• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Kesehatan›Iran Akui Serang 2 Kapal Tanker UEA di Selat HormuzArtikel

Iran Akui Serang 2 Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz

Kesehatan2026-09-08 02:55:288

Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah menghantam dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab di Selat Hormuz, ketika Amerika Serikat melancarkan serangan atas Iran berturut-turut.

UEA menyebut serangan itu sebagai tindakan yang "terang-terangan", seraya mengatakan seorang awak kapal berkewarganegaraan India tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.

IRGC juga mengonfirmasi telah menargetkan fasilitas-fasilitas AS di Yordania dan Bahrain dalam serangan semalam.

Sementara itu, militer AS menyatakan telah menyelesaikan serangan terhadap sejumlah target yang bertujuan melemahkan "kemampuan Iran untuk menyerang pelayaran komersial".

Harga minyak naik pada perdagangan Selasa pagi ini, dengan minyak mentah Brent menguat 1,9% menjadi US$84,87 per barel, sementara minyak yang diperdagangkan di AS naik 2% menjadi US$79,75 per barel.

Perkembangan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS akan memberlakukan kembali blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mengenakan biaya sebesar 20% terhadap seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz.

Berikut yang sejauh ini diketahui.

Tim BBC Verify menelusuri pergerakan terbaru dua kapal yang menjadi sasaran serangan, yang oleh Uni Emirat Arab diidentifikasi sebagai kapal tanker minyak mentah Mombasa B dan kapal tanker gas alam cair Al Bahiya, dengan menggunakan citra satelit.

Kapal tanker Mombasa B tidak menyiarkan lokasi publiknya selama lebih dari 10 hari sebelum serangan terjadi.

Berdasarkan data dari situs pelacakan maritim MarineTraffic, kapal tersebut berangkat dari terminal minyak Zirku di UEA pada 2 Juli dan dijadwalkan menuju Khor Fakkan, juga di UEA.

Citra satelit yang ditinjau BBC Verify menunjukkan kapal itu melakukan transfer muatan dari kapal ke kapal dengan kapal tanker lain bernama He Rong Hai di lepas pantai Fujairah pada 8 Juli.

Baca juga:

Menurut perusahaan intelijen maritim TankerTrackers, Mombasa B mengangkut sekitar 1,9 juta barel minyak UEA yang kemudian dipindahkan ke He Rong Hai.

Sementara itu, kapal tanker LNG Al Bahiya juga tidak menyiarkan lokasi publiknya selama lebih dari 14 hari.

Posisi terakhir yang diketahui menurut data MarineTraffic menunjukkan kapal itu berada di lepas pantai India bagian barat.

Namun, analisis TankerTrackers yang didukung citra satelit dan ditinjau BBC Verify menunjukkan bahwa kapal tersebut berada di dekat Ras Laffan di kawasan Teluk pada 22 Juni.

Temuan ini mengindikasikan bahwa data lokasi yang tersedia untuk publik kemungkinan telah dimanipulasi sehingga tidak mencerminkan posisi sebenarnya kapal tersebut.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan bahwa dua kapal tanker menjadi sasaran rudal jelajah Iran saat melintasi Selat Hormuz di perairan Oman pada malam hari.

Menurut keterangan tersebut, serangan itu menewaskan seorang awak kapal berkewarganegaraan India dan melukai delapan orang lainnya.

Dari para korban yang terluka, enam orang adalah warga negara India dan dua lainnya warga negara Ukraina.

Selat Hormuz BBC

UEA menambahkan bahwa kedua kapal tanker, Mombasa dan Al Bahiyah, mengalami kerusakan akibat serangan tersebut, yang juga memicu kebakaran di atas kapal.

Pemerintah UEA mengecam serangan yang disebutnya sebagai tindakan yang "terang-terangan" .

Abu Dhabi menyebut insiden itu sebagai "pelanggaran serius" dan "pelanggaran jelas" terhadap hukum internasional, seraya menegaskan bahwa pihaknya memiliki "hak penuh untuk merespons" dengan "segala langkah yang diperlukan".

Belakangan, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengonfirmasi serangan tersebut melalui pernyataan yang dipublikasikan di Telegram.

Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan kedua kapal tanker itu mengabaikan peringatan, mematikan sistem navigasi, dan berupaya melintasi jalur yang telah dipasangi ranjau.

IRGC menambahkan bahwa "kerja sama dengan musuh agresor" hanya akan berujung pada penyesalan, kerusakan, dan tertundanya pembukaan kembali jalur pelayaran di selat tersebut, serta berpotensi memicu "krisis energi global".

Militer AS melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam ketiga berturut-turut, sementara sejumlah kapal tanker di Selat Hormuz menjadi sasaran serangan yang diklaim dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran .

Presiden Donald Trump mengatakan AS menyerang Iran dengan "sangat keras" di tengah meningkatnya eskalasi serangan antara kedua negara.

Sementara itu, Uni Emirat Arab menuduh Iran melakukan serangan yang "terang-terangan" terhadap dua kapal tanker di selat tersebut.

Serangan itu dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya, dengan empat korban mengalami luka berat.

IRGC mengonfirmasi serangan terhadap kapal-kapal tersebut. Menurut mereka, dua kapal tanker itu mengabaikan peringatan, mematikan sistem navigasi, dan mencoba melintasi jalur yang telah dipasangi ranjau.

Perselisihan mengenai kendali atas Selat Hormuz kini mengancam upaya-upaya untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung.

Pada Senin, AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Presiden Trump juga mengatakan AS akan mengenakan biaya sebesar 20% sebagai bagian dari operasinya untuk mengendalikan jalur pelayaran strategis tersebut.

Presiden Donald Trump mengatakan AS akan kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta mengenakan biaya sebesar 20% untuk seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz.

Trump mengatakan langkah tersebut akan mencegah "kapal-kapal Iran maupun pelanggan Iran" masuk atau keluar melalui jalur pelayaran minyak yang strategis itu.

Namun, menurutnya, "semua negara lain akan tetap memiliki akses yang adil dan terbuka ke Selat Hormuz".

Blokade tersebut akan mulai berlaku pada Selasa pukul 16.00 waktu Timur AS.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa pihak yang menyediakan jalur pelayaran yang aman "seharusnya memperoleh kompensasi atas layanan tersebut".

Namun, dia menegaskan Iran akan tetap menjadi "PENJAGA" Selat Hormuz, menggunakan istilah yang sebelumnya dipakai Trump.

Teheran dan Washington terlibat perselisihan mengenai kendali atas Selat Hormuz setelah kedua pihak saling melancarkan serangan di kawasan tersebut semalam.

AS menyatakan telah menyerang sejumlah sasaran militer di Iran, termasuk sistem pertahanan udara, radar pesisir, serta lokasi peluncuran rudal dan drone.

Iran mengatakan telah membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain, serta fasilitas radar di Oman.

Seiring meningkatnya perselisihan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz, Presiden Donald Trump pada Senin mengumumkan bahwa AS akan kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Berikut yang sejauh ini diketahui:

Blokade tersebut, menurut Trump, akan mencegah "kapal-kapal Iran atau pelanggan Iran" untuk masuk atau keluar melalui Selat Hormuz, sementara semua negara lain tetap akan memiliki "akses yang adil dan terbuka" ke jalur pelayaran tersebut.

Trump juga mengatakan bahwa, "demi keadilan", AS akan mengenakan biaya sebesar 20% atas seluruh kargo yang diangkut melalui selat itu.

Selat Hormuz, Iran, ASReuters

Dana yang diperoleh dari pungutan tersebut, menurutnya, akan digunakan untuk menutupi biaya dalam menyediakan "keselamatan dan keamanan" di kawasan yang disebutnya sebagai salah satu wilayah paling bergejolak di dunia.

Namun, masih belum jelas bagaimana AS akan menerapkan pungutan tersebut. Organisasi Maritim Internasional menyatakan tidak ada "dasar hukum" untuk langkah semacam itu.

Blokade tersebut akan diberlakukan oleh Komando Pusat Amerika Serikat dan dijadwalkan mulai berlaku pada Selasa pukul 16.00 waktu Timur AS.

Simak juga Video: Iran Ancam Serangan Balasan Seusai AS Gempur Selat Hormuz Lagi

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/427e799565.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Bali Ditangkap di Soetta!

  • Menkum Buka Suara soal Tarif Baru Naturalisasi dan Lepas Status WNI

  • Jadi Tersangka UU ITE, Admin TheKerupuk Tak Ditahan Setelah Dijamin Keluarga

  • WNI Asal Maros Diduga Dibunuh di Armenia, Kemlu Kirim Nota Diplomatik

  • Pasokan Air PAM Berpotensi Mati di 7 Kelurahan Jakbar Mulai 17 Juli

  • Menyoal Rencana DJP Gandeng Babinsa TNI Awasi Kepatuhan Pajak

  • Cegah Kebakaran, Pemkot Depok Minta Damkar Rutin Siram TPA Cipayung

  • Milisi Irak Tawarkan Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Trump

Artikel Populer

  • 1Pasca-ledakan Gudang Amunisi Madiun, RSUD Caruban Dijaga Ketat dan Akses Publik Dibatasi
  • 2Messi Absen Bela Inter Miami di 2 Laga dan MLS All-Star Usai Piala Dunia 2026
  • 3Warga Diteror Tetangga hingga Pintu Rusak Sempat Dimediasi Sejak 2024
  • 4Sungai Kampar di Riau Tercemar Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Walhi: Aparat Harus Cepat Bertindak
  • 5Cerita Zhafif, Siswa SMAS Kharisma Bangsa yang Ikut Olimpiade Internasional
  • 6Gerindra Tepis Hotman: Presiden Tak Pernah Intervensi Hukum
  • 7Dana Asing hingga MSCI Jadi Penentu Arah IHSG di Semester II-2026
  • 8Mojtaba Khamenei Respons Trump Usai Disebut Tewas, Ejek AS Setan Besar
  • 9Pukul Siswanya dengan Mistar karena Tak Hafal Perkalian, Guru di Lubuklinggau Dilaporkan ke Polisi
  • 10Jadwal China Open 2026 Hari Ini: 5 Wakil Indonesia Turun Bertanding
  • 11Takhayul Bikin Rumah Angker Sulit Laku di Jepang, Apa Solusinya?
  • 12Serang Polisi Pakai Sajam, Bandar Narkoba di Riau Dilumpuhkan

Tag Populer

  • Teknologi
  • Berita
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Otomotif
  • Olahraga

Populer Situs

Koperasi Bisa Kelola Tambang, Dinas ESDM Jatim Sebut Perizinan Tetap di Pusat

Lamine Yamal Rogoh Ratusan Miliar untuk Rumah Bekas Pique-Shakira

Trump Kenakan Tarif Dagang Baru pada Kanada, Ottawa Siapkan Balasan

Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Lionel Messi: Rasa Sakitnya Luar Biasa

Menlu Sugiono dan Menlu Vietnam Teken Rencana Aksi 2026-2030, Ini Isinya

Terungkap Peran 2 Tersangka Wanita Terkait Tewasnya ASN BPN Nias di Apartemen Medan

Benarkah Biaya Perawatan Motor Listrik Lebih Murah daripada Motor Bensin?

Gibran Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama Warga Lampung, Jalan Penopang Ekonomi Diprioritaskan

Artikel Populer

  • 1Siapa Femas Yani Arianto? Sosok Pemuda Madiun yang Kabur Saat Tur Korea Selatan
  • 2Perkara Amplop Raja Juli di Tangan KPK
  • 3Fadia Arafiq Segera Disidang di Kasus Pengadaan Jasa Outsourcing
  • 4Penyebab Kebakaran Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Masih Diselidiki
  • 5Pemprov DKI Jakarta Buka Seleksi Duta Antihoaks, Khusus Pelajar SMA Negeri
  • 6RI Perkuat Infrastruktur Digital dengan Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi
  • 7Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Ngaku Emosi karena Mabuk
  • 84 Orang Masih Terjebak di Ledakan Grand Polonia Medan, 2 Sudah Dievakuasi
  • 9Prakiraan Cuaca BMKG: 7 Provinsi Berpotensi Dilanda Hujan Lebat Besok 16 Juli 2026
  • 104 Orang Masih Terjebak di Ledakan Grand Polonia Medan, 2 Sudah Dievakuasi

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Bisnis
    • Pendidikan
    • Berita
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Olahraga
    ×