• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Kesehatan›Di Balik 'Propaganda Pembalasan' Rezim IranArtikel

Di Balik 'Propaganda Pembalasan' Rezim Iran

Kesehatan2026-09-08 03:03:4976123

Sejak pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, para pejabat senior Republik Islam Iran semakin menggaungkan retorika mereka.

Para politisi, media yang dikendalikan negara, hingga pemimpin tertinggi Iran yang baru secara terbuka menyerukan pembalasan atas kematian Khamenei.

Menurut gambar yang dipublikasikan media Iran, pada 14 Juli, dalam sidang tatap muka pertama parlemen Iran sejak perang dimulai, para anggota parlemen mengibarkan bendera merah bertuliskan seruan balas dendam. Lebih dari 180 dari total 290 anggota parlemen mendukung tuntutan untuk melakukan pembalasan.

Seruan balas dendam tidak hanya datang dari parlemen.

Media yang mendukung pemerintah juga gencar menggaungkan narasi tersebut. Pada Sabtu , surat kabar konservatif Hamshahri menerbitkan daftar yang mereka sebut sebagai "orang-orang yang diburu" dengan tajuk "Pembalasan Tak Terelakkan."

Daftar itu memuat 13 politisi dan pejabat militer Barat, termasuk menteri luar negeri, menteri pertahanan, Komandan Komando Pusat AS , hingga Kanselir Jerman Friedrich Merz.

"Ancaman-ancaman ini tidak bisa begitu saja dianggap sebagai retorika politik," kata pakar hukum sekaligus peneliti hak asasi manusia, Moein Khazaeli, kepada DW.

"Namun, pada saat yang sama, penting untuk membedakan antara kemampuan, niat, dan kemungkinan nyata untuk melaksanakan ancaman tersebut," lanjutnya.

Menurut Khazaeli, pemerintah Iran memiliki beberapa tujuan di balik retorika itu. Sebagian besar ancaman dapat dipandang sebagai bentuk perang psikologis sekaligus strategi penangkalan. Melalui cara ini, rezim berupaya menampilkan aparat militer dan keamanannya yang melemah seolah tetap kuat dan siap beroperasi.

Khazaeli juga menilai, pemerintah Iran ingin mengirim sinyal bahwa mereka dapat menggunakan metode terorisme jika tekanan internasional terus berlanjut. Menurutnya, ancaman itu tidak bisa diabaikan mengingat rekam jejak Republik Islam Iran dalam melakukan operasi di luar negeri.

Koran Hamshahri, yang dimiliki Pemerintah Kota Teheran, dikenal dekat dengan kelompok konservatif. Surat kabar itu termasuk pihak di lingkaran kekuasaan Iran yang menolak perundingan dengan Amerika Serikat dan memiliki hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam , institusi militer paling berpengaruh di Iran.

Aktivis politik Iran, Reza Alijani, mengatakan upacara berkabung untuk Ali Khamenei juga memiliki tujuan politik.Menurutnya, kepemimpinan Iran memanfaatkan momen tersebut untuk kepentingan politik.

Ia mengatakan acara itu bertujuan untuk menunjukkan dukungan terhadap rezim, mengalihkan perhatian dari kemunduran militer, serta melegitimasi kelanjutan konflik atas nama pembalasan.

Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, kembali menegaskan pesan tersebut setelah pemakaman ayahnya. Alih-alih menekankan rekonsiliasi atau pembangunan kembali setelah berbulan-bulan perang, ia justru menitikberatkan pada pembalasan.

Sehari setelah masa berkabung selama sepekan berakhir, pernyataan yang dikeluarkan atas namanya, menegaskan akan melanjutkan perjuangan pemimpin sebelumnya.

"Kami bersumpah akan membalas darah sucimu dan darah seluruh syuhada dalam dua perang ini terhadap para pembunuh yang kriminal dan tidak terhormat," tulis pernyataan tersebut.

Khazaeli mengatakan salah satu sasaran utama dari ancaman tersebut adalah para pendukung rezim sendiri.

"Selama bertahun-tahun, Republik Islam Iran selalu merespons kekalahan militer atau kegagalan di bidang keamanan dengan meningkatkan ancaman. Tujuannya adalah menciptakan kesan bahwa rezim tetap bertekad dan mampu melakukan pembalasan," ujarnya. "Bagi sebagian basis pendukungnya, narasi ini masih dipercaya dan terus diperkuat melalui propaganda negara."

Namun, menurut Khazaeli, pesan-pesan tersebut juga ditujukan kepada audiens internasional. Sasaran mereka bukan hanya pemerintah negara-negara Barat, tetapi juga para penentang Republik Islam Iran di luar negeri, termasuk jurnalis Iran, aktivis politik, pegiat hak asasi manusia, dan kelompok oposisi yang hidup dalam pengasingan sebagai eksil.

Dampak retorika tersebut juga terlihat dari respons terhadap kematian Senator Partai Republik AS, Lindsey Graham. Televisi pemerintah Iran dan sejumlah kanal Telegram yang mendukung pemerintah menyambut kabar kematiannya dengan nada puas, bahkan ada yang menyampaikan ucapan selamat.

Graham dikenal sebagai salah satu politikus AS yang selama bertahun-tahun mendukung kebijakan "tekanan maksimum" terhadap Republik Islam Iran. Ia juga berulang kali menyerukan serangan militer dan pemboman terhadap Iran.

Artikel pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Cinta Zanidya

Editor: Tezar Aditya Rahman

Simak juga Video 'Houthi Ancam akan Serang Fasilitas Krusial Milik Arab Saudi':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/79f799913.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • DJP Sebut Pajak Marketplace Tak Bikin Harga Barang Naik, Ini Penjelasannya

  • Marak Kepala Daerah Kena OTT KPK, Mendagri Ingatkan Pemimpin Jaga Integritas

  • Eri Cahyadi Sidak Kuliner Malam di Jalan Kedungdoro, Minta Tempat Parkir Dipindah

  • INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Demonstrasi Ajak Masyarakat Stop Bayar Pajak

  • BGN Bayar Pengadaan Motor Listrik Rp 243 M, tapi Belum Jadi Aset, Masih Diselidiki Kejaksaan

  • Momen Menkeu Purbaya dan Gubernur DIY Sultan HB X Keliling Alkid Jajal Becak Listrik

  • Penyebab Kebakaran Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Masih Diselidiki

  • Mulai Hari Ini, Semua Jalur Stasiun Bogor Bisa Layani KRL 12 Gerbong

Artikel Populer

  • 1Cerita Warga Makassar Bertahan dengan Air Sumur Berlumpur, Kuning, dan Berminyak Setiap Kemarau
  • 2Bosan Saat Uji Coba Penerbangan, Pilot Bikin "Ukiran" di Langit
  • 3Hakim: Roy Suryo Salahgunakan Praperadilan untuk Tunda Sidang Pokok Perkara
  • 4Gunung Semeru Meletus 6 Kali Sejak Pagi, Keluarkan Asap Setinggi 1.000 Meter
  • 5LBH: Admin TheKerupuk Tak Pernah Diizinkan Bicara Empat Mata dengan Pengacara Saat Diperiksa
  • 6Meme "Timpa Teks" Khariq Anhar Bentuk Satire dan Kritik Generasi Muda
  • 7Sopir Taksi Online yang Disewa Terdakwa Culik-Bunuh Kacab Bank Divonis Bebas
  • 8Krisis Murid Baru SD Negeri di Jateng dan DIY, Pakar Sebut Penduduk Usia Muda Terus Menurun
  • 9Rusdi Kirana Pastikan PKB Tempatkan Rakyat Sebagai Pusat Pembangunan
  • 10Sakit Hati Sejak Kecil dan Terbelit Utang Jadi Motif Anak Angkat Habisi Ayah di Nganjuk
  • 11Skandal Kecurangan Tes CPNS Guncang Thailand, Ribuan PNS Terlibat
  • 12Kisah Minos Antoni, Sukses Menyulap Sampah Pantai Pulisan Jadi Kerajinan Bernilai Jutaan Rupiah

Tag Populer

  • Otomotif
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Berita
  • Wisata
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Bisnis

Populer Situs

Lu Punya Otak, Enggak?

Cerita Warga Terbantu oleh Yanduan Propam Polri: 2 Hari Masalah Selesai

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi dr Tifa, Minta Sidang Lanjut ke Pembuktian

Iran Ancam Serangan Skala Penuh Jika AS Tak Berhenti Menyerang

9 Barista Muda Bertanding di Starbucks Championship 2026

Lamine Yamal Rogoh Ratusan Miliar untuk Rumah Bekas Pique-Shakira

Seorang Petani di Sikka Tewas Digigit Babi Hutan

6 Maskapai Ajukan Rute Baru dari Bandara Husein Sastranegara Bandung

Artikel Populer

  • 1Dilaporkan 11 Juli, Admin TheKerupuk Jadi Tersangka Empat Hari Kemudian, LBH Soroti Prosesnya
  • 2Perang Berlanjut, Trump Ancam Lebih Banyak Serangan ke Iran
  • 3Datangi Kantor Pertamina, Pemkot Medan Tagih Janji Atasi Antrean Mengular di SPBU
  • 4Diduga Cabuli 32 Murid SD, Kakek Pemilik Warung di Makassar Ditangkap
  • 5United Kenalkan Industri Motor Listrik Nasional ke Dunia Pendidikan
  • 6Ada Barcode Laporan Anonim, Siswa: Kalau Lapor ke Sekolah Kadang Malu
  • 7Warga Gaza Pun Sambut Spanyol yang Tekuk Argentina
  • 8Presiden Iran Akui Sedang Hadapi Perang Skala Penuh Lawan AS
  • 9Petugas Damkar Indramayu Selamatkan Kucing yang Telinganya Tertancap Paku
  • 10Penipuan Tiket Kapal Marak di Sikka, Pelni Imbau Warga Beli melalui Kanal Resmi

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Kesehatan
    • Bisnis
    • Hiburan
    • Pendidikan
    • Berita
    • Wisata
    • Olahraga
    ×