• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Bisnis›Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca PanasArtikel

Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas

Bisnis2026-09-08 02:52:10634

‎Halaman depan rumah yang diaspal untuk diubah menjadi jalan masuk kendaraan merupakan faktor yang berkontribusi memperparah kenaikan suhu akibat krisis iklim.

Tren pengaspalan halaman depan sejak satu dekade lalu memperburuk pemanasan di siang hari dan pendinginan pada malamnya.‎‎Secara individual, alih fungsi kebun di halaman depan rumah menjadi jalan aspal untuk kendaraan kemungkinan tampak kecil.

Namun, seiring semakin banyaknya taman di rumah menghilang akibat peningkatan jumlah jalan masuk beraspal, muncul masalah kenaikan suhu yang menyita perhatian secara mendadak karena mereka kesulitan tidur.

Hanya sekitar 8 persen halaman depan rumah di Inggris yang sepenuhnya diaspal pada 2005. Angka tersebut meningkat tiga kali lipat menjadi sekitar 24 persen pada 2015.‎‎RHS memperkirakan ada 20,6 juta kebun rumah (depan dan belakang) di Inggris pada 2025, yang mencakup sekitar 502.757 hektar. Kebun-kebun rumah di Inggris secara keseluruhan mencakup area sekitar tiga kali lebih besar ketimbang gabungan semua cagar alam nasional.

Oleh karena itu, kebun rumah memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung kehidupan satwa liar.‎‎Menurut Research Fellow at the Sustainability Research Institute, University of East London, Karina Corada-Pérez, mengganti vegetasi dengan permukaan keras mengurangi habitat bagi tumbuhan dan satwa liar sekaligus meningkatkan limpasan permukaan dan risiko banjir.‎‎"Keinginan akan lebih banyak tempat parkir di luar jalan mungkin telah berkontribusi pada tren ini. Pergeseran ke kendaraan listrik mungkin telah menciptakan insentif lain untuk mengaspal halaman depan, karena hibah pemerintah membantu rumah tangga membiayai titik pengisian daya di rumah," ujar Corada-Pérez, dilansir dari The Conversation, Jumat (17/7/2026).

Suhu permukaan tanah

‎Permukaan kedap air, termasuk aspal yang digunakan untuk banyak jalan masuk, menyerap panas, sehingga meningkatkan suhu tanah dan udara.

Permukaan ini menyerap hingga 95 persen radiasi matahari yang masuk selama siang hari, mencapai suhu permukaan 50–55°C (122–131°F), dibandingkan dengan 27–32°C (81–90°F) untuk area yang ditutupi rumput atau pepohonan .‎‎Pada siang hari, panas ini tersimpan dan dilepaskan secara perlahan setelah matahari terbenam atau disebut fenomena efek pulau panas perkotaan (urban heat island). Suhu udara malam hari menjadi lebih hangat , terutama selama gelombang panas.

Tidak seperti vegetasi, material keras ini mempunyai sedikit kemampuan untuk mendinginkan diri melalui penguapan dan membuat kota menjadi lebih panas.‎‎Urban heat island ini bisa meningkatkan suhu kota sebesar 1–3 derajat Celcius dibandingkan dengan daerah pedesaan sekitarnya. "Itulah mengapa selalu terasa lebih panas di kota pada malam hari di musim panas," ucapnya.

Di lingkungan perkotaan, ruang hijau melepaskan kelembapan ke udara, yang melembabkan atmosfer dan secara signifikan mengurangi suhu udara. Mekanisme tersebut sama sekali tidak ada di area yang diaspal.‎‎Mengganti halaman depan yang beraspal dengan rumput dapat mengurangi suhu permukaan siang hari sebesar 1,5–2,0 derajat Celcius dan suhu malam hari sebesar 0,3–0,5 derajat Celcius.

Dengan menambahkan pepohonan, kata dia, akan menggandakan manfaatnya, di mana pendinginan siang hari sebesar 2,0–3,0 derajat Celcius dan pengurangan suhu malam hari sebesar 0,5–1,0 derajat Celcius. Jadi, meningkatkan ruang hijau perkotaan sebesar 10 persen —terutama dengan menanam pohon— bisa menurunkan suhu udara rata-rata sekitar 0,5 derajat Celcius..‎‎"Halaman depan rumah yang ditanami tanaman, alih-alih jalan masuk kendaraan, juga dapat mengurangi risiko banjir dengan menyerap air hujan, menyaring polutan udara, mendukung keanekaragaman hayati , dan meningkatkan kesejahteraan mental," tutur Corada-Pérez.‎‎Sebelumnya, sebanyak empat dari lima rumah dan gedung perkantoran di 25 kota besar Eropa tidak memiliki tutupan pohon yang memadai untuk membantu menurunkan suhu di sekitarnya. Kondisi ini memperbesar risiko paparan gelombang panas di kawasan perkotaan yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.‎‎Temuan tersebut merupakan hasil penelitian yang dipimpin oleh peneliti Universitas RMIT Australia, Thami Croeser. Tim peneliti memetakan tutupan kanopi pohon dalam radius 60 meter dari sekitar 5,5 juta bangunan di Prancis, Spanyol, Italia, Jerman, Portugal, Yunani, dan Inggris.‎‎Hasilnya, sebanyak 84 persen bangunan berada di bawah ambang batas tutupan kanopi pohon yang dinilai mampu memberikan efek pendinginan secara signifikan.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/179b899812.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Menyoal Rencana DJP Gandeng Babinsa TNI Awasi Kepatuhan Pajak

  • Stres Berat Bikin Durasi Haid Lebih Lama? Ini Kata Dokter

  • AS Lancarkan Serangan Terbaru, Trump Ingatkan Iran Bersikap Baik

  • Plt Jampidsus Ungkap Pesan JA Tangani Kasus Febrie Secara Profesional

  • Polisi Tangkap Pengedar Upal di Tangerang, Duit Palsu Rp 68 Juta Disita

  • Israel Bocorkan Keberadaan Terbaru Mojtaba Khamenei, Sebut Tak Lagi di Iran

  • Gangguan Layanan Air PAM Semestinya Diikuti Diskon Tagihan Pelanggan

  • Cerita Resepsionis Hotel Podomoro Batang Gagalkan Penodongan, Pilih Melawan demi Jaga Tempat Kerja

Artikel Populer

  • 1Anggota DPR Usul Refocusing MBG: Prioritaskan Balita hingga SMP, Evaluasi Siswa SMA
  • 2Antrean BBM di Medan Mulai Berkurang, Kurir: Tak Separah Sebelumnya
  • 3Mensos Sebut Penyaluran Bansos Akan Lewat Kopdes Merah Putih
  • 4Instagram Down Global, Pengguna di Indonesia Keluhkan Gagal Upload IG Story
  • 5Polri Libatkan Secret Service Cek Keaslian Barang Bukti Kasus Febrie Adriansyah
  • 6Hari Pertama Sekolah, Gubernur Lampung Pastikan MBG Berjalan Lancar
  • 7Cerita Zhafif, Siswa SMAS Kharisma Bangsa yang Ikut Olimpiade Internasional
  • 8Ibu Femas Yani Arianto Buka Suara Terkait "Kaburnya" Sang Anak di Korea Selatan
  • 9Rp 715 Miliar Dana Pensiun PNS Malaysia Nyangkut di eFishery, Pengelola Tempuh Segala Cara
  • 10Polda Metro Apresiasi Loyalitas Tanpa Batas Purnawirawan Polri
  • 11Nama Bayi Muhammad MBG Subianto di Wonosobo: Ini Alasan Pemilihannya dan Solusi Disdukcapil
  • 12Lagi Cari Kayu, Warga Temukan Kerangka Manusia di Pesisir Lampung Selatan

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Wisata
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Berita
  • Olahraga
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Teknologi

Populer Situs

Istri Kenang Momen Suapan Terakhir Ojol Sebelum Dibunuh di Tangerang

Pertunjukan Angklung Ramaikan Hari Kemerdekaan ke-81 RI di IKN

Liburan Berakhir di Klinik akibat Sengatan Ubur-ubur Pantai Glagah

Prabowo Puji Danantara Pangkas 250 BUMN dalam 18 Bulan: Saya Bangga

Banjir Rob Masuk Sekolah, Disdik Surabaya Sebut MPLS Tak Terganggu

Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: 'It's My Dream'

Tabrak Tong Sampah saat Kabur, 2 Maling Motor Diamuk Massa di Jaksel

Febrie Adriansyah Tersangka 3 Kasus Korupsi, Perkara Dilimpah ke Kejagung

Artikel Populer

  • 1Awal Mula Pria di Depok Challenge Bocah Makan Cabai dan Masuk Freezer
  • 2Kemensos Intens Dampingi Anak Yatim Piatu Kecanduan Hirup BBM di Sukabumi
  • 3Momok Tahunan Banjir di Kuta-Seminyak, Pemkab Badung Bangun Drainase dan Tambah Pompa Air
  • 4Bahlil Buka Peluang Harga Pertamax Turun Jika Minyak Dunia Turun
  • 5Pemuda Madiun Kabur Saat Tur Korsel, Ibunda Ditagih Rp 50 Juta
  • 6Barcelona Jadikan Bomber Al Nassr Opsi Cadangan jika Gagal Gaet Julian Alvarez
  • 7Polisi Ungkap Grup WA 27 Pemerkosa Gadis Sampang Bernama 'Teh Gembul'
  • 8Pimpinan BGN yang Baru pun Heran Laporan Keuangan Era Dadan Dapat WTP BPK
  • 9Menggila, Harga Tiket "Resale" Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 41 Miliar
  • 10Liga Aspal Menteng Ubah Gang Sempit Jadi Panggung Bibit Sepak Bola

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Wisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Berita
    • Teknologi
    • Hiburan
    • Bisnis
    ×