• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Bisnis›Astamaops Kapolri Minta Layanan 110 Diperkuat: Respons Cepat Bantu MasyarakatArtikel

Astamaops Kapolri Minta Layanan 110 Diperkuat: Respons Cepat Bantu Masyarakat

Bisnis2026-09-08 03:43:4241

Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komjen M Fadil Imran mendorong transformasi pada layanan kepolisian. Dia menekankan agar Layanan Polisi 110 dan Command Center tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan harus mengedepankan kecepatan respons di lapangan.

Hal itu disampaikan Fadil saat menyambangi Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, Kamis . Dalam kesempatan itu, dia meninjau langsung kesiapan Layanan 110 dan mekanisme Command Center di Polresta Sorong Kota.

Fadil mengecek alur koordinasi mulai dari operator, SPKT, hingga personel yang berpatroli. Dia mengapresiasi kenaikan angka pengaduan melalui 110 dan menegaskan bahwa indikator keberhasilan bukan hanya soal menjawab telepon.

"Telepon terjawab adalah awal dari pelayanan, bukan akhir. Yang harus kita pastikan adalah setelah masyarakat menyampaikan masalahnya, siapa yang bergerak, berapa lama polisi sampai, dan apakah persoalan masyarakat benar-benar tertangani," ujar Fadil dalam keterangannya, Jumat .

Berdasarkan data Posko Command Center 110 Mabes Polri, sepanjang Januari hingga Juni 2026, Layanan 110 Polresta Sorong Kota menerima 3.392 panggilan. Dari jumlah tersebut, 2.672 panggilan berhasil dijawab dengan success call rate mencapai 88,18 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Meski begitu, Fadil meminta agar paradigma pelayanan diubah. Menurutnya, ukuran kesuksesan yang paling penting adalah seberapa banyak masyarakat yang benar-benar terbantu setelah melapor.

"Jangan hanya bertanya berapa telepon yang kita jawab. Mulai bertanya, berapa masyarakat yang benar-benar kita bantu. Itu ukuran pelayanan yang jauh lebih penting," katanya.

Eks Kapolda Metro Jaya ini juga menginstruksikan jajaran untuk mengukur waktu respons secara berkala. Mulai dari laporan diterima, waktu penugasan anggota, hingga waktu kedatangan polisi di lokasi kejadian.

"Masyarakat tidak perlu memikirkan ini urusan fungsi yang mana. Bagi masyarakat sederhana: saya membutuhkan polisi. Tugas kitalah memastikan kebutuhan itu diteruskan kepada personel yang paling tepat dan paling cepat," tutur Fadil.

Lebih lanjut, Fadil mengingatkan jajarannya agar tidak terjebak pada fasilitas fisik Command Center. Dia menegaskan Command Center harus berfungsi sebagai pusat pengambilan keputusan yang cepat, bukan sekadar ruangan dengan teknologi mahal.

"Command Center jangan selalu dibayangkan sebagai ruangan besar dengan banyak layar atau teknologi yang mahal. Semua itu adalah alat," ucapnya.

"Hakikat Command Center adalah bagaimana kita menerima informasi, memahami masalah, mengambil keputusan, menggerakkan anggota, dan memastikan masalah masyarakat ditangani," lanjut Fadil.

Selain respons cepat, Fadil mendorong penggunaan data untuk mencegah kejahatan. Merujuk data DORS Polri, tercatat ada 1.503 kasus kejahatan di Sorong Kota pada semester pertama 2026, dengan pencurian kendaraan bermotor sebagai kasus yang paling banyak.

Dia meminta data tersebut dipetakan untuk menentukan titik dan jam rawan, sehingga patroli kepolisian lebih tepat sasaran.

"Data harus bisa menjawab: kejahatan paling sering terjadi di mana, jam berapa paling rawan, bagaimana pola kejadiannya, dan patroli mana yang paling dekat. Dari situ kita bisa menggerakkan anggota dengan lebih tepat," pungkas Fadil.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/404c699589.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Polres Bogor Bongkar 74 Kasus Narkoba, Sita 3 Kg Sabu hingga 1.193 Pil Ekstasi

  • Hampir 50 Tahun Tinggal di Rumah Warisan, Nurbaeti Terpaksa Angkat Kaki Kena Eksekusi Lahan di Pangandaran

  • Owen Rahadiyan Mundur dari Jabatan Manajer Persipura Jayapura

  • KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar Sulsel: 49 Selamat, 1 Meninggal, dan 24 Masih Dicari

  • 7 Kecamatan di Subang Dilanda Kekeringan, Ratusan Hektar Tanaman Padi Dipastikan Gagal Panen

  • Gunung Lewotobi Meletus Lagi Minggu Siang, Tinggi Kolom Abu 1,5 Kilometer

  • Ekonom Sebut Pertumbuhan Utang Luar Negeri RI Dipicu oleh Hal Ini

  • Kronologi Anjing Husky Diduga Dibacok hingga Bersimbah Darah di Bekasi

Artikel Populer

  • 1Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya
  • 2Mengapa Memilih Outfit untuk Wawancara Kerja Itu Penting? Ini Penjelasannya
  • 3Harga Sama, Ini Perbandingan Almaz RS Pro Hybrid VS XForce Hybrid
  • 4Pengiriman CPO dengan Kereta Api Naik 17,83 Persen pada Semester I
  • 5Anak Bakar Ayah Kandung di Medan, Polisi: Diduga karena Stres Ditinggal Istri Nikah Lagi
  • 6Trump Dance, Presiden AS Tak Mau Minggir dan Malah Joget Saat Selebrasi Spanyol
  • 7Promo Tambah Daya PLN Diskon 50 Persen Berakhir 27 Juli 2026, Cek Syarat dan Cara Klaimnya
  • 8Apa Itu GASS? Empat Keunggulan Teknologi Dual Mode BYD yang Perlu Diketahui
  • 9Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Meledak, 4 Korban Terjebak Belum Ditemukan Jelang Tengah Malam
  • 10Viral Satu Keluarga di Depok Diteror dan Diintimidasi Tetangga, Rumah Juga Dirusak
  • 11BP dan ConocoPhillips Siap Gelontorkan Investasi Miliaran Dollar AS ke Irak
  • 12Kunjungi Padang, Dedi Mulyadi Pilih Naik Taksi Dibanding Mobil Dinas

Tag Populer

  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Berita
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Hiburan
  • Otomotif
  • Olahraga

Populer Situs

Jalan Rusak, Ratusan Petani Bengkulu Tengah Urunan Selama 10 Bulan, Bupati Pinjamkan Alat Berat

Menkop: Koperasi yang Kelola Tambang dan Sawit Sebaiknya Bukan KDMP

Demi Bisa Kuliah Lagi, Rahmi Tempuh Perjalanan 7 Jam untuk Bertemu Dedi Mulyadi

Kritik Zlatan Ibrahimovic atas Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2026

Cak Imin Minta Relawan Lihat dan Belajar Cara Penanganan Bencana dari Jepang

Forbes Beritakan Prajogo Pangestu Berencana Beli Perusahaan Geotermal Filipina Senilai 89,7 T

ASN di Ende Terancam Tak Gajian Mulai Juli 2026 jika Pajak Belum Lunas

Sederet Masalah Ponpes Manjung Wonogiri: Dari Overkapasitas, Kasus Bullying hingga Pendiri Tersangka Pelecehan

Artikel Populer

  • 1Asap Kebakaran Hutan di Kanada dan Minnesota Selimuti Washington DC
  • 2Lari Sambil Dorong Stroller, Tren Baru Orang Tua Muda Jakarta Jaga Kebugaran
  • 3Momen Waterloo Mbappe dan Perancis di Piala Dunia 2026 
  • 4Kejagung: Febrie Adriansyah di Indonesia, Tinggal Tunggu Diperiksa
  • 5Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Warga Depok Diteror Tetangga
  • 6Perluas Pasar, Produsen Pelumas Rangkul Bengkel Lokal
  • 7JHT Dipotong Pajak, Buruh Yogyakarta Protes: Uang Hasil Keringat Sendiri Kok Dipajaki?
  • 8TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi Madiun
  • 9Cerita Damkar Karanganyar Evakuasi 5 Anak Kucing Berkat Laporan Seorang Ibu Hamil
  • 10Analisis DNA Bantah Teori Pembunuhan dalam Keluarga Medici

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Pendidikan
    • Wisata
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Hiburan
    • Otomotif
    ×