• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Otomotif›MBG Watch Sebut Penerima MBG Mestinya Hanya 26 Juta OrangArtikel

MBG Watch Sebut Penerima MBG Mestinya Hanya 26 Juta Orang

Otomotif2026-09-08 02:51:399

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota MBG Watch, Media Wahyudi Askar, mengungkapkan bahwa jumlah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya hanya berkisar di angka 26 juta jiwa, lebih sedikit dari target penerima MBG yang mencapai 82 juta jiwa.

"Kalau seandainya penerimanya benar, masyarakat miskin 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), kemudian ibu hamil, kemudian mereka yang betul-betul membutuhkan, balita, itu jumlahnya hanya 26 juta penerima," kata Media dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (16/7/2026).

MBG Watch adalah koalisi masyarakat yang mengadvokasi kebijakan pelaksanaan MBG.

Menurut Media Wahyudi Askar, pembatasan target penerima MBG tidak hanya membuat program menjadi lebih tepat sasaran, tetapi juga dapat memangkas anggaran secara signifikan tanpa harus mengganggu pos anggaran penting lainnya seperti dana pendidikan.

"Kalau dilakukan dengan benar, simulasi kami itu hanya 67 triliun per tahun, dan itu semuanya ya. Kalau bisa bertahap Bapak-Ibu, mungkin hanya butuh 10 triliun dulu mungkin. Jangan juga ambil dari dana pendidikan, ambil dari dana pajak progresif yang lain," jelasnya.

Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios) tersebut mendorong agar pemerintah memanggil Badan Pusat Statistik (BPS) untuk membuka data secara transparan demi menyelaraskan basis penerima program.

"Itu BPS panggil saja, bapak-ibu. Panggil saja, buka semua datanya. Dan harapannya mereka jujur ya. Kalau mereka jujur, harusnya sama datanya dengan saya, karena saya olah data BPS," ujar Media.

Kendati demikian, ia pesimistis formula yang ia tawarkan dapat diterapkan dalam waktu dekat.

Menurutnya, program yang berjalan saat ini sudah terlanjur melibatkan berbagai institusi dan organisasi di lapangan, sehingga ruang untuk melakukan evaluasi menjadi sangat sempit tanpa adanya kemauan politik yang kuat dari pemerintah.

Media Wahyudi juga mengkritik keras jalannya program MBG saat ini yang dinilainya telah mengabaikan aspek metodologi ilmiah dan data statistik yang riil.

"Jadi saya, saya terus terang mungkin setop di sini Bapak-Ibu. Ini sudah sehabis-habis upaya kami. Kalau saya pribadi Bapak-Ibu, saya ngolah data statistik BPS itu sejak tahun 2014, saya sampai hafal datanya luar-dalam. Tapi ini kebijakan tidak berbasis data, tidak berbasis sains," tegasnya.

Komisi IX DPR bakal Bentuk Panja

Komisi IX mewacanakan akan membentuk panitia kerja tata kelola MBG guna menyelesaikan berbagai persoalan yang timbul dari implementasi program MBG.

"Ya, (panja) ini akan kami bahas di rapat internal komisi dan saya rasa ini masukan yang sangat baik," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, (16/7/2026).

Charles mengatakan langkah tersebut diambil lantaran belum adanya peta jalan yang jelas pada program MBG.

"Harapan kami dengan adanya panja tersebut, kita nanti bisa membahas ini jauh lebih spesifik dan komprehensif, dan menghasilkan bukan saja rekomendasi kepada pemerintah, tetapi juga sebuah roadmap bahwa program ini harus dijalankan seperti apa," ujarnya.

Charles mengatakan bahwa pembentukan Panja ini menjadi krusial mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan serta luasnya cakupan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

"Jumlah penerima manfaatnya berapa sih sebetulnya? Karena kalau kita mengacu pada tujuan awal program ini, memperbaiki kondisi gizi anak, mengurangi angka stunting, maka tidak semua anak harus diberikan makan," tegasnya.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/318e699675.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Ayah Tiri di Sampang Perkosa Anak, Korban Diselamatkan Paman dan Bibi setelah Dituduh Bohong oleh Ibunya

  • OSCT Indonesia Gandeng BOPPJ Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Pencemaran Laut

  • Kerusakan Umum pada Motor Listrik Setelah 1 Tahun Pemakaian

  • Presiden To Lam Undang Prabowo Kunjungan Resmi ke Vietnam

  • TNI AD Berduka 1 Personel Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

  • Tak Sekadar Naik Perahu, Wisatawan Bisa Mendengar Kisah Waduk Sermo dari Atas Kapal

  • Prabowo Ungkit Kalah Pilpres: Tapi Gerakan Koperasi Bersama Saya

  • Standing Motor di Atas Jembatan, Pria Kampar Terjatuh ke Sungai dan Hilang

Artikel Populer

  • 1KLHN 2026: AHM Dorong Transformasi Layanan Berbasis Empati
  • 2Permukiman Rorotan Jakut Dikepung Depo Kontainer, Cermin Gagalnya Penataan Ruang Kota
  • 3Kakek Tercebur Sumur di Ciseeng Bogor, Keluarga Panik-Lapor Damkar
  • 4Wapres AS Beberkan Upaya Israel Gagalkan Kesepakatan dengan Iran
  • 5Israel Ikut Cegat Rudal Iran yang Mengarah ke Yordania
  • 6Kerusakan Umum pada Motor Listrik Setelah 1 Tahun Pemakaian
  • 7Prabowo Persilakan Kaji Pelibatan Kantin Sekolah untuk MBG
  • 8Sekolah Rakyat 2026 Tampung 28.478 Siswa Baru dari Keluarga Miskin Ekstrem
  • 9Peringatan Hari Anak Nasional, Pramono Pesan Anak Harus Punya Waktu Bermain
  • 10The Odyssey Menguras Tenaga, Christopher Nolan Bakal Vakum 3 Tahun
  • 11Keunggulan Teknis Mesin Hybrid di XForce HEV
  • 12Tarif Listrik PLN 20-26 Juli 2026 Telah Ditetapkan, Ini Rinciannya

Tag Populer

  • Otomotif
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Berita
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Hiburan

Populer Situs

Profil Timnas Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026 Lawan Spanyol

Reza Arap Kenang Memori Terindah Bersama Lula Lahfah di Syuting Harusnya Horror

Warga Protes SPMB di Lampung Timur, Kadisdik: Rumah Dekat Sekolah Belum Tentu Diterima

Hensat Puji Keberpihakan Prabowo Berantas Korupsi di Kasus Febrie Adriansyah

Edarkan Tembakau Sintetis via Medsos, 2 Mahasiswa di Jaksel Ditangkap

Anggota DPR Dorong Edukasi Bahaya Ancaman Bom usai Teror di SDN Srengseng Sawah 15

Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Teror Ancaman Bom ke SDN di Jaksel

Banyuwangi Jadi Inspirasi Pengelolaan Wisata Bahari di ASEAN

Artikel Populer

  • 1Kini Sejajar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas jadi Negara Menengah Atas
  • 2Tim DVI Polda Sulsel Minta Data Keluarga Korban KM Nurul Salsa, Antisipasi Kebutuhan Identifikasi
  • 319 Sekolah Rakyat Sudah Gelar MPLS di Gedung Permanen, Mensos: Puluhan Titik Lain Menyusul
  • 4"Smart Money" Cabut Rp 317 Miliar dari Saham RANS, JELI Rp 98 Miliar, Ada Apa?
  • 5Menkop Jelaskan Visi Presiden di Program KDKMP: Warga Desa Jadi Pelaku Ekonomi
  • 6LDA Keraton Solo Tegaskan Tak Boleh Ada yang Menghalangi Revitalisasi Keputren
  • 7Pria Nganjuk yang Dikubur di Halaman Rumah Dibunuh Anak Angkat dan Pacarnya
  • 8SDM Bersertifikat Minim, Sanitasi Indonesia Terendah di Asia Tenggara
  • 9Cari Pembuang Bayi di Semak-semak Bekasi, Polisi Periksa 4 Saksi
  • 10Pos Indonesia Pastikan Tetap Penuhi Kewajiban ke Pemegang Sukuk Meski Pembayaran Ditunda

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Otomotif
    ×