• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Berita›HRD BlueRay Siapkan 13 Amplop bagi Bea Cukai, Ada Isi Rp 5 M untuk Kode 'D'Artikel

HRD BlueRay Siapkan 13 Amplop bagi Bea Cukai, Ada Isi Rp 5 M untuk Kode 'D'

Berita2026-09-08 02:54:3896

Pihak HRD PT BlueRay Cargo bernama Viny Liverie Lie mengaku menyiapkan 13 amplop untuk diberikan kepada oknum Ditjen Bea Cukai Kemenkeu. Salah satu amplop berisi Rp 5 miliar dengan kode 'D'.

Hal ini disampaikan Vini saat bersaksi pada sidang lanjutan kasus korupsi importasi Ditjen Bea Cukai di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa . Mulanya, hakim bertanya kepada Vini, diminta menyiapkan berapa banyak amplop oleh pemilik PT BlueRay Cargo John Field untuk diberikan ke sejumlah pejabat Ditjen Bea Cukai.

"Saya ke Bu Vini, ya. Tadi Bu Vini jelaskan bahwa menyiapkan amplop itu dari Juli 2025 sampai Januari 2026 itu 13, ya?" tanya hakim.

"Iya," jawab saksi.

" 13 itu apakah semuanya Bea Cukai atau termasuk..?" tanya hakim.

"Dari Pak John semuanya Bea Cukai, kode 2," jawab saksi.

"Semuanya Bea Cukai. Dari Pak John, Pak John mengatakan 13 itu Bea Cukai?" tanya hakim.

"Iya," jawab saksi.

Kemudian, hakim menanyakan berapa jumlah yang paling besar dimasukkan ke amplop oleh Vini. Vini pun menyampaikan ada salah satu dari 13 amplop yang diisi uang senilai Rp 5 miliar dengan kode 'D'.

"Ada tidak nilainya salah satu dari amplop itu nilainya lebih dari Rp 3 M?" tanya hakim.

"Ada, Rp 5 miliar," jawab saksi.

"Rp 5 miliar? Itu kodenya apa?" tanya hakim.

"D," jawab saksi.

"D?" tanya hakim.

"Iya," jawab saksi.

Hakim lantas kembali menanyakan apakah kode 'D' itu merupakan bagian dari pejabat Ditjen Bea Cukai. Namun Vini mengatakan tidak tahu secara pasti lantaran John Field hanya memberinya kode tersebut.

"Menurut pemahaman dari saksi Vini, itu Bea Cukai?" tanya hakim.

"Saya tidak tahu. Karena dari Pak John, pas ngasih kode-kode tersebut, dia suruh saya tulisnya BC," jawab saksi.

"Oh, BC," tanya hakim.

"Iya, sales 2 ," jawab saksi.

"Tapi dari Pak John bilang itu adalah sales 2, ya?" tanya hakim.

"Iya," jawab saksi.

Kemudian hakim kembali memastikan sampai kapan pemberian terhadap kode 'D' itu dilakukan. Vini mengaku pemberian dilakukan hingga Desember 2025.

"Nah, kemudian yang untuk kode 'D' Rp 5 miliar itu sampai dengan Januari ataukah di pertengahan sudah tidak?" tanya hakim.

"Januari tidak, tidak," jawab saksi.

"Oh, Januari tidak. Jadi terakhirnya kapan?" tanya hakim.

"Desember kalau nggak salah, ya," jawab saksi.

Adapun ketiga terdakwa dalam sidang ini ialah:1. Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai,2. Sisprian Subiaksono selaku Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, 3. Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.

Tiga pejabat Bea Cukai itu telah didakwa menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 78,8 miliar. Jaksa mengatakan suap dan gratifikasi itu diterima dalam bentuk mata uang rupiah dan mata uang asing.

Jaksa mengatakan para terdakwa diduga menerima uang sejumlah Rp 61,7 miliar dan fasilitas hiburan senilai Rp 1,8 miliar. Uang itu diberikan oleh John Field selaku pimpinan Blueray Cargo , Dedy Kurniawan Sukolo selaku Manajer Operasional Custom Clearance Pelabuhan pada Blueray Cargo , dan Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi pada Blueray Cargo .

Selain itu, jaksa mendakwa Rizal, Sisprian, Orlando bersama Budiman Bayu Prasojo selaku Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha importir dan pengusaha rokok. Gratifikasi itu senilai Rp 7,5 miliar, SGD 314.755 atau setara Rp 4.375.975.814 , USD 182.800 atau setara Rp 3.282.905.200 , HKD 4.700 atau setara Rp 10.762.389 , serta MYR 8.100 atau setara Rp 35.750.322 . Jika ditotal, penerimaan gratifikasi tersebut seluruhnya sejumlah Rp 15.222.893.725 .

Dengan demikian, total suap dan gratifikasi yang diterima Rizal, Sisprian, dan Orlando ialah uang sejumlah Rp 61.743.597.000, fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp 1.846.221.515, serta gratifikasi Rp 15.222.893.725 ialah Rp 78.812.712.240 .

Simak juga Video 'Ini Kasus yang Bikin Kantor Bea Cukai Juanda Digeledah Polisi':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/442d799550.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Satu Aplikasi untuk Semua, rumah.go.id Jalan Pintas Cari Rumah Subsidi

  • Forbes Beritakan Prajogo Pangestu Berencana Beli Perusahaan Geotermal Filipina Senilai 89,7 T

  • Kenapa Indeks Saham Korea Selatan Kospi Anjlok 6,31 Persen?

  • TNI-Polri Bakal Dilibatkan Awasi Pajak di Desa, Pemprov Jateng: Pajak Kewajiban Warga Negara

  • Kades dan ASN BPN Aceh Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan Irigasi, Rugikan Negara Rp 2,2 Miliar

  • United Kenalkan Industri Motor Listrik Nasional ke Dunia Pendidikan

  • Kemendikdasmen Ungkap Penyebab SD Minim Murid Baru di Tahun Ajaran 2026/2027

  • Diet Bebas Gluten Bikin Berat Badan Matt Damon Turun, Pakar: Bukan Karena Glutennya

Artikel Populer

  • 1Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Turun hingga 0 Cm, Dasar Aliran Terlihat Jelas
  • 225 Kepala Daerah Dikirim ke Singapura untuk Belajar, Ini Kriterianya
  • 3Kerja Keras tapi Gaji Stagnan? Dosen USU Beri Analisis dan Solusinya
  • 4Promo Weekend Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Popok Balita Diskon 45 Persen
  • 5Anggota DPR: Tak Ada Aturan Tetapkan Febrie Tersangka Harus Izin Presiden
  • 6Harga Daging Sapi Naik, Pedagang Bakso di Lamongan Dilema Hendak Naikkan Harga
  • 7Saham BSI Naik Hampir 10 Persen, Ditopang Sentimen Pasar dan Fundamental
  • 8Lahan Transmigrasi Raib Dicaplok Sawit, Kementrans Akan Usut Tuntas
  • 9Halte TJ Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Sementara hingga 20 Juli, Ini Alternatifnya
  • 10Pemkab Banyumas Pastikan Gaji 3.818 PPPK Aman hingga Desember 2026 meski Dana Pusat Dipangkas
  • 11Harga Sama, Ini Perbandingan Almaz RS Pro Hybrid VS XForce Hybrid
  • 12Panduan ke Wisata Alam Desa Wisata Pulesari di Sleman dari Kota Yogya

Tag Populer

  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Berita
  • Bisnis
  • Wisata
  • Olahraga
  • Otomotif

Populer Situs

Promo On The Weekend Lawson 17-19 Juli 2026, Ada Diskon Camilan hingga Rp 6.900

Lestarikan Peradaban Leluhur, Gubernur Bobby Berkomitmen Revitalisasi Situs Tetegewo

Promo JSM Alfamart 17-19 Juli 2026, Minyak Goreng Sunco 2L Rp 43.900

Normalisasi Distribusi BBM di Sumut Dipercepat, Pertamina Operasikan Terminal dan SPBU 24 Jam

Timnas Putri Indonesia Melaju ke Final Piala AFF Putri 2026 Usai Taklukkan Singapura 2-0

Tren Taktik Low Block di Piala Dunia 2026, Tembakan Jauh Jadi Solusi

Polisi Sita 19 Barang Bukti Kasus Ledakan di MAN 3 Padang, Ada 3 Bom Aktif Dimusnahkan

Pengamat: Kelangkaan BBM di Sumut Bisa Meluas jika Cadangan Nasional Menipis

Artikel Populer

  • 1Kabut Asap Bayangi Final Piala Dunia, Udara New York Sangat Tidak Sehat
  • 2Eks Kabareskrim Sebut Ada Pertaruhan Marwah Kejagung dalam Pengusutan Febrie Adriansyah
  • 3Klinik Morula IVF 28 Tahun, Saat Teknologi Reproduksi Buka Jalan Menjadi Orangtua
  • 4Pemkab Banyumas Pastikan Gaji 3.818 PPPK Aman hingga Desember 2026 meski Dana Pusat Dipangkas
  • 5Pramono: Kalau Ada Lift Rusak, Segera Diperbaiki!
  • 6Perluas Pasar, Produsen Pelumas Rangkul Bengkel Lokal
  • 7Media Asing Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Kredibilitas Antikorupsi Indonesia Dipertanyakan
  • 8Krisis Moneter Asia 1997: Awal Runtuhnya Keajaiban Ekonomi Asia
  • 9Apple dan Nvidia Kejar-kejaran Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia
  • 10Anak Sayuti Melik Dibawa ke STPL Bekasi, Mensos: Kita Didampingi, Nanti Akan Dibantu

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Berita
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Bisnis
    ×