• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Otomotif›6 Hal Terimbas dari Saling Serang Terbaru Iran Vs ASArtikel

6 Hal Terimbas dari Saling Serang Terbaru Iran Vs AS

Otomotif2026-09-08 03:00:399942

Amerika Serikat dan Iran kembali saling serang. Terbaru, serangan AS menghantam 140 target di Iran yang lalu dibalas dengan serangan Iran ke sejumlah negara Teluk.

Dirangkum detikcom, Minggu , CENTCOM mengatakan mereka meluncurkan serangan terbaru sebagai tanggapan terhadap serangan terhadap kapal kontainer yang melewati Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan telah melepaskan tembakan peringatan ke sebuah kapal yang mencoba menggunakan jalur tidak resmi untuk menyeberangi perairan tersebut.

Saling serang antara AS dan Iran ini mengakibatkan kapal kontainer di Selat Hormuz kebakaran. Sebanyak 11 warga negara India terdampak akibat kapal yang dinaikinya diserang saat AS dan Iran terlibat baku tembak. Selain itu sejumlah negara teluk seperti Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Oman, hingga Kuwait turut terdampak serangan Iran ke fasilitas militer AS.

Militer AS menargetkan 140 target di Iran yang menyasar lokasi rudal dan drone hingga tempat penyimpanan amunisi.

"Pasukan AS menghantam sekitar 140 target militer Iran dengan amunisi presisi yang diluncurkan oleh pesawat tempur berbasis darat dan laut, drone, dan kapal angkatan laut," kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Aljazeera, dan CNN, Minggu .

Target tersebut termasuk lokasi rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai. Militer AS telah menyerang lebih dari 300 target selama 3 malam.

"Selama tiga malam serangan minggu ini, CENTCOM telah menghantam lebih dari 300 target atas arahan Panglima Tertinggi untuk mengurangi kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi selat," sambungnya.

Iran membalas serangan terbaru Amerika Serikat dengan meluncurkan serangan rudal dan drone sejumlah fasilitas militer AS di negara tetangga. Serangan terbaru Iran menyasar sejumlah negara Teluk seperti Qatar, Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Dilansir AFP, Minggu , berdasarkan laporan jurnalis AFP dan otoritas setempat, sirene dan ledakan terdengar di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Eskalasi terbaru ini merusak kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Pentagon mengatakan telah menyerang Iran pada Minggu pagi setelah Garda Revolusi menembaki kapal kontainer berbendera Siprus yang menurut mereka berlayar melalui "rute yang tidak sah" melalui Selat Hormuz.

Media Iran melaporkan ledakan di Bandar Abbas, Sirik, Jask, dan Pulau Qeshm, serta di provinsi Khuzestan, yang berbatasan dengan Irak, tanpa laporan langsung tentang korban jiwa.

Beberapa jam kemudian, sirene serangan udara berbunyi di Bahrain. Sementara di Uni Emirat Arab dan Qatar melaporkan mereka telah mencegat serangan rudal.

Sementara itu, tentara Iran mengaku telah melancarkan gelombang serangan drone terhadap situs militer AS di Kuwait dan Bahrain, menurut IRIB. Iran dilaporkan menggunakan drone peledak untuk menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, depot amunisi, dan situs radar milik militer AS di Kuwait.

Adapun gelombang serangan drone Iran lainnya menargetkan sistem komunikasi dan situs radar AS di Bahrain. Pihak militer Iran mengatakan serangan itu sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan berkelanjutan AS di wilayah selatan Iran

Sementara dilansir Aljazeera, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan telah menargetkan fasilitas militer AS di pangkalan udara Pangeran Hassan di Yordania dengan beberapa rudal balistik.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun penyiaran negara IRIB, IRGC mengatakan pasukan udara mereka menghancurkan pusat komando dan kendali di pangkalan tersebut, serta hanggar yang menampung drone MQ-9.

Korps Garda Revolusi Islam mengklaim telah melakukan serangan "berat dan mendadak" terhadap pusat-pusat dukungan logistik dan platform pengisian bahan bakar yang digunakan oleh kapal induk AS di pelabuhan Duqm di Oman, menurut penyiar negara IRIB.

Kantor humas IRGC mengatakan kepada IRIB bahwa lokasi-lokasi tersebut "hancur" dalam serangan itu. Mereka menyebut serangan terhadap Oman sebagai fase ketiga dari respons mereka terhadap pemboman AS.

India mengatakan 11 warga negaranya berada di sebuah kapal yang diserang di perairan timur Oman saat Iran dan Amerika Serikat kembali terlibat baku tembak. Sebanyak 10 orang selamat, namun 1 di antaranya dilaporkan hilang dalam peristiwa itu.

"Dari 11 warga negara India di atas kapal, 10 telah diselamatkan sejauh ini, sementara satu warga negara India dilaporkan hilang," kata Kementerian Luar Negeri India dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Minggu .

Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung setelah kapal komersial, GFS Galaxy, diserang di lepas pantai Oman pada Minggu pagi, kata pernyataan kementerian tersebut.

Komando Pusat AS mengatakan kapal tersebut telah dinonaktifkan oleh kebakaran dan kerusakan pada ruang mesinnya, menuduh Teheran menyerang kapal tersebut.

Kementerian Luar Negeri India mengatakan serangan terhadap pelayaran komersial di kawasan itu "sangat mengkhawatirkan". India meminta agar navigasi bebas di perairan internasional di kawasan tersebut harus sesuai hukum internasional.

"Penargetan pelayaran komersial dan infrastruktur sipil di kawasan itu harus diakhiri," katanya.

Garda Revolusi Iran menargetkan sejumlah fasilitas militer AS di sejumlah negara Teluk. Oman hingga Kuwait mengutuk serangan terbaru Iran ke wilayah teritorialnya.

"Berlanjutnya serangan ini merupakan eskalasi yang sangat berbahaya yang akan memperburuk ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan tersebut," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan, dilansir Aljazeera, Minggu .

Kuwait menilai serangan Iran ke wilayah teritorialnya mengancam perdamaian dan keamanan regional, dan melemahkan upaya diplomatik yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan menyelesaikan krisis melalui cara damai. Kuwait menilai pihaknya berhak melakukan tindakan untuk melindungi kedaulatannya.

Sementara itu, pemerintah Oman mengecam serangan terhadap wilayahnya. Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Oman menjadi tuan rumah kunjungan Menlu Iran untuk membahas soal Selat Hormuz.

Kantor Berita Oman mengatakan pada X bahwa "Kesultanan Oman menegaskan kecaman dan penolakannya terhadap serangan ini", yang terjadi hanya beberapa jam setelah negara itu menjadi tuan rumah kunjungan Menteri Luar Negeri Iran untuk membahas masalah keamanan di Selat Hormuz.

Lebih lanjut, Qatar juga mengutuk serangan Iran terhadap wilayahnya dan negara-negara tetangganya, menyusul serangan balasan Iran terhadap AS. Menurut Qatar serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya.

"Qatar mengutuk sekeras-kerasnya serangan baru yang dilakukan oleh Republik Islam Iran," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan, juga merujuk pada penargetan Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, dan Kuwait dan menyebut serangan tersebut sebagai "eskalasi berbahaya".

Negara-negara dari seluruh kawasan, termasuk Arab Saudi, Kuwait, dan Mesir, juga mengutuk serangan Iran tersebut.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/780b799212.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Baleg DPR Setujui Harmonisasi RUU Kehutanan, Dibuat Sejalan Putusan MK

  • Kebiasaan Duduk Lama Saat Scrolling Bisa Ganggu Fungsi Otak, Olahraga Jadi Penyeimbang

  • Pemerintah Buka Peluang Pelibatan Kantin di Program MBG

  • Bupati Maros Benarkan PT Angkasa Pura Belum Bayar Pajak Senilai Rp 17 Miliar

  • Momen Waterloo Mbappe dan Perancis di Piala Dunia 2026 

  • Polri Libatkan Secret Service Cek Keaslian Barang Bukti Kasus Febrie Adriansyah

  • Sukses Digelar, Grid.ID Awards 2026 Berikan Apresiasi kepada Figur Publik Inspiratif Indonesia

  • BPDP Pastikan Dana Program B50 Aman, Kebutuhan Tahun Ini Diperkirakan Rp 32,3 Triliun

Artikel Populer

  • 180 Hektar Lahan Terbakar di Bengkalis Riau, Ratusan Petugas dan 3 Helikopter Dikerahkan
  • 2Menteri Pigai: Masyarakat Adat Hari Ini Menderita, karena Negara Belum Mengakui
  • 3Rumah Wanita di Kediri Diduga Sengaja Dibakar Mantan Suami, Kerugian Capai Rp 1 Miliar
  • 4Pesan Vicente del Bosque dan Andres Iniesta Jelang Spanyol Vs Argentina
  • 5Lebih dari 80.000 Transmigran Belum Kantongi Sertifikat Tanah
  • 6Semangat 28 Murid SD di Aceh Utara, Ikut MPLS meski Belajar di Tenda Darurat
  • 7BGN Lapor ke DPR: Bicara WTP BPK di Era Dadan hingga Ungkap Daftar Utang
  • 8Israel Ubah Status Buaya, Kini Bisa Digunakan untuk Cegah Tahanan Kabur
  • 9DJP Sebut Pajak Marketplace Tak Bikin Harga Barang Naik, Ini Penjelasannya
  • 109 Barista Muda Bertanding di Starbucks Championship 2026
  • 11Cara Tentukan BBM yang Tepat untuk Motor, Jangan Asal Pilih RON Tinggi
  • 12Kronologi Kecelakaan 9 Kendaraan di Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Diduga Truk Bermuatan Galon Rem Blong

Tag Populer

  • Berita
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan

Populer Situs

Korban Galodo Padang Khawatir Huntap Jauh dari Sawah: Kalau Jauh, Biaya Bensin Bertambah

Narasi "Demo Bayaran" dan Masa Depan Kebebasan Berpendapat

Ingin Jadi Guru hingga Pernah Dibully, Peserta Jalur Disabilitas UNJ Naik Jadi 138 Orang

Panglima Klaim TNI Dukung 55,24 Persen Target Produksi Beras Nasional 2026

Pria di Bandung Tewas Ditusuk Saat Tagih Utang Rp 200 Ribu

CEO INPEX: LNG Blok Masela Buka Babak Baru Kerja Sama Energi Indonesia-Jepang

Terekam CCTV Buang Sampah Sembarangan, Pria di Jaksel Didenda Rp 500.000

Persebaya Tutup HUT ke-99 dengan Tribute Emosional untuk Andie Peci dan Eri Irianto

Artikel Populer

  • 1Penjelasan Kortas Tipikor Terkait Kasus yang Jerat Febrie Adriansyah
  • 2Siapa dan Kenapa Slavko Vincic Dipilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina?
  • 3Pertalite Eceran di Medan Tembus Rp 25.000 per Botol, Ini Kata Pertamina
  • 4Dari Rocafonda ke Final Piala Dunia 2026, Nama Lamine Yamal Simpan Kisah Haru
  • 5Ibu Penyiksa Anak Tirinya Berusia 4 Tahun hingga Tewas di Bekasi Jadi Tersangka
  • 6Halte TJ Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Sementara hingga 20 Juli, Ini Alternatifnya
  • 7Menko Erlangga: Pendaratan Kabel Nongsa-Changi Tandai Era Baru Koridor Digital dan Kemitraan RI-Singapura
  • 8Janji Alwi Habis-habisan Berburu Revans Lawan Lanier di Japan Open
  • 97 Kecamatan di Subang Dilanda Kekeringan, Ratusan Hektar Tanaman Padi Dipastikan Gagal Panen
  • 10Lansia Asal Sragen Terkena Peluru Nyasar Tetangganya, Meninggal Dunia Setelah Dirawat

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Bisnis
    ×