daerah di Tanah Papua Raya. Setyo mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus menyusun langkah perbaikan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Rapat koordinasi ini dihadiri para gubernur, bupati, dan wali kota se-Tanah Papua Raya bersama DPR Papua, Majelis Rakyat Papua , serta kementerian dan lembaga terkait untuk menyusun langkah bersama memperkuat tata kelola dana otsus dari tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran. KPK menekankan pentingnya memastikan setiap anggaran otsus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi bersama kementerian, lembaga, dan seluruh pemerintah daerah di Tanah Papua Raya.

"Setiap rupiah dana otonomi khusus harus dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan publik, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan. Karena itu, yang kita bangun bukan hanya kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga sistem yang mampu mencegah terjadinya penyimpangan," kata Setyo.

Setyo mengatakan tahun kedua masa kepemimpinan kepala daerah menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki tata kelola pemerintahan. Dia mengatakan momentum itu juga termasuk untuk memastikan pengelolaan dana otsus makin efektif dan bebas dari risiko penyimpangan.

"Yang kami harapkan bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi bagaimana seluruh kepala daerah memiliki komitmen yang sama untuk memperbaiki tata kelola. Jika masih ditemukan persoalan, mari kita identifikasi bersama akar masalahnya, lalu kita selesaikan melalui pembinaan, pendampingan, dan pengawasan yang melibatkan seluruh kementerian dan lembaga terkait," katanya.

Sebagai bagian dari penguatan sistem pencegahan, KPK menggandeng Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Bappenas, LKPP, BPKP, dan BPK agar evaluasi terhadap pengelolaan dana otsus dilakukan secara komprehensif sesuai kewenangan masing-masing. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan perbaikan yang berkelanjutan, bukan hanya menyelesaikan persoalan administratif.

"KPK memiliki fungsi monitoring, koordinasi, dan supervisi. Namun keberhasilan perbaikan tata kelola sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya bukan mencari kesalahan, melainkan memastikan sistem pemerintahan berjalan semakin baik dan risiko korupsi dapat ditekan," ujarnya.

Dalam proses evaluasi, KPK mengidentifikasi sejumlah area yang masih memiliki risiko penyimpangan, antara lain pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset daerah, manajemen kepegawaian, hingga pengelolaan keuangan daerah. Salah satu temuan yang menjadi perhatian yakni masih adanya aset daerah yang belum dikembalikan meski pejabat yang menggunakannya telah memasuki masa purna-tugas.

Sementara itu, Gubernur Papua melalui sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, mengapresiasi KPK dan seluruh kementerian, lembaga yang telah menginisiasi forum tersebut. Forum ini dinilai menjadi momentum bersama untuk memperkuat komitmen membangun pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berintegritas, khususnya dalam pengelolaan dana otsus, perencanaan dan penganggaran pembangunan, serta pengadaan barang dan jasa.

"Seluruh proses tersebut merupakan fondasi utama agar setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama Orang Asli Papua. Kita menyadari bahwa Dana Otonomi Khusus merupakan amanah yang harus dijaga bersama," ujar Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen.

"Dana tersebut bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran, melainkan instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua," sambungnya.

Sebagai informasi, dalam kesempatan ini juga dilakukan pelantikan Forum Pencegahan Antikorupsi Pengelolaan Dana Otonomi Khusus Wilayah Papua. Pembentukan forum ini diharapkan menjadi wadah koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam mengawal implementasi tata kelola dana otsus yang semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Papua.

Simak juga Video 'Prabowo ke Kepala Daerah Papua: Jangan ke LN Pakai Dana Otsus!':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/047d699946.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Kronologi Bus Sinar Jaya Terguling di Brebes, Hantam Jembatan lalu Tabrak Truk

  • Viral Dipakai untuk Jerawat, Dokter Ungkap Fungsi Sebenarnya Cairan Infus di Klinik Kulit

  • Revitalisasi Keraton Solo Dikebut, 300 Pekerja Dilibatkan

  • 2 Maling Truk di Bogor Ditangkap Usai 2 Jam Beraksi, Pelaku Residivis

  • Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Turun hingga 0 Cm, Dasar Aliran Terlihat Jelas

  • Ketika Seniman Tua di Aceh Utara Pamerkan Ratusan Alat Musik Rapai Pase Berusia 1 Abad

  • Mendagri Minta Pemda & Dekranasda Identifikasi Potensi Kerajinan Wilayah

  • Asap Kebakaran Hutan di Kanada dan Minnesota Selimuti Washington DC

Artikel Populer

  • 18 Makanan yang Sering Lupa Dicuci, Padahal Penting untuk Kesehatan
  • 2Walhi Jatim Sebut Kebakaran TPA Benowo Bentuk Kegagalan Penanganan Sampah
  • 3Promo FamilyMart 17-19 Juli 2026, Pepaya California Cuma Rp 1.990 Per 100 Gram
  • 4Gangguan Layanan Air PAM Semestinya Diikuti Diskon Tagihan Pelanggan
  • 5Kejari Pasuruan Tegaskan Proses Hukum Bukan untuk Hambat Program di Daerah
  • 6BMKG: Ini Wilayah Berpotensi Hujan dan Angin Kencang pada 20 Juli 2026
  • 7Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah
  • 8Kejagung: Febrie Adriansyah Baru Jadi Tersangka di Kasus Asabri dan TPPU
  • 9Ibu Muhammad, Penjual Roti yang Putus Sekolah Akan Diberi Lapak di Lokbin Jakpus
  • 10Peneror Bom di SDN Jaksel Tak Sangka Ulahnya Bikin Heboh, Kini Menyesal
  • 11Seberapa Berisiko Langkah Iran Gandakan Tekanan Lewat Hormuz?
  • 12Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Telur Cokelat dan Telur Putih

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Berita
  • Otomotif
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Bisnis
  • Wisata

Populer Situs

Saham IPO Sering ARA Berkali-kali, Analis Ingatkan Ritel Jangan Terjebak Hype

Momen Pelaku Penusukan Acak di Tangerang Ampun-ampunan saat Dibekuk Polisi

Timnas Putri Indonesia Melaju ke Final Piala AFF Putri 2026 Usai Taklukkan Singapura 2-0

Beredar Kabar Adanya Pemutihan Pajak Motor Gratis 2026 di Jabar, Polres Indramayu: Informasi Hoaks!

Efek Domino Kenaikan Harga Obat bagi Pengeluaran Keluarga

7 Ide Meal Prep di Bawah Rp 200.000 untuk Seminggu, Cocok untuk Pemula

Tips Pakai Hijab dan Baju Bermotif, Tetap Stylish dan Tidak Berlebihan

Efek Domino Kenaikan Harga Obat bagi Pengeluaran Keluarga

Artikel Populer

  • 1Rekayasa Lalin Saat RBR 2026 Tetap Mengakomodir Jemaat Gereja
  • 2Kasus Pemerkosaan Anak di Sampang, Pakar Sebut Hukuman Pelaku Bisa Diperberat
  • 3Ketum Dekopin: Baru di Era Presiden Prabowo Gerakan Koperasi Dapat Perhatian
  • 4Ditolak Atletico Madrid, Barcelona Akan Kembali Tawar Julian Alvarez
  • 5Respons Cepat Dokkes Polres Jakpus Selamatkan Wanita yang Alami Pendarahan
  • 6Warga Diimbau Siapkan Cadangan Air Selama Perawatan IPA Hutan Kota
  • 7Terungkap Pidato Messi Sebelum Hadapi Spanyol, Bakar Semangat Timnas Argentina
  • 8Mitos Piala Dunia Dongkrak Ekonomi, Benar atau Tidak?
  • 9Serang Polisi Pakai Sajam, Bandar Narkoba di Riau Dilumpuhkan
  • 10Bekas Lahan Sampah di Sukmajaya Depok Kebakaran, 2 Orang Berhasil Dievakuasi

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Bisnis
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Berita
    • Wisata
    ×