• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Olahraga›Dicap Sekolah "Kampung Sosial", SD di Kudus Terus Kekurangan Murid BaruArtikel

Dicap Sekolah "Kampung Sosial", SD di Kudus Terus Kekurangan Murid Baru

Olahraga2026-09-08 03:44:581239

SD 5 Hadipolo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, harus menghadapi stigma negatif sebagai sekolah "kampung sosial" dari masyarakat hingga berimbas pada kekurangan murid setiap tahun ajaran baru.

Penyematan stigma negatif ini berawal dari murid yang bersekolah di SD tersebut berasal dari sejumlah keluarga yang dulunya menempati bantaran Kali Gelis dan kini direlokasi di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.

Selain disebut sekolah "kampung sosial", beberapa siswa diduga mengamen di jalan setelah pulang sekolah.

Kepala Dinsos Kabupaten Kudus, Putut Winarno berkunjung ke SD 5 Hadipolo, Rabu (15/7/2026). Sekolah tersebut mendapat stigma negatif sekolah kampung sosial hingga sepi pendaftar.KOMPAS.COM/NUR ZAIDI Kepala Dinsos Kabupaten Kudus, Putut Winarno berkunjung ke SD 5 Hadipolo, Rabu (15/7/2026). Sekolah tersebut mendapat stigma negatif sekolah kampung sosial hingga sepi pendaftar.Plt Kepala SD 5 Hadipolo, Solikhul Hadi, mengkonfirmasi adanya guru yang memergoki anak mengamen di jalan yang diduga siswa dari sekolah yang ia pimpin.

"Memang ya kita sendiri di jalan, bapak-ibu guru ketemu lah itu dihampiri langsung ada yang lari. Iya (murid sini) ada yang seperti itu," kata Hadi saat ditemui di SD 5 Hadipolo, Rabu (15/7/2026).

Dia mengungkapkan, terdapat murid yang protes saat pembelajaran di siang hari dan ingin segera pulang tanpa alasan yang jelas.

"Memang ada beberapa anak yang pulangnya agak siang itu sering protes, bu pulang, 'Mau ngapain?' ya ingin pulang," ungkap Hadi, menirukan percakapan guru dan murid di kelas.

Sekolah hadapi tekanan stigma negatif menahun

Sejumlah pengendara motor keluar dari lingkungan SD 5 Hadipolo di Kabupaten Kudus, Rabu (15/7/2026). Sekolah tersebut mendapat stigma negatif hingga kekurangan murid baru setiap tahun.KOMPAS.COM/NUR ZAIDI Sejumlah pengendara motor keluar dari lingkungan SD 5 Hadipolo di Kabupaten Kudus, Rabu (15/7/2026). Sekolah tersebut mendapat stigma negatif hingga kekurangan murid baru setiap tahun.

Dampak penyematan stigma negatif tersebut, SD 5 Hadipolo selalu kekurangan murid setiap penerimaan peserta didik baru.

Pada tahun ajaran 2026/2027 hanya mendapatkan 3 murid baru, total kini terdapat 29 siswa yang terbagi 6 kelas.

Hadi yang mengaku baru memimpin SD 5 Hadipolo kurang lebih 2 bulan bertekad untuk menekan stigma negatif dengan harapan sekolah tersebut diminati masyarakat setempat.

"Kita nanti akan membangun citra sekolah yang baik ya, nantinya InsyaAllah nanti kita akan membuat program-program yang bisa meningkatkan citra sekolah," katanya.

Dinsos janjikan pemenuhan hak dasar anak

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP3AP2Kb) Kudus, Putut Winarno, mengatakan dari hasil koordinasi singkat dengan pihak sekolah hanya terdapat 2 murid yang sering kali protes saat jam pelajaran berlangsung hingga siang.

"Informasi pulang sebelum jam belajar itu selesai itu, hanya 2 orang, yang satu malah ini jarang sekolah. Ini nanti kami akan melakukan asesmen dulu untuk keluarga, ini juga sudah dicek desil berapa," ungkap Winarno, usai koordinasi dengan Plt Kepala SD 5 Hadipolo, Rabu (15/7/2026) siang.

Winarno menegaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Hadipolo untuk melakukan asesmen terhadap keluarga anak yang diduga mengemis di jalan dan tidak tidak ingin mengarah ke ekploitasi anak sebelum data tersebut objektif.

Dia juga berjanji, apabila anak tersebut berasal dari keluarga kurang mampu dan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, pemerintah akan melakukan pendampingan intervensi sosial supaya hak dasar pendidikan anak terpenuhi.

"Kalau memang nanti ada bedah rehabsos masuk, nanti kami masuk biar apa, biar haknya anak ini biar belajar, belajar itu kan wajib, kebutuhan dasar anak umur 7 sampai 12 tahun," katanya.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/497c699496.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Anwar Ibrahim Ungkap Dana Pensiun Malaysia Rugi Rp 875 M Buntut Kasus eFishery

  • Final SEA V Cup 2026: Kejutan Kamboja, Indonesia Batal Hadapi Thailand

  • Resep Telur Balado Ala Rumahan yang Nikmat Buat Lauk Bekal Kantor

  • Ono Surono Tolak SPP di Sekolah Negeri, Sebut Pendidikan Tanggung Jawab Negara

  • Daftar 4 SD Negeri di Demak yang Terima Murid Baru di Bawah 5 Anak

  • Prabowo Ingin Perbaikan MBG Dikaji Matang dan Tak Terburu-buru

  • Bareskrim Bongkar Peredaran Vape Narkoba di Apartemen Jaktim, 3 Jadi Tersangka

  • KPK Dorong Negara Biayai APK Peserta Pemilu

Artikel Populer

  • 1Penyebab Kebakaran Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Masih Diselidiki
  • 2Tim SAR Cari Pria Tenggelam Saat Berenang Pakai "Styrofoam" di Waduk Jatiluhur
  • 3Belum Ada Gedung Permanen, 30 Siswa Sekolah Rakyat di Pamekasan Dititipkan ke Sampang
  • 4Beratnya Duit dan Emas 74 Kg Bukti Kasus Febrie Sampai Harus Diangkat 3 Orang
  • 5Di Depan Mensos, Ortu Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Ucapkan Ikrar Mandiri
  • 6Penjahit di Bali Cekcok dengan Pelanggan hingga Singgung SARA, Kini Mina Maaf
  • 7Bikin Penasaran! Tanaman Mirip Bunga Bangkai Tumbuh di Kranji Bekasi
  • 8KPK Akan Panggil Suami Bupati Sukoharjo Buntut Dugaan 'Tradisi' Peras Pegawai
  • 93 Duel Kunci Penentu Kemenangan Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 
  • 10Pemkot Depok Akan Revitalisasi Angkot Tak Layak, Awasi yang Lintas Wilayah
  • 11Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 6 Halaman 7 Kurikulum Merdeka: Hubungan Antarsila dalam Pancasila
  • 12Gus Ipul Jelaskan MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap, Ini Alasannya

Tag Populer

  • Otomotif
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Teknologi
  • Berita
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Olahraga

Populer Situs

Trump Ngamuk Asap Kebakaran Hutan Kanada Sampai ke AS, Ancam Kenakan Tarif

Perkuat Sinergi, Kapolresta Sambangi Kajari Tangerang dan Dandim Tigaraksa

Bukan Sekadar Skincare, Dokter Ungkap Rahasia Kulit Pria Tetap Sehat dan Terawat

Ortu Remaja Sidoarjo Bugil Saat Terima Pesanan Ojol Buka Suara

Pakar Apresiasi Prabowo Terkait Penanganan 3 Kasus Korupsi: Tegas

Profil Timnas Spanyol Jelang Final Piala Dunia 2026 Lawan Argentina

Jalan Raya Pos: Warisan Daendels yang Masih Membentang di Pulau Jawa

Kasus Dugaan Teror di Rumah Dinas Wabup Deli Serdang, Hasil Labfor Diumumkan Senin

Artikel Populer

  • 1Prabowo: Senjata RI Diakui Dunia, Menang Pertandingan Menembak 12 Kali
  • 2Tak Ada Demo di Bundaran HI, Puluhan Mobil Polisi Tinggalkan Dukuh Atas Jakpus
  • 3Kampus Klarifikasi soal Rachmi yang Temui Dedi Mulyadi di Padang, Sebut Terkendala Akademik
  • 4Penembakan di Bar Canggu Bali Lukai WNA dan Sekuriti, Polisi Buru Pelaku
  • 5Koperasi Bisa Kelola Tambang, Dinas ESDM Jatim Sebut Perizinan Tetap di Pusat
  • 6Ledakan Terjadi di Gudang Amunisi Madiun
  • 7Resmi, Persib Bandung Datangkan Mariano Peralta Pemain Terbaik Super League 2025-2026
  • 8Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 20 Juli 2026, Cek Keberangkatan Lengkap
  • 9Duit Korupsi Modal Batu Bara Rp 38,9 M Dipakai untuk Urusan Pribadi Tersangka
  • 10MenPAN-RB Sampaikan Capaian Kinerja Tahun 2025 di Rapat Kerja DPR RI

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Berita
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Teknologi
    ×