• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Teknologi›Dokter Tegaskan Gigi Susu Tetap Harus Dirawat, Jangan Tunggu Copot SendiriArtikel

Dokter Tegaskan Gigi Susu Tetap Harus Dirawat, Jangan Tunggu Copot Sendiri

Teknologi2026-09-08 03:43:4363311

Gigi susu punya peran penting bagi anak

Alana menjelaskan bahwa gigi susu bukan sekadar gigi sementara yang akan digantikan oleh gigi permanen.

Karena itu, gigi susu yang rusak tidak boleh dibiarkan hingga copot dengan sendirinya.

"Tanpa perawatan yang tepat, gigi anak rentan mengalami karies gigi," ujar dr. Alana.

Ia menjelaskan, gigi susu berfungsi membantu anak mengunyah makanan, berbicara, sekaligus menjadi panduan tumbuhnya gigi permanen.

Jika gigi susu tanggal terlalu cepat akibat karies, pertumbuhan gigi permanen berisiko menjadi tidak teratur atau bahkan terjebak di dalam gusi (impaksi).

Dengan kata lain, kerusakan pada gigi susu juga dapat memengaruhi perkembangan gigi permanen di kemudian hari.

Jangan tunggu anak mengeluh sakit gigi

drg. Alana Aluditasari, Sp. K.G.A. Meski hanya sementara, gigi susu yang dibiarkan berlubang bisa mengganggu tumbuh kembang anak hingga pertumbuhan gigi permanen, sehingga dokter mengingatkan orangtua agar tidak menunggu gigi copot baru mulai merawatnya.Dok. RSPI drg. Alana Aluditasari, Sp. K.G.A. Meski hanya sementara, gigi susu yang dibiarkan berlubang bisa mengganggu tumbuh kembang anak hingga pertumbuhan gigi permanen, sehingga dokter mengingatkan orangtua agar tidak menunggu gigi copot baru mulai merawatnya.

Menurut Alana, gejala karies pada anak tidak selalu langsung berupa nyeri.

Pada tahap awal, orangtua bisa melihat munculnya bercak putih pada permukaan gigi yang lama-kelamaan berubah menjadi cokelat hingga kehitaman.

Seiring bertambah parahnya kerusakan, anak dapat mulai mengeluhkan gigi ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman manis, panas, maupun dingin.

Selain itu, dapat terlihat adanya lubang pada gigi, bau mulut, hingga rasa sakit saat menggigit atau mengunyah makanan.

Apabila tanda-tanda tersebut muncul, orangtua sebaiknya segera membawa anak ke dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak agar kerusakan tidak semakin berat.

Karies bisa memengaruhi aktivitas dan tumbuh kembang

Alana menjelaskan bahwa karies yang tidak ditangani dapat berkembang hingga merusak lapisan gigi yang lebih dalam.

Akibatnya, anak dapat mengalami sakit gigi berkepanjangan yang membuatnya kehilangan nafsu makan.

Kondisi tersebut berisiko menyebabkan asupan nutrisi anak tidak optimal sehingga dapat mengganggu proses tumbuh kembangnya.

Tidak hanya itu, sakit gigi juga dapat membuat anak sulit tidur, menjadi lebih rewel, kehilangan konsentrasi saat belajar, hingga tidak bersemangat bermain.

Pada kasus yang lebih berat, infeksi akibat gigi berlubang dapat menyebar ke gusi, tulang rahang, bahkan organ tubuh lain apabila tidak segera ditangani.

Periksa gigi secara rutin sejak dini

Untuk menangani karies, dokter akan menyesuaikan terapi berdasarkan usia anak, kondisi kesehatan, dan tingkat keparahan kerusakan gigi.

Pilihan penanganannya dapat berupa fluoride treatment untuk memperkuat enamel gigi, tambal gigi, pemasangan mahkota gigi (crown), hingga pencabutan apabila gigi sudah tidak dapat dipertahankan.

Agar kerusakan bisa dicegah sejak awal, Alana mengingatkan pentingnya membiasakan anak menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, serta membiasakan minum air putih setelah makan.

Ia juga mengimbau orangtua untuk tidak menunggu hingga anak mengeluh sakit gigi sebelum memeriksakan kondisi giginya.

"Kontrol rutin ke dokter gigi perlu dilakukan sejak anak memiliki gigi pertamanya atau ketika usianya menginjak satu tahun. Pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk memantau kesehatan gigi, mencegah kerusakan, dan memastikan pertumbuhan gigi sesuai dengan usianya," kata dr. Alana.

Dengan pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali, masalah pada gigi anak dapat dideteksi lebih awal sehingga risiko komplikasi akibat karies dapat diminimalkan.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/136e899855.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Kejagung Pastikan Telusuri Info Komisi III soal Bunker di Kasus Febrie

  • Penganiaya Pria Tidur di Masjid Sibolga hingga Tewas Divonis 12 Tahun Bui

  • Yusril: DPR Sedang Bikin Draf Baru RUU Perampasan Aset

  • Komjak Sebut Penyidik KPK Bisa Dilibatkan Usut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

  • Terbitkan 3 Sprindik Baru, Ini Kata Kejagung soal Status Tersangka Febrie Adriansyah

  • Rapat Paripurna DPRD Sumut Banyak Kursi Kosong, Pimpinan OPD Ramai-ramai Absen

  • Istana dan Gerindra Kompak Minta Hotman Jangan Kaitkan Febrie dengan Prabowo

  • Urai Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, Menhub Optimalkan Pelabuhan Tanjung Wangi dan Celukan Bawang

Artikel Populer

  • 1Jelang Banyuwangi Ethno Carnival, Jumlah Wisatawan di Banyuwangi Membeludak
  • 2Febrie Adriansyah Punya Dua Status Hukum dalam Kasus yang Sama, Ini Kata Pakar
  • 3Usai MenPAN-RB, Giliran Kepala BKN Sampaikan Pesan Terbuka untuk ASN
  • 44 Tips Mix and Match Outfit Polkadot untuk Tampilan Chic dan Kekinian
  • 5Penampakan Pria Pengirim Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15
  • 6Kepergok Main Game Saat Rapat, Camat Madiun Ngaku Buat Hilangkan Penat
  • 7International Halal Market di CFD HI, Warga Cicipi Makanan Thailand-Malaysia
  • 8MUI Minta Pemerintah Susun Aturan Baru Izin Usaha Tambang Ormas Usai Putusan MK
  • 9Mentan Lapor ke Prabowo Petani Sudah Tak Menjerit Lagi Usai Impor Tetes Tebu Dihentikan
  • 10MBG Watch Sebut Penerima MBG Mestinya Hanya 26 Juta Orang
  • 11Eks Kepala PPATK Nilai Indikasi TPPU di Kasus Febrie Adriansyah Cukup Kuat
  • 12Buntut Kericuhan Pascalaga Spanyol vs Argentina, FIFA Buka Penyelidikan

Tag Populer

  • Teknologi
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Berita
  • Wisata
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Otomotif
  • Pendidikan

Populer Situs

Mahasiswa yang Diduga Dipukul Saat Demo di DPRD Riau Cabut Laporan, Polisi Lanjutkan Penyelidikan

Respons Pengacara soal Roy Suryo Dipolisikan Dugaan Pencemaran Nama Baik

Banjir Bandang Terjadi di Sungai Batang Agam, 90 KK Terdampak

2 Korban KM Nurul Salsa Tenggelam Sempat Mengapung Pakai Gabus Bareng 3 Mayat

Febrie Adriansyah Tersangka Dilimpahkan ke Kejagung, Ini Alasannya

Bamsoet Dorong Tanggung Jawab dan Disiplin Pemilik Izin Senjata Api

Polisi Tunda Pemeriksaan Siswa Perakit Bom di Padang, Tunggu Pemulihan Psikologis

Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter

Artikel Populer

  • 1SD-SMP di Brebes Kekurangan Siswa, Ada yang Hanya Dapat 3 Murid Baru
  • 210 Twibbon Hari Anak Nasional 2026 Gratis, Cocok Dipakai di Medsos
  • 3Cara Nonton Argentina Vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Live Streaming dan TVRI
  • 4Curhat Penyandang Disabilitas Berburu Job Fair di Yogyakarta: Lolos Tes, Dicoret Saat Interview
  • 5BNPB Resmikan 52 Unit Rumah Bantuan untuk Korban Konflik di Flores Timur
  • 6Regulasi Berbelit, Prabowo Minta Single National Identity Card Segera Dieksekusi
  • 7Gempa M 5,1 Guncang Peru, 5 Orang Tewas
  • 8Perancis Takluk dari Spanyol, Kylian Mbappe dan Patrick Vieira Kritik Performa Tim
  • 9Yusril: DPR Sedang Bikin Draf Baru RUU Perampasan Aset
  • 10Polisi Ungkap Tersangka Sempat Bertanya ke AI Usai Buat ASN BPN Nias Tewas Jatuh dari Apartemen Medan

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Bisnis
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Otomotif
    ×