• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Berita›Spanyol Juara Dunia, Gimana Analisis Laga Final Vs Argentina?Artikel

Spanyol Juara Dunia, Gimana Analisis Laga Final Vs Argentina?

Berita2026-09-08 03:41:485914

Spanyol merebut juara Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah mengalahkan juara bertahan Argentina 1-0 melalui perpanjangan waktu.

Pemain pengganti, Ferran Torres, mencetak satu-satunya gol pada menit ke-105 pada babak perpanjangan waktu.

Gol itu berawal berawal dari umpan silang Pedro Porro yang disundul Nico Williams ke arah Ferran Torres.

Torres kemudian menyambarnya dengan tendangan keras ke arah gawang Martinez.

Kemenangan ini menjadi pencapaian istimewa bagi Spanyol di bawah asuhan Luis de la Fuente.

Setelah menjuarai Euro 2024, tim berjuluk La Roja itu kini melengkapinya dengan gelar juara dunia.

Capaian ini mengingatkan pada era keemasan timnas Spanyol pada periode 2008-2010.

Sementara, upaya Argentina untuk menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia, harus berakhir gagal.

Dalam laga final, Lionel Messi juga harus mengubur harapannya untuk meraih gelar Piala Dunia kedua.

Spanyol lebih mendominasi jalannya pertandingan, tetapi gagal mengubah sejumlah peluang menjadi gol.

Argentina harus bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernandez diganjar kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan pada menit ke-93.

Messi dkk tampil tumpul di lini depan dan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan, baik tepat sasaran maupun tidak, hingga menit ke-115.

Baca juga:

Kedua tim sama-sama menciptakan peluang, tetapi penampilan gemilang dua penjaga gawang, Emiliano Martinez dan Unai Simon, membuat skor tetap imbang sepanjang waktu normal.

Martinez, khususnya, melakukan serangkaian penyelamatan krusial yang menjaga harapan Argentina tetap hidup.

Setelah gol Torres, Argentina berupaya menyerang pada menit-menit akhir, tetapi upaya itu datang terlambat.

Sesaat setelah peluit akhir dibunyikan, para pemain Spanyol berhamburan ke lapangan untuk merayakan keberhasilan menyamai pencapaian mereka pada 2010 dengan meraih gelar Piala Dunia kedua.

Namun, perayaan itu diwarnai insiden ketika terjadi kericuhan yang melibatkan sejumlah pemain Argentina.

Lamine Yamal, yang oleh banyak pihak dianggap sebagai pemain yang berpotensi menyamai pencapaian Lionel Messi, nyaris mencetak gol di penghujung waktu normal.

Tendangan bebas melengkung yang dilepaskannya berhasil ditepis kiper Emiliano Martinez.

Kiper Argentina ini bahkan mencatat penyelamatan yang lebih impresif pada awal babak pertama perpanjangan waktu saat menggagalkan sundulan Nico Williams dari jarak dekat.

Tiga menit kemudian, Martinez akhirnya tak mampu menghentikan Williams yang menjebol gawang Argentina.

Namun, harapan Spanyol untuk merayakan gol pupus setelah wasit menganulirnya, karena menilai terjadi pelanggaran dalam proses terciptanya peluang.

Perjalanan Spanyol di Piala Dunia diawali dengan hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde.

Tapi, perjalanan mereka berakhir dengan status juara setelah merebut trofi paling bergengsi dalam sepak bola dunia untuk kedua kalinya.

Kesuksesan tersebut sepenuhnya layak diraih oleh tim Spanyol yang terus berkembang sepanjang turnamen.

Mereka tampil impresif dengan menyingkirkan favorit kuat Prancis di babak semifinal, lalu berupaya memenangkan final yang minim kualitas hiburan ini melalui pendekatan sepak bola yang mengandalkan permainan terbuka dan penguasaan bola.

Pelatih Luis de la Fuente, yang dikenal tenang dan tidak banyak mencari sorotan, memimpin timnya dengan ketenangan yang patut diapresiasi.

Dia sebelumnya mengantar Spanyol menjuarai Euro 2024 di Berlin, dan karakter yang sama kembali ditunjukkan timnya ketika menghadapi berbagai provokasi dari para pemain Argentina di final.

Spanyol memperoleh keuntungan jumlah pemain setelah Enzo Fernandez diusir keluar lapangan.

Mereka jarang mendapat ancaman berarti di lini pertahanan, sementara masuknya Nico Williams sebagai pemain pengganti memberikan daya dobrak yang sebelumnya kurang terlihat.

Final ini mungkin tidak menghadirkan drama dan hiburan sebesar beberapa pertandingan lain sepanjang turnamen.

Namun pada akhirnya, Piala Dunia mendapatkan juara yang paling layak.

Apabila ini benar-benar menjadi pertandingan Piala Dunia terakhir Lionel Messi, maka kisah tersebut berakhir dengan kekecewaan mendalam.

Argentina gagal mempertahankan gelar yang mereka raih sebelumnya, sementara sang kapten tidak mampu memberikan pengaruh besar terhadap jalannya laga.

Pada usia 39 tahun, Messi kini memainkan sebagian besar laga dengan ritme yang lebih tenang dibanding masa jayanya.

Meski demikian, dia tetap mencetak delapan gol sepanjang turnamen dan kembali menjadi sosok pemimpin sekaligus inspirasi utama Argentina.

Perannya sangat menonjol saat semifinal melawan Inggris, ketika dia menciptakan dua gol dalam kemenangan 2-1.

Namun di final, Messi berhasil diredam oleh pertahanan Spanyol.

Dia hanya mampu melepaskan satu tembakan, yang bahkan tidak mengarah ke gawang, serta dijauhkan dari area-area berbahaya yang biasanya menjadi wilayah operasinya.

Messi juga tidak banyak terbantu oleh pendekatan permainan Argentina.

Tim asuhan Lionel Scaloni tampak lebih fokus mengganggu ritme dan membuat Spanyol frustrasi, ketimbang mengandalkan kualitas permainan menyerang yang sebenarnya mereka miliki.

Argentina tetap menghadirkan banyak momen menarik sepanjang perjalanan mereka dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia.

Namun setelah penampilan di final ini, mereka tidak memiliki banyak alasan untuk membantah keberhasilan Spanyol meraih gelar Piala Dunia.

Tonton juga Video Menyaksikan Langsung Selebrasi Spanyol Juara Piala Dunia 2026

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/208a799784.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • 200 Kata-Kata Motivasi untuk Diri Sendiri agar Semangat dan Pantang Menyerah

  • PP 30/2026: Unduh Data Perusahaan Kena Tarif Rp 500.000, Paket 100 Perusahaan Rp 5 Juta

  • Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia tapi Populer di Indonesia, Mengapa Bisa Demikian?

  • AS Bombardir Iran 9 Malam Berturut-turut, Khamenei Tegaskan Gencatan Senjata Batal

  • Legislator Gerindra Salurkan Bantuan untuk Gebyar Muharam 1448 H di Banyumas

  • Berawal dari Laporan Instagram, Imigrasi Bongkar Praktik Dokter Ilegal

  • Pertalite Eceran di Medan Tembus Rp 25.000 per Botol, Ini Kata Pertamina

  • Mengulik Spesifikasi Tiga Motor Listrik VinFast, Seberapa Tangguh?

Artikel Populer

  • 1Prabowo: RI Punya Sistem Perlindungan Sosial, Salah Satu Terkuat di Dunia
  • 2Aturan Pemerintah soal Penggunaan Gawai di Sekolah, Ini 3 Jenis yang Dibatasi
  • 3Tol Gilimanuk-Mengwi Ditargetkan Masuk Tahap Tender Akhir 2026, Koster: Ditunggu Masyarakat
  • 4Job Fair Jakarta Timur Digelar 28-29 Juli 2026, Simak Cara Daftarnya
  • 5Kalah Terhormat dari Kodai, Alwi Farhan Alihkan Fokus Tatap China Open
  • 6Xiaomi Redmi Kids Watch Pro Resmi, Smartwatch Anak dengan Offline Tracking
  • 7Pemkab Malang Usul Perbaikan 3 Ruas Jalan Lewat IJD, Butuh Rp 135 Miliar
  • 8Regulasi U23 Dicabut, Persib Perpanjang Kontrak Kakang Rudianto
  • 9DBS Proyeksikan Harga Emas Tembus 5.300 Dollar AS per Troy Ons
  • 10Dilaporkan Kasus Dugaan Perselingkuhan, Sekda Konawe Selatan Pilih Bungkam
  • 115 Rute KAI Punya Pemandangan Indah, Ada yang dari Stasiun Tertinggi
  • 12Belajar Dulu sebelum Trading, Investor Asal Medan Ini Andalkan Edukasi Pasar Modal dari BNI Sekuritas

Tag Populer

  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Berita
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Wisata
  • Kesehatan

Populer Situs

Pedagang: Banyak Warga Medan Hanya Mampu Beli Beras SPHP Eceran

Ancol sampai Dufan Gratiskan Tiket buat Anak-anak Selama 4 Hari, Mulai 23 Juli 2026

Segini Banyak Hadiah Uang untuk Juara Piala Dunia 2026

Trump Ingin AS Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Sendiri, Bisa Bareng China Juga

Kortas Tipikor: Korupsi Modal Terkait Batu Bara Diduga Rugikan Negara Rp 38,9 M

Groundbreaking PSN Blok Masela, Bahlil: Terkatung-katung 28 Tahun Akhirnya Dimulai

Update Kecelakaan Beruntun 9 Kendaraan di Sibolangit: 4 Orang Tewas, 8 Terluka

Lansia Asal Sragen Terkena Peluru Nyasar Tetangganya, Meninggal Dunia Setelah Dirawat

Artikel Populer

  • 1Bareskrim Lepas Police Line dan CCTV di White Rabbit Jaksel Terkait Narkoba
  • 2ABK Kapal Tanker MT Alejandro Dievakuasi Darurat di Pangkalbalam, Alami Sesak Napas Saat Berlayar
  • 3Ekonom Sebut Pertumbuhan Utang Luar Negeri RI Dipicu oleh Hal Ini
  • 4BGN Ungkap Evaluasi MBG Fokus ke Penerima Manfaat hingga Insentif SPPG
  • 5Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang Film Juminten Edan
  • 6Kejari Pasuruan Tegaskan Proses Hukum Bukan untuk Hambat Program di Daerah
  • 7Yogyakarta Masih Butuh 380 Becak Listrik, Pemkot Siapkan Anggaran hingga Rp 15 Miliar
  • 8Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau
  • 9Cegah Korupsi dan Sengketa Hukum, Bupati Bulungan Bekali 74 Kepala Desa lewat Retreat Kepemimpinan
  • 10Polisi Gagalkan Penyelundupan 600 Kg Timah Ilegal, Disamarkan sebagai Ikan Asin

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Wisata
    • Teknologi
    • Bisnis
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Olahraga
    ×