• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Otomotif›Nasib Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK Usai Nobar Piala DuniaArtikel

Nasib Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK Usai Nobar Piala Dunia

Otomotif2026-09-08 03:41:5573697

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini terjaring operasi tangkap tangan KPK. Beberapa jam sebelum ditangkap, Lalu masih sempat menonton final Piala Dunia 2026.

OTT yang menjerat Bupati Lombok Barat berawal saat KPK menyegel dua ruang kerja pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Dua ruang yang disegel itu ialah ruang kerja Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman , Lalu Ratnawo.

Dilansir detikBali, Senin , Lalu Ahmad sempat nonton bareng final Piala Dunia 2026 bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat hingga subuh. Beberapa jam kemudian, ruang kerja orang nomor satu di Lombok Barat itu justru disegel KPK.

Tak hanya ruang kerja LAZ, KPK juga menyegel ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Lalu Ratnawo sekitar pukul 07.30 Wita.

Sekretaris Daerah Lombok Barat Akhmad Saikhu mengatakan dia baru mengetahui penyegelan setelah tiba di kantor. Menurut dia, sebelumnya ia bersama Bupati LAZ dan sejumlah pejabat masih mengikuti nonton bareng Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di partai final.

"Saya mungkin dalam konteks ini tidak akan menjelaskan lebih jauh. Karena tadi pagi kan kita nonton bareng sampai pagi kita di lapangan, terus setelah itu udah selesai bola pulang kita," ujarnya.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcayanto kemudian membenarkan adanya OTT di Lombok Barat. Lalu Ahmad menjadi salah satu pihak yang diamankan.

"Benar," kata Fitroh.

KPK melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat . Total 19 orang yang diamankan KPK, termasuk Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

"KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup yang kemudian terjadi peristiwa tangkap tangan di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Di mana dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan tersebut tim mengamankan sejumlah 19 orang," kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin .

Tujuh orang di antaranya akan dibawa ke gedung KPK, Jakarta, pada Senin malam. KPK akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap tujuh orang tersebut.

"Yang kemudian 7 di antaranya malam ini akan dibawa ke gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.

Budi menyebut pihak yang diamankan dari kalangan Pemkab Lombok Barat hingga pihak swasta. Ahmad Zaini, terang Budi, ditangkap di rumah dinasnya.

"Untuk pihak-pihak yang diamankan mulai dari pagi ini termasuk Bupati diamankan pagi ini di rumah dinas. Kemudian pihak-pihak lain juga diamankan di sejumlah lokasi di wilayah Lombok Barat. Dari pihak yang diamankan ini kemudian tim melakukan pemeriksaan awal di Mako Brimob Lombok Barat," ucapnya.

Dia menambahkan, OTT terhadap Lalu Ahmad berkaitan dengan dugaan suap yang diterima Lalu Ahmad dari sejumlah proyek di Lombok Barat.

"Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di lingkungan Kabupaten Lombok Barat," kata Budi.

Sejumlah bukti disita KPK dari OTT terhadap Bupati Lombok Barat. Bukti-bukti itu mulai dari uang tunai hingga dokumen.

"Barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan juga beberapa dokumen yang diduga terkait dalam perkara ini," kata Budi.

KPK belum menjelaskan terperinci mengenai nominal uang yang disita dalam OTT Bupati Lombok Barat. Budi mengatakan nilai uangnya mencapai ratusan juta rupiah.

"Sampai dengan saat ini uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah," ungkap Budi.

Lalu Ahmad beserta enam orang lainnya direncanakan akan tiba di Gedung Merah Putih KPK malam ini. Mereka akan diperiksa lebih lanjut sebelum KPK menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap.

"Tentu nanti yang dibawa di Jakarta yang memang sesuai kebutuhan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/640d699353.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • KPK Rampung Analisis Amplop Bupati Kuansing ke Raja Juli, Motif Didalami

  • Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia tapi Populer di Indonesia, Mengapa Bisa Demikian?

  • Terlibat Begal Motor, Pelajar SMP di Cianjur Ditangkap

  • Kronologi WNI Asal Madiun Kabur Saat Tur di Korea Selatan

  • 10 Pulau Terbaik di Dunia Versi Travel and Leisure 2026, Bali Peringkat Berapa?

  • BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun pada Era Dadan Hindayana

  • Belum Beroperasi, SPPG di Mojokerto Dibobol Maling, Polisi Amankan Pencuri dan Penadah

  • Persija Resmi Rekrut Eks Gelandang Timnas Bosnia Stjepan Loncar

Artikel Populer

  • 1SD Negeri Sepi Peminat, Komisi X DPR Minta Tata Ulang Sebaran Sekolah
  • 2Roy Suryo Minta Hakim Batalkan Status Tersangka, Klaim Tak Pernah Manipulasi Ijazah Jokowi
  • 3Polisi Pantau JPO Grogol Usai Video Dugaan Eksibisionis Viral
  • 4Ini Alasan Pemilik BMW Sering Telat Mengetahui Oli Berkurang
  • 5Setahun Diuji, Ini Alasan Baterai Solid-State Belum Dipakai ke Mobil
  • 6Bandara Husein Sastranegara Kini Layani Rute Langsung ke 8 Kota Indonesia
  • 7Gen Z Perlu "Fourth Place" untuk Atasi Rasa Kesepian Digital
  • 8Mengejar Senja di Labuan Bajo, Golo Mori Sunset Run Digelar Agustus 2026
  • 9Pasokan Air PAM Berpotensi Mati di 7 Kelurahan Jakbar Mulai 17 Juli
  • 10Disebut Perlu Beri Kompensasi Gangguan Layanan Air ke Pelanggan, Ini Penjelasan PAM JAYA
  • 11Siasat Sekolah Kembalikan Semangat Siswa Terdampak Bencana Padang
  • 12Stadion Penuh, Dompet Tetap Seret: Realita Ekonomi Meksiko Usai Piala Dunia

Tag Populer

  • Berita
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Wisata

Populer Situs

Polres Kebumen Minta Warga yang Kehilangan Anggota Keluarga Segera Lapor, Ini Ciri-ciri Perempuan yang Ditemukan di Sungai Lukulo

4 RT di Keranggan Tangsel Alami Kekeringan, 13.000 Liter Air Bersih Disalurkan

Pengamat: Kelangkaan BBM di Sumut Bisa Meluas jika Cadangan Nasional Menipis

Apa Itu WAICO? Organisasi AI Dunia yang Baru Didirikan dan Indonesia Jadi Salah Satu Pendirinya

Bahan Bakar Minyak Sempat Langka di Medan, Elnusa Petrofin Kerahkan 176 Mobil Tangki

Pengamat Sebut BBM Langka di Sumut Bisa Picu Harga Kebutuhan Pokok Naik jika Tak Segera Teratasi

Belajar Coding Otodidak, Bocah SD Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA

Pesawat Mendarat Sendiri Tanpa Pilot, Teknologi Garmin Selamatkan Dua Nyawa

Artikel Populer

  • 1Viral Perundungan Siswi SD di Lampung Timur, Diduga Dipicu Saling Ejek
  • 2Menu Andalan Pemain Spanyol Lamine Yamal Sebelum Bertanding, Nasi Saus Kacang
  • 3Pemerintah Bakal Gratiskan Sertifikat SHM Rumah MBR, Ada Syaratnya
  • 4Cara Daftar Sekolah Kedinasan, Sinyal Dibuka Juli 2026
  • 5Promo Tambah Daya PLN Diskon 50 Persen Berakhir 27 Juli 2026, Cek Syarat dan Cara Klaimnya
  • 6Menko Erlangga: Pendaratan Kabel Nongsa-Changi Tandai Era Baru Koridor Digital dan Kemitraan RI-Singapura
  • 7Meski Jumlah Loyalis Berkurang, Pendukung Tetap Optimistis Sudewo Bebas dan Kembali Jadi Bupati Pati
  • 8Mendagri Usul Donatur Tiap Calon Kepala Daerah Dibuka ke Publik, Seperti di AS
  • 9Kapolresta Tangerang Sebut Hari Bhayangkara Jadi Momen untuk Berbenah
  • 10Karina aespa Cerita Pernah Lari 6 Jam demi Turun 4 Kg dalam Sehari

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Teknologi
    • Berita
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Otomotif
    ×