• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Otomotif›Mimpi Inggris ke Final Piala Dunia Kandas Usai Ditaklukkan ArgentinaArtikel

Mimpi Inggris ke Final Piala Dunia Kandas Usai Ditaklukkan Argentina

Otomotif2026-09-08 03:44:398

Harapan Inggris untuk menjuarai Piala Dunia kandas setelah Argentina mencetak dua gol pada menit-menit akhir untuk membalikkan keadaan dan memenangkan laga semifinal dramatis di Atlanta.

Tim asuhan Thomas Tuchel sempat berada di jalur menuju final Piala Dunia putra pertama Inggris sejak kesuksesan mereka pada 1966, setelah Anthony Gordon membawa The Three Lions unggul dalam laga sengit pada menit ke-55.

Namun, Argentina bangkit berkat inspirasi para pemainnya. Enzo Fernandez mencetak gol yang spektakuler lima menit menjelang laga usai, sebelum Lautaro Martinez menyundul umpan silang Lionel Messi untuk mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Penantian Inggris untuk kembali meraih kesuksesan pun berlanjut. Mereka kini akan menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga, sementara Argentina akan berusaha mempertahankan gelar juara saat menghadapi Spanyol pada Senin dini hari.

Atmosfer panas di dalam maupun di luar Stadion Atlanta tercermin dalam babak pertama yang berlangsung keras dan diwarnai 19 pelanggaran.

Wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, tampak kesulitan mengendalikan jalannya pertandingan.

Fernandez sempat menjadi pemain yang paling dekat mencetak gol melalui tendangan jarak jauh yang tipis melenceng dari sasaran.

Namun, justru Inggris yang memecah kebuntuan ketika Morgan Rogers membenarkan kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan mengirim umpan silang sempurna dari sisi kanan yang diselesaikan Gordon di tiang jauh.

Gol tersebut memicu respons Argentina. Inggris kemudian membutuhkan penyelamatan refleks yang brilian dari kiper Jordan Pickford untuk menggagalkan sundulan Nico Gonzalez.

Saat Inggris terus berada di bawah tekanan, Alexis Mac Allister menanduk bola yang membentur tiang gawang sebelum Argentina akhirnya menyamakan skor lima menit menjelang waktu normal berakhir. Fernandez menaklukkan Pickford yang tampil gigih melalui tendangan keras dari jarak sekitar 25 yard.

Tuchel menyiapkan timnya untuk mempertahankan kotak penalti dengan menempatkan empat bek tengah.

Namun, momentum Argentina tak terbendung. Mac Allister kembali menghantam tiang gawang sebelum pertahanan Inggris akhirnya runtuh pada menit ke-92, ketika Martinez mencetak gol yang memastikan kemenangan Argentina dalam semifinal yang memikat ini.

Inggris, seperti yang beberapa kali terjadi ketika kemenangan tampak sudah berada dalam genggaman mereka, termasuk di era Sir Gareth Southgate, tiba-tiba bermain terlalu berhati-hati. Dalam hal ini, pelatih kepala Thomas Tuchel juga harus memikul sebagian tanggung jawab.

Dari posisi yang relatif mengendalikan pertandingan, meski hanya relatif dalam atmosfer semifinal Piala Dunia yang begitu intens melawan Argentina, Tuchel dan timnya justru menyerahkan inisiatif permainan kepada lawan. Konsekuensinya terbukti sangat merugikan.

Mimpi menuju final mulai terlihat nyata setelah gol Anthony Gordon. Namun setelah itu, Inggris memilih bertahan lebih dalam dan menumpuk pemain belakang.

Keputusan memasukkan Ezri Konsa menggantikan pencetak gol Gordon saat laga menyisakan 18 menit menjadi salah satu simbol pendekatan tersebut.

Kali ini, strategi mengandalkan postur tinggi Dan Burn sebagai benteng pertahanan tambahan juga tidak membuahkan hasil.

Inggris terkurung di area penalti mereka sendiri dan terus-menerus berada di bawah tekanan. Tuchel mengubah formasi menjadi lima bek terlalu cepat, sebuah langkah yang justru mengundang tekanan lebih besar dari Argentina.

Pada akhirnya, pertahanan Inggris runtuh.

Di antara berbagai kekecewaan yang dialami Inggris dalam beberapa tahun terakhir, kekalahan ini mungkin menjadi yang paling menyakitkan.

Mereka sudah begitu dekat dengan final, tetapi sekali lagi harus menerima akhir yang pahit dan terasa begitu akrab.

Lionel Messi memang baru menunjukkan pengaruh besarnya pada fase akhir semifinal Piala Dunia yang penuh drama ini. Tapi ketika momen itu tiba, dia sekali lagi menjadi inspirasi utama bagi Argentina.

Dalam tim Argentina yang sejauh ini seolah menolak untuk kalah di Piala Dunia ini, Messi berperan penting dalam kebangkitan timnya.

Dia memberikan umpan yang berujung pada gol penyama kedudukan Enzo Fernandez melalui tendangan keras lima menit menjelang pertandingan berakhir.

Tak lama kemudian, Messi mengirim umpan silang dengan kaki kanannya yang disundul Lautaro Martinez menjadi gol kemenangan pada masa injury time, membuat Inggris harus menelan kekecewaan besar.

Performa Argentina meningkat setelah mereka meninggalkan pendekatan kontroversial yang mewarnai permainan mereka pada babak pertama.

Alih-alih mengandalkan upaya-upaya mengganggu ritme lawan, Argentina mulai mendominasi permainan dan secara fisik menguasai pertandingan saat Inggris semakin tenggelam dalam pendekatan bertahan.

Gelombang demi gelombang serangan pada menit-menit akhir akhirnya terlalu sulit dibendung oleh Inggris.

Kini, pada usia 39 tahun, Messi berpeluang menambah satu lagi gelar Piala Dunia ke dalam koleksi prestasinya.

Di final nanti, dia akan berhadapan dengan bintang muda Spanyol yang digadang-gadang sebagai penerus takhtanya, Lamine Yamal, serta tim juara Eropa yang tampil luar biasa saat menyingkirkan Prancis di semifinal lainnya.

Simak juga Video: Harry Kane Bicara soal Apa yang Salah dari Timnas Inggris

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/143d699850.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Polisi Dalami Dugaan Bullying Siswa Bawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang

  • Survei AFTECH: Fintech Beralih Fokus ke Penguatan Fundamental Bisnis

  • Dedi Mulyadi Pilih Benahi Masalah Jabar daripada Ganti Nama Jadi Tatar Sunda

  • Isak Tangis Warnai Evakuasi Korban Ledakan Gudang Amunisi Gupusmu Madiun

  • Kucing-kucing Penghuni Stasiun dan Ledakan Populasi yang Terus Bertambah

  • Bikin Sinyal di Jakarta-Jabar Hilang, Pencuri Modul BTS Diatur WNA di Bangkok

  • Pemkab Agam Usulkan Trase Baru Tol Sicincin-Bukittinggi, Diklaim Kurangi Dampak ke Permukiman

  • Harga Emas Antam Hari Ini 21 Juli 2026, Wajib Tahu Sebelum Beli

Artikel Populer

  • 1Awasi Bursa Mineral, OJK Akan Punya Komisioner Baru
  • 2Waka Komisi III DPR Kritik Hotman soal Febrie: Gak Usah Bawa-bawa Presiden
  • 3Bosan Saat Uji Coba Penerbangan, Pilot Bikin "Ukiran" di Langit
  • 4Memanas! AS Gempur Kota Pembangkit Nuklir Iran
  • 5Bocah di Bekasi Dianiaya Ibu Tiri saat Ditinggal Ayah Kerja di Luar Negeri
  • 6Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
  • 7Takhayul Bikin Rumah Angker Sulit Laku di Jepang, Apa Solusinya?
  • 8Polisi Tunda Pemeriksaan Siswa Perakit Bom di Padang, Tunggu Pemulihan Psikologis
  • 9FIFA Buka Investigasi Keributan Argentina Vs Spanyol di Laga Final, Apa Sanksi yang Mengintai?
  • 10Harga Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite Melonjak 9,4 Persen
  • 11AHY Ungkap Rencana Pembangunan Infrastruktur Bali, Transportasi Massal hingga Taksi Air
  • 12Kelakuan RX King Lawan Arah di Pakansari Bikin 3 Korban Bergelimpangan

Tag Populer

  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Berita
  • Pendidikan
  • Wisata

Populer Situs

KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Terkait Kasus Bupati Muara Enim

Harta Benda Ludes dalam Kebakaran Bekasi, "Saya Hanya Sempat Selamatkan Anak-anak..."

Tak Mau Salahkan Masa Lalu, Davina Karamoy: Memang Sudah Takdirnya

Israel Akan Kerahkan Buaya untuk Jaga Keamanan di Penjara

Motif Penusukan di Jakbar Terungkap, Dipicu Video Pacar yang Diduga Disebar

Bikin Sinyal di Jakarta-Jabar Hilang, Pencuri Modul BTS Diatur WNA di Bangkok

Sego Wiwit yang Sulit Dijumpai, Kuliner Khas Yogya dan Simbol Syukur Petani

AS Naikkan Tarif Impor Brasil Jadi 25 Persen, Sengketa Dagang Memanas

Artikel Populer

  • 1Mendagri Ungkap Strategi Cegah Korupsi di Daerah Lewat Sistem-Integritas
  • 2Ford Bidik Kembali Pasar Fleet, Sasar Tambang dan Perkebunan
  • 3OTT Bupati Lombok Barat, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta
  • 4Polisi Tegaskan Usut Tuntas Kasus Bocah Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri
  • 5Purbaya Akui Sempat Tarik Dana SAL dari Himbara atas Permintaan BI
  • 6Polisi Ungkap Asal-usul Senpi di Kasus Pengusaha Tewas di St Regis
  • 7Indonesia Bangun Pusat Pembibitan Babi Berstandar Internasional, Datangkan 546 Indukan dari Denmark
  • 8Kunci Sukses Timnas Voli Putra Bungkam Kamboja 3-0 di SEA V Cup 2026
  • 9Gus Ipul Jamin Prabowo Tak Ikut Campur di Muktamar PBNU
  • 10Presiden Prabowo Sebut Perlindungan Sosial Indonesia Kian Kuat

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Otomotif
    • Berita
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    ×