• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Wisata›Jangan Terburu-buru Hakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara ObjektifArtikel

Jangan Terburu-buru Hakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara Objektif

Wisata2026-09-08 03:40:512311

Meninggalnya tiga pekerja dalam proyek perpipaan di kawasan Cipayung merupakan tragedi yang menyisakan duka mendalam. Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Namun, di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, muncul desakan agar Gubernur DKI Jakarta segera mencopot Direktur Utama PAM Jaya. Langkah tersebut patut dipertanyakan karena berpotensi mendahului hasil investigasi resmi.

Dalam negara hukum, setiap kecelakaan kerja memiliki mekanisme penanganan yang jelas. Penentuan pihak yang bertanggung jawab harus didasarkan pada fakta, hasil investigasi aparat penegak hukum, serta pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan, bukan pada asumsi atau tekanan opini publik.

Publik juga perlu melihat persoalan ini secara utuh. Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan Komisaris PAM Jaya kepada publik, pekerjaan di lapangan dilaksanakan oleh PT Moya Indonesia sebagai kontraktor pelaksana. Dengan demikian, proses investigasi semestinya terlebih dahulu mengurai seluruh rantai tanggung jawab, mulai dari pelaksana pekerjaan, penerapan standar K3, sistem pengawasan, hingga hubungan kontraktual para pihak yang terlibat.

Dalam proyek konstruksi, tanggung jawab hukum tidak otomatis dibebankan kepada pemilik proyek setiap kali terjadi kecelakaan kerja. Ada pembagian tanggung jawab yang diatur dalam kontrak kerja maupun peraturan perundang-undangan.

Karena itu, siapa yang lalai, siapa yang mengendalikan pekerjaan di lapangan, serta siapa yang bertanggung jawab atas penerapan K3 hanya dapat dipastikan melalui investigasi yang objektif dan transparan.

Apabila benar pekerjaan tersebut masih berada pada tahap pelaksanaan dan belum diserahterimakan kepada pemberi tugas, maka fakta tersebut juga menjadi bagian penting yang harus ditelusuri dalam proses penyelidikan. Seluruh aspek teknis, administratif, maupun kontraktual perlu dibuka secara terang agar tidak ada pihak yang dijadikan sasaran sebelum seluruh fakta terungkap.

Kritik terhadap penyelenggara proyek merupakan bagian dari demokrasi. Namun, kritik juga harus dibangun di atas data dan proses hukum yang berjalan. Tuntutan pencopotan Direktur Utama PAM Jaya sebelum hasil investigasi diumumkan justru berisiko mengaburkan substansi persoalan, yakni mengungkap penyebab kecelakaan dan memastikan siapa pihak yang benar-benar bertanggung jawab.

Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukanlah penghakiman dini, melainkan investigasi yang profesional, independen, dan transparan. Semua pihak yang memiliki peran dalam proyek, mulai dari kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, hingga pihak-pihak lain yang memiliki tanggung jawab hukum, harus diperiksa secara proporsional.

Hanya dengan cara itulah keadilan bagi para korban dapat ditegakkan, sekaligus memastikan tragedi serupa tidak kembali terjadi.

Tragedi Cipayung tidak boleh dijadikan alat untuk membangun opini yang mendahului proses hukum. Menghormati hasil investigasi merupakan bentuk penghormatan terhadap prinsip keadilan dan tata kelola pemerintahan yang baik. Siapa pun yang nantinya terbukti lalai harus bertanggung jawab. Namun sebelum fakta-fakta hukum terungkap, tidak seorang pun layak dijatuhi vonis di ruang publik.

Rinanto Dwi Hantoro, SH, Direktur Eksekutif Mata Pena, Lembaga Kajian Sosial Ketenagakerjaan

Simak juga Video 'Suasana Terkini Kebakaran TPA Cipayung, Api Sudah Padam':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/2d799990.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Apa Itu GASS? Empat Keunggulan Teknologi Dual Mode BYD yang Perlu Diketahui

  • Cerita Kedekatan Iptu Motalip dengan Warga Nduga dalam Jaga Keamanan

  • Ampas Kopi Bisa Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan, Ini Penelitiannya

  • China Kebut Ambisi AI, Targetkan Jadi Nomor Satu Dunia Lima Tahun Lagi

  • Spanyol Hapus Sosok Donald Trump dari Foto Selebrasi Juara Piala Dunia 2026

  • Vienna Naikkan Pajak Wisata di Tengah Lonjakan Turis

  • Hotman Paris Heran Tan Kian Belum Jadi Tersangka, padahal Diduga Beri Suap

  • Ada "Samudra Purba" di Bawah Gurun Sahara, Sebagian Air Sudah Berusia Jutaan Tahun

Artikel Populer

  • 1Mazda Targetkan 1.500 SPK di GIIAS 2026
  • 2Super El Nino yang Ditakuti Dunia Justru Diduga Menekan Jumlah Badai Atlantik
  • 3Pemerintah Falkland Ikut Kecam Argentina, Minta FIFA Jatuhkan Sanksi
  • 4Tanggul Sungai Aek Sigala-gala Jebol, Permukiman di Tapanuli Tengah Terendam 1,5 Meter
  • 5Motif Penusukan di Jakbar Terungkap, Dipicu Video Pacar yang Diduga Disebar
  • 6Candra Naya di Glodok, Rumah Keluarga Tionghoa Kaya Zaman Batavia
  • 7Banjir Rob Masuk Sekolah, Disdik Surabaya Sebut MPLS Tak Terganggu
  • 8Viral Pria di Tangerang Tusuk-tusuk Orang Random, Pelaku Ditangkap
  • 9Jaringan Kriminal India Jadi Ancaman Global, FBI Ikut Turun Tangan
  • 10MVP SEA V Cup 2026 Sentil Timnas Voli Indonesia Usai Takluk dari Kamboja
  • 11Kapolda Riau Turun Langsung Pantau Pengambilan Bib dan Racepack RBR 2026
  • 12Momen Pelaku Teror Ancaman Bom di SDN Jaksel Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Tag Populer

  • Bisnis
  • Teknologi
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Berita
  • Kesehatan
  • Otomotif

Populer Situs

Tinggal Sendiri dan Tak Punya Keluarga Bisa Buat KK Mandiri, Ini Caranya

Penjahit di Bali Cekcok dengan Pelanggan hingga Singgung SARA, Kini Mina Maaf

Sederet Fakta Menarik Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina, Siapa Ukir Sejarah?

Pengelola SPBU di Lampung Barat Ditetapkan Tersangka Kasus Penyelewengan BBM Subsidi Pertalite

Motor Mahasiswa dengan Ciri Ini Jadi Incaran Curanmor di Tangsel

Ditolak Atletico Madrid, Barcelona Akan Kembali Tawar Julian Alvarez

Sopir Xenia Tabrak 4 Motor hingga 3 Orang Luka di Pondok Gede Diamankan

Dokter Peringatkan Bahaya Tren Cairan Infus untuk Jerawat, Bisa Tinggalkan Bekas Permanen

Artikel Populer

  • 1"Jangan Pernah Mendaki Hanya demi Konten" Ini Tips Aman Naik Gunung agar Pulang Selamat
  • 2Diduga Angkut BBM Ilegal, Minibus Meledak dan Hanguskan Dua Rumah di Polewali Mandar
  • 3Inovasi soal Evakuasi Korban Bencana Bikin Mata Dunia Tertuju ke China
  • 4Inovasi Skincare Lembut untuk Kulit Sensitif, Menjawab Kebutuhan Generasi Muda
  • 5Sebulan di Meksiko, Rivera Kembali dengan Misi Baru di Persebaya
  • 6Kisah Pilu Korban KLM Nurul Salsa di Selayar, 3 Orang Meninggal di Atas Gabus lalu Dilepas ke Laut
  • 7Final Piala Dunia 2026 Spanyol Argentina: Stadion Mulai Ramai, Jurnalis Membludak
  • 8Bukan Cuma Komodo, Manggarai Barat Punya 94 Desa Wisata yang Memikat
  • 9Motor Listrik VinFast Resmi Meluncur, Mulai Rp 17,5 Juta
  • 10Messi Vs Mbappe, Siapa yang Bakal Meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026?

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pendidikan
    • Berita
    • Kesehatan
    • Bisnis
    • Teknologi
    ×