• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Otomotif›Benarkah "Remote Working" Bisa Kurangi Emisi Karbon?Artikel

Benarkah "Remote Working" Bisa Kurangi Emisi Karbon?

Otomotif2026-09-08 02:46:0473884

Bekerja dari jarak jauh seperti misalnya dari rumah atau coworking bisa mengurangi emisi karbon karena menghilangkan perjalanan ke kantor.

Namun, jika tidak berhati-hati, manfaat ini bisa hilang akibat biaya karbon dari penggunaan ruang rumah untuk bekerja.

Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah studi di jurnal PLOS Climate yang dilakukan Jana Z'Rotz dari Universitas Ilmu Pengetahuan Terapan dan Seni Lucerne, Swiss, bersama rekan-rekannya.

Melansir Phys, Rabu (15/7/2026) sistem kerja jarak jauh menjadi makin populer dalam beberapa tahun terakhir dan sering dianggap sebagai cara untuk mengurangi emisi karbon dengan memotong perjalanan karyawan.

Akan tetapi ada juga pendapat bahwa manfaat ini bisa berbalik akibat meningkatnya penggunaan listrik dan air di area kerja rumah.

Dalam penelitian ini, Z'Rotz dan rekan-rekannya menggunakan survei untuk mengumpulkan data. Mereka menghitung perkiraan biaya karbon dari kebiasaan perjalanan ke kantor, penggunaan ruang kerja di rumah, serta penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di kalangan pekerja jarak jauh.

Survei ini disebarkan secara online kepada para peserta di Swiss pada akhir tahun 2024. Peneliti menerima lebih dari 1.000 jawaban dari orang-orang yang telah bekerja secara jarak jauh dalam sebulan terakhir.

Perhitungan tim peneliti menunjukkan bahwa pekerja yang lebih sering bekerja dari jarak jauh menghasilkan lebih sedikit emisi dari perjalanan, sesuai dugaan.

Namun, manfaat ini sebagian besar hilang karena meningkatnya polusi karbon dari penggunaan rumah dan teknologi untuk bekerja, terutama ketika pekerja menggunakan ruang kantor terpisah di rumah mereka.

Oleh karena itu, bekerja dari jarak jauh tidak selalu memberikan dampak positif yang pasti terhadap pengurangan emisi kerja.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa bekerja dari jarak jauh tidak otomatis mengurangi emisi karbon. Perusahaan maupun perorangan yang ingin mengurangi jejak karbon mereka harus mempertimbangkan hal lain, seperti menggunakan ruang kerja rumah yang lebih kecil atau menggunakan tempat kerja jarak jauh bersama orang lain.

Para penulis mencatat bahwa hasil penelitian ini baru memberikan gambaran awal.

Penelitian ini masih menggunakan perkiraan emisi yang sederhana dan belum membandingkannya dengan kelompok pekerja yang selalu pergi ke kantor.

Mereka menyimpulkan bahwa penelitian di masa depan harus mengumpulkan data yang lebih luas untuk menemukan pilihan kerja yang paling ramah lingkungan sekaligus nyaman bagi pekerja.

"Di antara para pekerja jarak jauh, makin sering mereka bekerja dari rumah dan makin tersedianya ruang kantor khusus di rumah, makin tinggi pula polusi karbon yang dihasilkan dari penggunaan ruangan serta teknologi informasi dan komunikasi," tulis peneliti dalam studinya.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/008b699985.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • TNI AL Buka 3.110 Hektare Lahan Kedelai Baru untuk Dukung Pengurangan Impor

  • Memaknai Sensus Ekonomi 2026

  • Angkot Tua yang Nekat Beroperasi Bakal Dikandangkan

  • Pertamina: Stok Pertalite Nasional 15 Hari, Masyarakat Jangan Khawatir

  • Darurat Emisi, Denpasar Belajar dari Jakarta Demi Selamatkan Ekologi

  • Warga Gaza Pun Sambut Spanyol yang Tekuk Argentina

  • DPRD Jabar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Jadi Perda

  • Duit Korupsi Modal Batu Bara Rp 38,9 M Dipakai untuk Urusan Pribadi Tersangka

Artikel Populer

  • 1Tanpa Messi, Timnas Argentina Pulang Usai Gagal Juarai Piala Dunia
  • 2Iran Ancam Serangan Skala Penuh Jika AS Tak Berhenti Menyerang
  • 3Polisi Bakar 22 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing Riau
  • 4Kecelakaan Kereta Api di Semarang, Ahmad Luthfi Sampaikan Duka Mendalam
  • 5Di Balik Keputusan Anak Mondok, Orangtua Jaga Kepercayaan di Tengah Bayangan Kasus Kekerasan Seksual
  • 6Depok Siapkan RDF Plant di TPA Cipayung, Olah 1.000 Ton Sampah Sehari
  • 7Air PAM di Jakbar Berpotensi Mati 5 Hari Mulai 17 Juli, 55.272 Pelanggan Terdampak
  • 8Geger Mayat Membusuk Ditemukan di Rumah Kosong Tanah Sareal Bogor
  • 9Survei: Warga AS Makin Pesimistis terhadap Ekonomi Meski Inflasi Melandai
  • 10Eks Kepala PPATK Nilai Indikasi TPPU di Kasus Febrie Adriansyah Cukup Kuat
  • 11Kuasa Hukum Eks Dirut Bank Bengkulu: Klien Kami Pidana Perbankan bukan Korupsi
  • 12OJK Bantah Isu Berobat Pakai Asuransi Wajib Bayar 10 Persen, Ini Aturan Terbarunya

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Otomotif
  • Berita
  • Hiburan

Populer Situs

Guru SD di Lubuklinggau Akui Pukul Siswa yang Tak Hafal Perkalian Pakai Mistar

Isak Tangis Warnai Evakuasi Korban Ledakan Gudang Amunisi Gupusmu Madiun

Resto Steak di Menteng Kebakaran

Pasca-ledakan Gudang Amunisi Madiun, RSUD Caruban Dijaga Ketat dan Akses Publik Dibatasi

RSUP Adam Malik Siagakan Empat Tim Forensik untuk Tangani Korban Kecelakaan Beruntun Sibolangit

Rapat BPH Migas-Pertamina Patra Niaga, Ketua Komisi XII Sebut Stok BBM Cukup

KSSK Lapor Kredit Perbankan Tumbuh 11,5 Persen, DPR Soroti Penyaluran ke UMKM

Salah Kaprah Modifikasi CVT Skutik, Malah Bikin BBM Boros

Artikel Populer

  • 1Dukung Implementasi KDKMP, Kemendagri-Pemda Perkuat Verifikasi & Validasi
  • 2Saat Letusan Gunung Berapi Bikin Eropa Tertutup Kabut Beracun 5 Bulan
  • 3KLH Minta Pemda Waspadai Celah Kerugian Bisnis Perdagangan Karbon
  • 4Ricuh Baku Hantam di DPRD Riau, Polisi Dalami Pemicu, Gali Keterangan Saksi dan Cek CCTV
  • 5Kejagung: Febrie Adriansyah Baru Jadi Tersangka di Kasus Asabri dan TPPU
  • 6Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic: Rodri Ada di Mana-mana
  • 7Waka Komisi III DPR Kritik Hotman soal Febrie: Gak Usah Bawa-bawa Presiden
  • 8Temuan Polisi soal Bos Perusahaan Tewas di Hotel St Regis Jakarta Selatan
  • 9Pria di Koja Jakut Dibacok Begal hingga Luka Parah, Polisi Selidiki
  • 10Dilema Kemanusiaan di Tulungagung, Kisah Ibu 2 Balita Jadi Tersangka Pencurian Emas, Tak Ditahan demi ASI

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Bisnis
    • Otomotif
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Berita
    ×