• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Olahraga›Teror Tetangga Makin Menjadi, Rumah Keluarga di Depok Dilempari Telur-Kaca, Akhirnya DijualArtikel

Teror Tetangga Makin Menjadi, Rumah Keluarga di Depok Dilempari Telur-Kaca, Akhirnya Dijual

Olahraga2026-09-08 02:55:56328

Tetangganya kerap melontarkan makian, terutama ketika berpapasan dengan anggota keluarganya.

"Begitu (tetangga mereka) pulang, nyari atau ngelihat dulu (ke arah rumah keluarga Azis). Ada orang (atau tidak), ngata-ngatain, itu udah makanan tiap hari gitu lho," kata dia saat ditemui Kompas.com di kediamannya pada Minggu (19/7/2026).

Novita mengatakan, teror tersebut juga disertai aksi provokasi. Ia mengaku, tetangganya kerap menantang anggota keluarganya agar keluar rumah.

Kini, ia dan keluarganya memilih tidak menanggapi makian tersebut secara serius.

Mereka justru menjawabnya secara asal agar tidak terpancing emosi.

"Dia makin emosi ngoceh, kita jawabin asal bunyi aja, "Iya, Argentina entar menang, iya entar MU, iya Barack Obama suruh main bola." Pokoknya asbun aja yang penting ada nyaut," ungkap Novita.

Selain intimidasi verbal, rumah keluarga Novita juga beberapa kali dirusak.

Salah satunya terjadi pada 2024 ketika keluarganya sedang berada di luar kota dan hanya menyisakan kakaknya di rumah.

"Puncaknya 2024 itu posisinya keluarga lagi di luar kota liburan, abang saya sendirian di rumah, ditambah lagi enggak enak badan. Rumah dirusak, pager dirusak, abang saya sampai bengep," ujar dia.

Kondisi pagar rumah milik keluarga Azis Suraji dalam kondisi rusak, Depok, Jawa Barat, Minggu (19/7/2026)KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Kondisi pagar rumah milik keluarga Azis Suraji dalam kondisi rusak, Depok, Jawa Barat, Minggu (19/7/2026)Setelah kejadian tersebut, keluarga Novita memasang empat kamera pengawas (CCTV).

Kamera tersebut dipasang untuk mengumpulkan bukti terkait dugaan aksi teror yang dilakukan tetangga mereka.

Hasilnya, berbagai dugaan aksi pelemparan benda ke arah rumah berhasil terekam kamera.

"Dulu setelah kita pasang CCTV banyak bukti, dilempar telur, sandal, debu. Kalau barang-barang kayak kaca beling, telur, atau pur (makanan ayam) dicampur air atau minyak jelantah itu sering dilempar ke dalam rumah," tutur dia.

Novita menambahkan, berbagai bentuk teror tersebut akhirnya membuat keluarganya merasa tidak nyaman berada di rumah. Kondisi itu pula yang kemudian membuat mereka memutuskan untuk menjual rumah tersebut.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/281c799711.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Mbappe Lebih Pilih Final daripada Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

  • Baku Tembak di Festival Toronto: 2 Orang Tewas, 4 Terluka

  • Jejak Pemain Barcelona Juara Piala Dunia, Siapa Berikutnya?

  • Walhi Jatim Sebut Kebakaran TPA Benowo Bentuk Kegagalan Penanganan Sampah

  • Cara Menikmati Keindahan Waduk Sermo di Kulon Progo, Bisa Jogging dan Lari

  • PT Inhutani I Buka Banyak Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1

  • Deretan Aksi Rasisme di Piala Dunia 2026, Suporter hingga Pemain Jadi Korban

  • Cara Mengenali Emosi yang Sedang Dirasakan, Menurut Psikolog

Artikel Populer

  • 1Terekam CCTV Buang Sampah Sembarangan, Pria di Jaksel Didenda Rp 500.000
  • 2Rumah Hanyut, Suami Meninggal di Huntara, Nurmaini Masih Menanti Hunian Tetap
  • 3Misteri Warga Madiun Hilang di Korea Selatan, Berawal dari Pamit Pergi ke Surabaya
  • 4Jalan Raya Pos: Warisan Daendels yang Masih Membentang di Pulau Jawa
  • 5Menkop Dialog dengan 10 Asosiasi Desa di RI, Tuntaskan Persoalan KDKMP
  • 6Cerita Damkar Karanganyar Evakuasi 5 Anak Kucing Berkat Laporan Seorang Ibu Hamil
  • 7ITS Bikin Traktor Perahu Listrik untuk Pertanian Lahan Gambut
  • 8Lepas 135 Karyawan Umrah, ParagonCorp Diapresiasi Menhaj
  • 9Pemerintah Gelontorkan Rp 10,3 Triliun untuk Percepat Program Listrik Desa
  • 10Di Balik Bisnis Triliunan Piala Dunia 2026, Jejak Karbon Presiden FIFA Ikut Disorot
  • 11Survei: Warga AS Makin Pesimistis terhadap Ekonomi Meski Inflasi Melandai
  • 12Bertemu Kajati, Kapolda Riau Tegaskan Polri-TNI-Jaksa Solid

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Berita

Populer Situs

Jalan Rusak, Ratusan Petani Bengkulu Tengah Urunan Selama 10 Bulan, Bupati Pinjamkan Alat Berat

Survei: Warga AS Makin Pesimistis terhadap Ekonomi Meski Inflasi Melandai

Pabrik Sandal di Karanganyar Hangus Terbakar, Ratusan Karyawan Diliburkan Sementara Waktu

BI Ingin Perkuat Posisi Indonesia sebagai Produsen Kopi Terbesar Keempat Dunia

Marinus Gea Dorong Unias Bangun Kepemimpinan Berkarakter Pancasila

Protes Polusi Udara, Spanduk "Selamat Datang di Kawasan Tidak Layak Huni" Terbentang di Padalarang-Cipatat

Di Balik 'Propaganda Pembalasan' Rezim Iran

Viral Pencabulan Bocah Modus Ajak Main Game, Pelaku Ditangkap

Artikel Populer

  • 1FIFA Jual Rumput Lapangan Final Piala Dunia 2026, mulai Rp 8 Juta
  • 2Bahlil Buka Peluang Harga Pertamax Turun Jika Minyak Dunia Turun
  • 3Pemobil di Chili Tabrak Kerumunan Festival, 6 Orang Tewas
  • 4Resmi, Persib Bandung Datangkan Mariano Peralta Pemain Terbaik Super League 2025-2026
  • 5Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Kota Tempat Orang Berpendapat Tanpa Rasa Takut
  • 6Hotman Paris Heran Tan Kian Belum Jadi Tersangka, padahal Diduga Beri Suap
  • 7Cerita Resepsionis Hotel Podomoro Batang Gagalkan Penodongan, Pilih Melawan demi Jaga Tempat Kerja
  • 8Sudah Ada 324 RPTRA di Jakarta, Pramono Akan Tambah Lagi Dekat Permukiman
  • 9Terduga Pembunuh ASN Bangkalan Belum Tertangkap, Diduga Dibantu Bersembunyi
  • 10Prabowo Ungkap Indonesia Setop Impor Solar Mulai Juli 2026

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Berita
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Wisata
    • Bisnis
    • Olahraga
    ×