• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Bisnis›Usia Produktif Dominasi Kasus HIV di Sidoarjo, Dinkes Catat 3.767 ODHIV Berusia 25-40 TahunArtikel

Usia Produktif Dominasi Kasus HIV di Sidoarjo, Dinkes Catat 3.767 ODHIV Berusia 25-40 Tahun

Bisnis2026-09-08 02:54:5948952

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat kelompok usia 25-40 tahun menjadi penyumbang terbesar kasus HIV di wilayah tersebut. Dari total 7.182 orang dengan HIV (ODHIV) yang telah ditemukan, sebanyak 3.767 orang berada pada rentang usia produktif.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Kabupaten Sidoarjo, dr. Rahmi Alfiyanti Nisaul Khoirot, menyebut, dari data menunjukkan bahwa sebanyak 4.518 ODHIV merupakan warga Kabupaten Sidoarjo, sedangkan 2.664 lainnya berasal dari luar daerah yang menjalani layanan kesehatan di kabupaten tersebut.

Selain kelompok usia produktif, Dinkes mencatat 999 kasus pada usia 18-24 tahun, 2.240 kasus pada usia di atas 50 tahun, 116 kasus usia 0-10 tahun, dan 60 kasus usia 11-17 tahun.

"Kalau dilihat dari kelompok umur, paling tinggi memang usia 25 sampai 40 tahun. Jumlahnya mencapai 3.767 orang. Ini merupakan kelompok usia produktif," kata Rahmi, Jumat (17/7/2026).

Selain berdasarkan kelompok umur, Dinkes mencatat kasus HIV masih didominasi laki-laki. Sebanyak 4.593 ODHIV berjenis kelamin laki-laki, sedangkan perempuan mencapai 2.589 orang. Dari seluruh kasus yang ditemukan, sebanyak 4.782 ODHIV hingga kini nyatakan masih hidup.

"Yang menjadi perhatian kami adalah kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Terapi ARV harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar kondisi ODHIV tetap terkontrol," ujar Rahmi.

Dinkes mencatat 3.064 ODHIV masih menjalani terapi antiretroviral (ARV). Sementara itu, 1.708 orang masuk kategori lost to follow up (LFU) atau tidak lagi melanjutkan pemantauan dan pengobatan secara rutin.

Selain itu, sebanyak 1.718 ODHIV telah meninggal dunia dan 692 lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan lain untuk melanjutkan pelayanan.

Rahmi menilai, kepatuhan menjalani terapi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kualitas hidup ODHIV sekaligus menekan risiko penularan HIV.

"Terapi ARV harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar kondisi ODHIV tetap terkontrol," katanya.

Berdasarkan kelompok populasi yang teridentifikasi, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) menjadi kelompok terbanyak dengan 1.193 kasus.

Disusul pelanggan penjaja seksual sebanyak 535 orang, pasien tuberkulosis (TB) 468 orang, pasangan ODHIV 445 orang, pasangan berisiko tinggi 397 orang, wanita pekerja seks (WPS) 204 orang, dan ibu hamil 200 orang.

Dinkes juga mencatat 90 warga binaan pemasyarakatan, 73 waria, 51 pengguna narkotika suntik, masing-masing 35 calon pengantin dan anak ODHIV, 29 pasien infeksi menular seksual, serta enam pasien hepatitis.

"Selain itu, masih ada sebanyak 3.427 kasus lainnya belum teridentifikasi berdasarkan kelompok populasi risiko," ungkapnya.

Rahmi mengatakan, Dinkes terus mendorong deteksi dini pada kelompok berisiko agar kasus dapat ditemukan lebih cepat dan segera mendapat penanganan. Upaya tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kepatuhan menjalani terapi ARV sebagai bagian dari pengendalian HIV di Kabupaten Sidoarjo.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/801d799191.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Iran Vs AS Merembet ke Mana-mana

  • Mojtaba Khamenei Respons Trump Usai Disebut Tewas, Ejek AS Setan Besar

  • Tampang Abang yang Challenge Bocah Depok Makan Cabai-Masuk Freezer

  • Penampakan Rumah Warga di Depok Usai Diteror Tetangga, Pagar Rusak

  • Lansia Asal Sragen Terkena Peluru Nyasar Tetangganya, Meninggal Dunia Setelah Dirawat

  • Jadi Tersangka dan Ditahan 2 Hari, Admin "TheKerupuk" Akhirnya Dibebaskan

  • LBH: Admin TheKerupuk Tak Pernah Diizinkan Bicara Empat Mata dengan Pengacara Saat Diperiksa

  • Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional KDKMP

Artikel Populer

  • 1Hasil Piala AFF Wanita 2026: Indonesia Runner up Grup B Usai Ditahan Kamboja 1-1
  • 2'Taufik Hidayat' Cikarang Penyiksa Pacar Ditangkap di Jakarta Timur
  • 3Waka BGN Beberkan Fokus Evaluasi MBG: Penerima Manfaat-Insentif SPPG
  • 4Israel Marah Dukungan Publik AS Merosot Meski Kucurkan Rp 26 M per Bulan
  • 5BNPB Resmikan 52 Unit Rumah Bantuan untuk Korban Konflik di Flores Timur
  • 6Saut Sebut Ada Pesan Tersirat Prabowo Agar KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
  • 7CONMEBOL Dorong Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Apa Gagasannya?
  • 8Modus Kurir Ojol Selesaikan Pesanan tapi Laptop Tak Sampai ke Warga Jakpus
  • 9Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 5.069 Jiwa
  • 10UAD Resmi DO Mahasiswa Terduga Pelaku Kekerasan Seksual
  • 11Perpustakaan Gasibu Bakal Bertransformasi Jadi Perpustakaan Digital
  • 12Pimpinan dan Anggota Komisi IX DPR Heran BGN Raih WTP Terkait Anggaran 2025

Tag Populer

  • Teknologi
  • Berita
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Pendidikan

Populer Situs

Dokter Tegaskan Gigi Susu Tetap Harus Dirawat, Jangan Tunggu Copot Sendiri

PFII Dinilai Terlalu Obral Pajak, Kantong Penerimaan Negara Rawan Bocor

Bogor Diguyur Hujan Deras Setelah Berhari-hari Kering, Warga Senang

Gaji Kepala Daerah Stagnan Seperempat Abad, Rencana Revisi Sempat Kandas

Kekeringan Landa Cigudeg Bogor, Ribuan Warga hingga Puskesmas Krisis Air Bersih

PM Israel Dukung Argentina di Final Piala Dunia, Sebut Presiden Milei Sahabat

Jelang Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Rodri: Saya di Sini untuk Menang

Angka Kelahiran Anjlok Sampai Bikin Biksu di Korsel Bantu Para Lajang Cari Jodoh

Artikel Populer

  • 1KPK Tak Banding Vonis 2 Tahun Penyuap Pejabat Bea Cukai Rp 91,7 M
  • 2Kemendagri Ungkap Perbedaan Pinjaman Sukuk & Obligasi Daerah
  • 3Pabrik Sandal Porto di Karanganyar Terbakar, Asap Hitam Membubung Tinggi
  • 4Dicap Sekolah "Kampung Sosial", SD di Kudus Terus Kekurangan Murid Baru
  • 5Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Meledak, 4 Korban Terjebak Belum Ditemukan Jelang Tengah Malam
  • 6Hasil Otopsi Sementara Dokter PPDS yang Ditemukan Tewas di Semak RSUD Siak: Ada Memar di Kepala
  • 7Israel Izinkan Penggunaan Buaya untuk Cegah Napi Kabur
  • 8Haul Pangeran Diponegoro, Wamensos Ajak Warga Teladani Semangat Pahlawan
  • 9Bocah di Bekasi Dianiaya Ibu Tiri saat Ditinggal Ayah Kerja di Luar Negeri
  • 10Polisi: Siswa Bawa Bom di MAN 3 Padang Tak Terafiliasi Jaringan Terorisme

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Berita
    • Wisata
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    ×