• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Otomotif›Ingatkan Kepala Daerah, Bahlil: Blok Masela Bukan Proyek APBD, Jangan Titip Tim SuksesArtikel

Ingatkan Kepala Daerah, Bahlil: Blok Masela Bukan Proyek APBD, Jangan Titip Tim Sukses

Otomotif2026-09-08 02:53:11382

TANIMBAR, KOMPAS.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan pemerintah daerah agar pelaksanaan Proyek Abadi LNG Blok Masela dijalankan secara profesional dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Bahlil menegaskan proyek strategis nasional tersebut bukan merupakan proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga proses pelaksanaannya tidak boleh diwarnai kepentingan politik maupun praktik titip-menitip.

"Untuk pekerjaan yang ada di wilayah ini akan diprioritaskan untuk pengusaha lokal. Saya minta untuk Gubernur dan Bupati (setempat), ini bukan proyek APBD, jadi harus profesional, jangan taro tim sukses, KKN di sini, kerjakan dengan profesional agar maksimal," kata Bahlil saat groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Menurut Bahlil, keterlibatan pelaku usaha lokal merupakan salah satu tujuan utama pengembangan proyek tersebut agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar kawasan proyek.

Namun, Bahlil menekankan, keberpihakan kepada pengusaha daerah harus tetap mengedepankan prinsip profesionalisme, kompetensi, dan tata kelola yang baik, bukan didasarkan pada kedekatan politik ataupun hubungan pribadi.

Masyarakat Lokal Jadi Prioritas Pekerja

Pemerintah sebelumnya juga memastikan masyarakat lokal akan menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja di Proyek Abadi LNG Blok Masela. 

Pada puncak fase konstruksi, proyek tersebut diperkirakan menyerap hingga 12.000 tenaga kerja, dengan sekitar 30 persen di antaranya ditargetkan berasal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Selain membuka lapangan kerja, pemerintah berharap proyek bernilai investasi sekitar 20–22 miliar dollar AS atau setara Rp 300–330 triliun tersebut mampu mendorong tumbuhnya pelaku usaha lokal melalui keterlibatan dalam rantai pasok barang dan jasa selama masa konstruksi maupun operasional.

Tentang PSN LNG Blok Masela

Proyek Abadi LNG Blok Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikembangkan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek ini diproyeksikan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan penggunaan produk dan jasa dalam negeri, pengembangan UMKM, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Pemerintah menargetkan manfaat ekonomi dari proyek tersebut tidak hanya dirasakan oleh investor dan negara, tetapi juga oleh masyarakat di sekitar wilayah pengembangan melalui tata kelola yang transparan, profesional, dan akuntabel.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/209e699784.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Pedagang Cerita Detik-detik Bom Rakitan Meledak di Tasik: Saya Sampai Kejang

  • Ketika Seniman Tua di Aceh Utara Pamerkan Ratusan Alat Musik Rapai Pase Berusia 1 Abad

  • 6 Cara Alami Menghilangkan Mata Bengkak, Bisa Dicoba di Rumah

  • RSUP Adam Malik Siagakan Empat Tim Forensik untuk Tangani Korban Kecelakaan Beruntun Sibolangit

  • PPP Dorong Keterwakilan Perempuan 30% Lebih di Legislatif pada Pemilu 2029

  • Yusril Sebut KUHAP Baru Jadi Alasan Belum Ditahannya Febrie Adriansyah

  • Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah

  • ORI030 Diburu saat Ekonomi Indonesia Dinilai Masuki Fase "New Normal"

Artikel Populer

  • 1Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Teror Ancaman Bom ke SDN di Jaksel
  • 2Seskab: Pemerintah Targetkan Renovasi 400.000 Rumah Tidak Layak Huni Tahun Ini
  • 3Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad Bin Khalifa Al Thani Meninggal Dunia
  • 4Prabowo Beri Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30-200 GT
  • 5Gempa M 5 Terjadi di Wanokaka NTT, Ini Analisis BMKG
  • 6Sari Yuliati Puji Implementasi Biodiesel B50 Wujudkan Kemandirian Energi
  • 7Taktik Jitu Timnas Voli Putra Indonesia Kalahkan Vietnam di Semifinal SEA V Cup 2026
  • 8Daftar Korban KM Nurul Salsa Terbaru: 52 Selamat, 1 Meninggal, 25 Masih Dicari
  • 9Serukan Perang ke Pengemplang Pajak, Menkeu Jerman: Orang Jujur Tak Boleh Dianggap Bodoh
  • 10Taktik Jitu Timnas Voli Putra Indonesia Kalahkan Vietnam di Semifinal SEA V Cup 2026
  • 11Tegang! Pesawat AS Tembaki Kapal Tanker yang Coba Terobos Blokade
  • 12Diam-diam Depo Kontainer Menjamur di Permukiman Rorotan, Pemkot Jakut Temukan 31 Lokasi

Tag Populer

  • Olahraga
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Berita
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Otomotif

Populer Situs

PKB: PBNU 5 Tahun Terakhir Lebih Banyak Cerita Konfliknya

Lubang Misterius di Google Maps Ternyata Kawah Meteorit Purba Berusia 390 Juta Tahun

Prabowo Ingin Perbaikan MBG Dikaji Matang dan Tak Terburu-buru

Pedagang Cerita Detik-detik Bom Rakitan Meledak di Tasik: Saya Sampai Kejang

Penjual Lontong Sayur Kena Pajak Rp 840 Ribu, Pemkab Pati Beri Penjelasan

Dasco Pimpin Rapat DPR dengan Pemerintah, Bahas Anggaran Kapal Perintis

Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026

Cerita Zhafif, Siswa SMAS Kharisma Bangsa yang Ikut Olimpiade Internasional

Artikel Populer

  • 1Jelang Final Piala Dunia 2026, Jersey Timnas Argentina Ludes Diburu Warga di Karawang
  • 2Siap-siap, 9 Emoji Baru Bakal Hadir di Android dan iPhone Tahun Depan
  • 3Di Depan Prabowo, Menkop Ingin Koperasi Kembali Jadi Sokoguru Perekonomian
  • 4Final Piala Dunia 2026: Pesan Rodri untuk Timnas Spanyol Jelang Hadapi Argentina
  • 5Simak Harga Bekas Toyota Raize, mulai Rp 165 Jutaan
  • 6Jaga Sinergitas, Anggota Polsek-polsek di Bogor Kunjungi Koramil
  • 7MPLS Sekolah Rakyat, Mensos: Pastikan Aman-Nyaman, Tak Ada Perpeloncoan
  • 8Usia Produktif Dominasi Kasus HIV di Sidoarjo, Dinkes Catat 3.767 ODHIV Berusia 25-40 Tahun
  • 9"Halo, Saya Ada 5 Orang Mau Minta Uang Kopi" Satpol PP Pungli Rp 300.000 di Rumah Belajar Jakut
  • 10Tri Tito Sebut Sinergi Pemda-TP PKK Percepat Program Prioritas di Grassroots

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Berita
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Teknologi
    ×