• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Olahraga›Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Kota Tempat Orang Berpendapat Tanpa Rasa TakutArtikel

Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Kota Tempat Orang Berpendapat Tanpa Rasa Takut

Olahraga2026-09-08 02:47:5381216

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jakarta sebagai ruang yang aman bagi demokrasi. Rano menekankan bahwa Jakarta harus menjadi kota tempat warganya bebas berkumpul dan berpendapat tanpa dibayangi rasa takut.

Rano menyampaikan itu saat membuka kuliah umum bertajuk 'Jalan Buntu Reformasi' di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki , Jakarta Pusat, pada Sabtu . Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan 30 tahun peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli .

"Sebagai Wakil Gubernur, komitmen saya sederhana untuk diucapkan, tapi tidak mudah dijalankan. Satu, Jakarta tetap menjadi kota di mana orang boleh berkumpul, berpendapat, dan berbeda tanpa takut," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Rano menyatakan bahwa ruang-ruang publik di Jakarta, termasuk kampus, harus tetap terbuka bagi diskusi dan kritik, sekalipun isinya ditujukan kepada pemerintah daerah.

"Kampus ke kampus, ruang-ruang publik kota harus tetap terbuka untuk forum seperti hari ini. Termasuk ketika isinya mengkritik kami ," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, sosok yang akrab disapa 'Bang Doel' itu mengaku memiliki ikatan emosional dan utang budi terhadap keberanian para pejuang peristiwa 27 Juli 1996. Dia menyebut karir politiknya berjalan di atas jalan yang dibuka oleh pengorbanan para korban Kudatuli.

"Saya bukan korban Kudatuli, saya tidak berhak memakai penderitaan sebagai jubah. Tapi justru karena itu saya merasa berutang. Demokrasi yang memungkinkan seorang seniman dipilih rakyat, dibayar dengan tubuh orang-orang yang bertahan di Diponegoro," ungkap Rano.

Menurut Rano, peristiwa Kudatuli bukan sekadar nostalgia, melainkan tugas yang belum selesai. Terutama menyangkut pengakuan negara dan keadilan bagi keluarga korban.

"Kuda Tuli belum selesai. Selama kasus ini belum dituntaskan secara hukum, selama korban dan keluarganya belum mendapat pengakuan penuh dari negara, maka peringatan tahunan kita baru setelah jalan ini. Dan hutang itu tidak lunas dengan hanya karangan bunga," sebutnya.

Dia juga menyoroti kondisi reformasi saat ini yang dinilai banyak pakar menghadapi jalan buntu akibat menguatnya oligarki dan menyempitnya ruang sipil. Alih-alih defensif, dia mengajak jajaran pemerintahan untuk mencari solusi lewat kebijakan yang manusiawi.

"Sebagai orang yang berada di dalam pemerintahan, kebiasaan buruk kami adalah defensif, sedikit-dikitnya menjawab kritik dengan daftar prestasi. Hari ini saya tidak mau begitu," imbuh Rano.

Dia kemudian menganalogikan kebijakan Jakarta dengan karakter yang diperankannya, Si Doel. Menurutnya, Si Doel adalah representasi rakyat kecil yang kerap terpinggirkan oleh pembangunan.

"30 tahun lebih saya memerankan anak Betawi yang sekolah menjadi insinyur sambil narik oplet. Dulu saya kira itu cuma cerita keluarga, makin tua saya makin sadar Si Doel itu cerita politik," cerita Rano.

"Cerita yang orang kecil yang tanahnya digusur, yang hidupnya dipinggirkan pembangunan, tetapi tetap percaya bahwa sekolah, kerja keras, dan harga diri bisa mengubah nasib," sambungnya.

Rano menekankan bahwa pihaknya selalu memperhatikan warga kecil dalam setiap kebijakan.

"Si Doel tidak boleh hanya jadi tontonan, dia harus jadi ukuran. Setiap kebijakan Jakarta harus bisa menjawab satu pertanyaan: Apakah ini memudahkan atau menyusahkan hidup orang seperti Si Doel dan keluarganya?" pungkasnya.

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/498a699495.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Pimpinan KPK Sebut Kasus Febrie Tak Bisa Diambil Alih dengan Sembarangan

  • Polri Jelaskan Alasan Tetapkan Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Meski Belum Pernah Diperiksa

  • Duduk Perkara Ratusan Ojol Geruduk Kantor "Debt Collector" di Bandung, Motor Disebut Sudah Lunas

  • Groundbreaking PSN Blok Masela, Bahlil: Terkatung-katung 28 Tahun Akhirnya Dimulai

  • Anggota BPK RI Bobby Rizaldi Diperiksa KPK 9 Jam Usai Rumahnya Digeledah

  • Eks Pimpinan KPK: Penegakan Hukum Kejahatan SDA Dinilai Hanya Menyentuh "Pion"

  • Alami Disfungsi Saluran Eustachius, IU Batalkan Konser dan Rilis Album

  • AS dan Iran Kembali Saling Serang, Selat Hormuz Nyaris Lumpuh

Artikel Populer

  • 1Urutan Febrie Tersangka: Ditetapkan Kortas Tipikor, Dilimpah ke Kejagung
  • 2Rekrutmen Tamtama TNI AL 2026 Masih Dibuka, Lulusan SMA Bisa Daftar
  • 3Marak Truk Tabrak Jembatan di Jakarta, Berapa Batas Tinggi Maksimal?
  • 4Kalah Terhormat dari Kodai, Alwi Farhan Alihkan Fokus Tatap China Open
  • 5Guru Besar IPB Sebut Kondisi Laut Indonesia Memprihatinkan
  • 6Harga dan Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di Fase Grup Piala AFF 2026
  • 7Bandara Husein Sastranegara Kini Layani Rute Langsung ke 8 Kota Indonesia
  • 8Mengapa Embun Upas Sering Muncul di Dataran Tinggi Dieng?
  • 9Mojtaba Khamenei Respons Trump Usai Disebut Tewas, Ejek AS Setan Besar
  • 10Ketum Kesthuri Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Gugat KPK ke PN Jaksel
  • 11Tak Ingin Pengendara Celaka, Pemulung di Padang Tambal Jalan Rusak dengan 60 Karung Puing Bangunan
  • 12Kenapa Indeks Saham Korea Selatan Kospi Anjlok 6,31 Persen?

Tag Populer

  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Berita
  • Hiburan

Populer Situs

Eri Cahyadi Sidak Kuliner Malam di Jalan Kedungdoro, Minta Tempat Parkir Dipindah

Indonesia Berada di Jajaran Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah

Media Asing Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Kredibilitas Antikorupsi Indonesia Dipertanyakan

Resep Lodeh Bumbu Iris Sederhana, Gurih Santan Sedap

KPK Amankan Total 19 Orang dalam OTT Bupati Lombok Barat

Regulasi Baru MotoGP 2027, Marquez Yakin Bisa Pecahkan Rekor

Tinjau Kerusakan Jalan Penghubung di Nias, Bobby Sebut Perbaikan Dimulai Agustus 2026

INPEX Sebut Blok Masela Simbol Kemajuan Indonesia

Artikel Populer

  • 1Istana dan Gerindra Kompak Minta Hotman Jangan Kaitkan Febrie dengan Prabowo
  • 2Kekeringan Mulai Melanda 14 Daerah di Jawa Tengah, Lebih dari 35.000 Jiwa Terdampak
  • 3Tak Perlu ke Bengkel, Ini 3 Cara Cek Komstir Motor Sendiri di Rumah
  • 4Kronologi Anjing Husky Diduga Dibacok hingga Bersimbah Darah di Bekasi
  • 5Promo JSM Indomaret 17-19 Juli 2026, Silverqueen Chunky Bar Rp 18.900
  • 6Ingin Juara Liga Champions, Kane Tutup Pintu untuk Tottenham Hotspur
  • 7Pabrik Dupa di Kampung Bayur Tangerang Kebakaran, 50 Personel Damkar Dikerahkan
  • 816 Pasar Tradisional Surabaya Direvitalisasi, Anggaran Rp 20 Miliar
  • 9Satu Truk Kabur usai Tabrakan di JLS, Sopir Korban Terjepit Kabin
  • 10Tanpa Ariel NOAH, Peterpan Sukses Bikin Nostalgia di Hadapan 5.000 Penonton Malaysia

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Berita
    • Kesehatan
    • Otomotif
    ×