• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Kesehatan›Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan FotosintesisArtikel

Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis

Kesehatan2026-09-08 02:47:1626762

Mengukur kemampuan fotosintesis pohon

Dalam penelitian yang dilakukan Institut Teknologi Federal Swiss di Lausanne (EPFL) para peneliti membandingkan data suhu kritis dari 200 jenis pohon dengan data suhu dari satelit yang dikumpulkan di seluruh hutan tropis antara tahun 2001 dan 2020.

Selama dua dekade terakhir, luas hutan tropis yang suhu puncak pohonnya melewati batas aman meningkat dari 43 juta hektar menjadi 57 juta hektar.

Peneliti kemudian memperkirakan bahwa pada tahun 2050, luas hutan tropis yang kepanasan melewati batas kritis bisa melonjak hingga lebih dari 93 juta hektar. Sementara pada tahun 2100, angka ini bisa berlipat ganda menjadi 160 juta hektar.

Penelitian ini termasuk yang pertama kali menggabungkan data batas ketahanan panas dari setiap jenis pohon dengan hasil pantauan satelit skala besar untuk melihat tingkat stres akibat panas di seluruh hutan tropis.

Para penulis mengatakan bahwa meskipun penelitian ini fokus pada hutan tropis, gelombang panas baru-baru ini dilaporkan telah membuat beberapa pohon dan tanaman pertanian di Swiss ikut melewati batas ketahanan panas mereka. Ini menunjukkan bahwa masalah stres akibat panas tidak hanya terjadi di daerah tropis.

"Kita bisa mendeteksi wilayah-wilayah mana saja yang terancam bahaya dan bersiap menghadapi dekade-dekade mendatang," kata Charlotte Grossiord, asisten profesor di Laboratorium Penelitian Ekologi Tanaman yang memimpin penelitian ini.

Dampak stres akibat panas

Para penulis mengatakan bahwa stres akibat panas merusak reaksi kimia di dalam daun dengan cara yang mirip seperti saat panas ekstrem mengganggu fungsi tubuh manusia.

"Ketika daun menjadi terlalu panas, protein yang menggerakkan proses fotosintesis mulai rusak. Akibatnya, pohon menyerap lebih sedikit karbon dioksida dan pertumbuhannya menjadi tidak maksimal," kata Grossiord.

Suhu yang terus meningkat menyebabkan hilangnya beberapa jenis tumbuhan secara lebih drastis.

Peneliti menambahkan bahwa perubahan jenis tanaman di hutan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengurangi keanekaragaman hewan secara keseluruhan. Hal ini bisa memperburuk kemampuan hutan untuk bertahan dari gelombang panas dan kekeringan di masa depan.

"Hutan tropis adalah salah satu penyerap karbon paling penting di dunia. Ketika kemampuan mereka untuk menyerap karbon dioksida menurun, pemanasan global bisa terjadi lebih cepat. Di saat yang sama, hutan tropis juga akan lebih sedikit melepaskan uap air ke udara, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan cuaca ekstrem di seluruh dunia," para peneliti mengingatkan.

Namun, mereka mencatat bahwa meskipun perubahan iklim terjadi semakin cepat, masih ada ruang bagi beberapa jenis tumbuhan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang berubah.

"Di dalam hutan yang sama, jenis pohon yang lebih tahan panas mungkin bisa beradaptasi dan akhirnya menggantikan jenis pohon lain yang punah," jelas Grossiord.

Meski begitu, sejauh ini masih belum diketahui seberapa cepat perubahan itu bisa terjadi, dan pada suhu berapa pohon-pohon tersebut benar-benar tidak bisa lagi bertahan hidup.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/735b899256.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Dilaporkan 11 Juli, Admin TheKerupuk Jadi Tersangka Empat Hari Kemudian, LBH Soroti Prosesnya

  • Dukungan Polisi di Pelalawan Boat Racing, Pesona Wisata Sungai Kampar

  • Truk Molen Nyangkut di Kolong Jembatan Matraman, Sudah Dievakuasi

  • Momen Pelaku Teror Ancaman Bom di SDN Jaksel Ditangkap Kurang dari 24 Jam

  • Ilmuwan Teliti Manusia Berusia 100 Tahun Selama 5 Dekade, Ini Rahasia Umur Panjang

  • Bahlil Ajak Kader MKGR Beri Masukan ke Pemerintah, Singgung Masalah MBG

  • Bekas Lahan Sampah di Sukmajaya Depok Kebakaran, 2 Orang Berhasil Dievakuasi

  • Sejarah Candra Naya di Glodok, Pernah Jadi Sekolah hingga Tempat Kuliah

Artikel Populer

  • 1Motor Listrik VinFast Resmi Meluncur, Mulai Rp 17,5 Juta
  • 2Pidato Perdana Andy Burnham sebagai PM Inggris: Janji Akhiri Tunawisma
  • 3Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ditangkap Tak Jauh dari Sekolah
  • 4Prabowo Beri Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30-200 GT
  • 5Lebih dari 80.000 Transmigran Belum Kantongi Sertifikat Tanah
  • 6Urutan Febrie Tersangka: Ditetapkan Kortas Tipikor, Dilimpah ke Kejagung
  • 710 Hidangan Nasi Terenak di Indonesia Versi TasteAtlas, Ada Favoritmu?
  • 8Iran Ogah Negosiasi Usai Digempur AS, Fokus Pertahanan Negara
  • 9Prabowo Bocorkan Bakal Launching Motor Listrik Nasional
  • 10Ono Surono Tolak SPP di Sekolah Negeri, Sebut Pendidikan Tanggung Jawab Negara
  • 11Jelang Perancis vs Inggris, Tuchel Bela Diri Soal Kalah dari Argentina
  • 12Pesan Kepala BKN Zudan Arif untuk ASN: Pengabdian Sunyi, Bangsa yang Tumbuh

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Berita
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Hiburan

Populer Situs

Lamborghini Sebut Teknologi EV Belum Matang

Ditarget Tuntas Malam Ini, Ini Progres Pembongkaran JPO Tendean

Golkar Semprot Kadernya yang Terlibat Kericuhan DPRD Riau: Memalukan!

Tips Merawat Janda Bolong agar Tumbuh Subur, Pemula Wajib Tahu

Terduga Pembunuh ASN Bangkalan Belum Tertangkap, Diduga Dibantu Bersembunyi

Bupati Lombok Barat Ahmad Zaini yang Kena OTT Tiba di Gedung KPK

3 Tahun Stroke, Bugira Tak Pernah Kontrol Kesehatan karena Kendala Jarak dan Biaya

Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Eri Cahyadi Sebut Sudah Siap

Artikel Populer

  • 1MPLS, Taj Yasin Beri Motivasi Siswa SMAN 1 Dayeuhluhur Cilacap
  • 2Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini
  • 3Netflix Akuisisi Startup AI Milik Ben Affleck Rp 10,53 Triliun, Sang Aktor Jadi Penasihat Senior
  • 4Detik-detik Anak Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Kenali Mobil Orangtua dari Video Medsos
  • 5Meski Hukuman 27 Pelaku Pemerkosaan Anak di Sampang Bisa Diperberat, APH Diminta Cermat
  • 6J Trust Bank (BCIC) Gandeng Pegolf Kristina Yoko untuk Perkuat "Branding"
  • 7Santriwati Cabut Pengakuan Dihamili Kiai Pekalongan, Ini Fakta Baru Kasus Padang Ati
  • 8Dishub Ungkap Penyebab Pembongkaran JPO Tendean Berlangsung 10 Jam Lebih
  • 9Daftar Harga Sewa Perlengkapan Pendakian di Gunung Lemah Wonosobo
  • 10Barcelona Jadikan Bomber Al Nassr Opsi Cadangan jika Gagal Gaet Julian Alvarez

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Olahraga
    • Berita
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Otomotif
    • Teknologi
    • Hiburan
    ×