• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Otomotif›Jangan Anggap Sepele Gigi Susu Berlubang, Bisa Ganggu Tumbuh Kembang AnakArtikel

Jangan Anggap Sepele Gigi Susu Berlubang, Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Otomotif2026-09-08 02:48:24277

Gigi berlubang bisa memengaruhi tumbuh kembang anak

Alana menjelaskan, karies yang tidak diobati bukan hanya menyebabkan sakit gigi, tetapi juga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

"Tanpa penanganan yang tepat, gigi anak rentan mengalami karies gigi," ujarnya.

Ia menerangkan, rasa sakit akibat gigi berlubang dapat berlangsung dalam waktu lama sehingga membuat anak kehilangan nafsu makan.

Akibatnya, asupan nutrisi anak dapat berkurang dan berisiko mengganggu proses tumbuh kembangnya.

Selain itu, sakit gigi juga bisa membuat anak menjadi lebih rewel, sulit berkonsentrasi saat belajar, tidak bersemangat bermain, hingga mengalami gangguan tidur.

Jika kerusakan gigi semakin parah dan menyebabkan gigi tanggal sebelum waktunya, anak juga bisa mengalami kesulitan mengunyah makanan.

Tidak hanya sakit gigi, infeksi juga bisa menyebar

drg. Alana Aluditasari, Sp. K.G.A. Gigi susu yang berlubang bukan sekadar menyebabkan sakit gigi, tetapi juga bisa memengaruhi nafsu makan, aktivitas, hingga tumbuh kembang anak jika tidak segera ditangani.Dok. RSPI drg. Alana Aluditasari, Sp. K.G.A. Gigi susu yang berlubang bukan sekadar menyebabkan sakit gigi, tetapi juga bisa memengaruhi nafsu makan, aktivitas, hingga tumbuh kembang anak jika tidak segera ditangani.

Menurut Alana, karies yang dibiarkan terus berkembang dapat merusak lapisan gigi yang lebih dalam hingga mencapai dentin dan pulpa.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

"Jika tidak ditangani dengan tepat, gigi berlubang akibat karies dapat menjadi jalan masuknya bakteri dan menimbulkan infeksi," jelasnya.

Ia menambahkan, infeksi tersebut bahkan dapat menyebar hingga ke gusi, tulang rahang, maupun organ tubuh lain apabila tidak segera diobati.

Tak hanya itu, gigi susu yang tanggal terlalu cepat akibat karies juga dapat mengganggu pertumbuhan gigi permanen.

Sebab, gigi susu berperan sebagai penuntun tumbuhnya gigi permanen. Jika tanggal sebelum waktunya, gigi permanen berisiko tumbuh tidak beraturan atau bahkan terjebak di dalam gusi.

Kapan anak perlu dibawa ke dokter gigi?

Alana menyarankan orangtua segera membawa anak ke dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak apabila mulai muncul tanda-tanda karies.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain munculnya bercak putih yang kemudian berubah menjadi cokelat atau kehitaman, gigi terasa ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman manis, panas, maupun dingin, adanya lubang pada gigi, bau mulut, hingga nyeri saat menggigit makanan.

Dokter nantinya akan melakukan pemeriksaan kondisi rongga mulut, menilai tingkat keparahan karies, serta bila diperlukan melakukan rontgen gigi.

Penanganan akan disesuaikan dengan usia anak, kondisi kesehatan, dan tingkat kerusakan gigi.

Beberapa pilihan terapi meliputi fluoride treatment untuk memperkuat enamel gigi, tambal gigi bila sudah terbentuk lubang, pemasangan mahkota gigi (crown) pada kerusakan berat, hingga pencabutan gigi apabila kondisinya sudah tidak dapat dipertahankan.

Penting menjaga kesehatan gigi sejak dini

Untuk mencegah karies, Alana mengingatkan pentingnya membiasakan anak menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Selain itu, orangtua juga dianjurkan membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, membiasakan anak minum air putih setelah makan, serta tidak membiarkan anak tidur sambil minum susu menggunakan botol dot.

Meski tidak ada keluhan, pemeriksaan gigi secara rutin tetap perlu dilakukan setiap enam bulan sekali.

"Kontrol rutin ke dokter gigi perlu dilakukan sejak anak memiliki gigi pertamanya atau ketika usianya menginjak satu tahun. Pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk memantau kesehatan gigi, mencegah kerusakan, dan memastikan pertumbuhan gigi sesuai dengan usianya," ujar dr. Alana.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/101d899890.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang

  • Menkop Sebut Presiden Mau Pertumbuhan Ekonomi Muncul di Desa Lewat KDKMP

  • MTrans Pecat Kru Bus yang Diduga Lecehkan Penumpang Saat Perjalanan Malang-Denpasar

  • Sekjen MPR Gaungkan 'Izakod Bekai Izakod Kai' di LCC 4 Pilar Papua Selatan

  • Asosiasi Mitra BGN Curhat di DPR: Ada Keracunan, Kami yang Dianggap Salah

  • Kerap Bersitegang, PM Spanyol dan Trump Bakal Satu Tribun di Final Pildun

  • Pangdam Ungkap Alasan TNI Bangun Batalyon Teritorial di Tiap Kabupaten, Bukan Sekadar untuk Tempur

  • Wangsit Jenderal Soedirman Menguatkan KDKMP

Artikel Populer

  • 1Pabrik Dupa di Kampung Bayur Tangerang Kebakaran, 50 Personel Damkar Dikerahkan
  • 2Drone Laut Ukraina Tenggelamkan Kapal Rusia, Dekat Istana Putin
  • 3Bedah Trailer Avengers: Doomsday, Chris Evans Kembali Jadi Captain America
  • 4Hashim Djojohadikusumo Ajak Dokter Ikut Awasi MBG: Jangan Sampai Ada "Tumor-tumor" Lagi
  • 5Yusril: Kasus Febrie Adriansyah Tak Dibahas Prabowo di Sidang Kabinet
  • 6Polisi: Siswa Bawa Bom di MAN 3 Padang Tak Terafiliasi Jaringan Terorisme
  • 7Prabowo Tekankan Digitalisasi Pemerintahan, Singgung Kartu Identitas Tunggal
  • 8Bantu SD Bengkulu Selatan, IDE Preneur Gelar Golf Charity 2026
  • 9Balas Trump, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
  • 10Bahlil Guyon ke Nusron Pakai Kacamata Hitam karena Inggris Kalah dari Argentina
  • 11Kekeringan Landa Cigudeg Bogor, Ribuan Warga hingga Puskesmas Krisis Air Bersih
  • 12Miris, Pria Bawa Bayi Kepergok Mau Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Berita
  • Hiburan
  • Wisata
  • Otomotif
  • Teknologi
  • Pendidikan

Populer Situs

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah: Padahal Sudah Ikut Retret

Eks Kepala PPATK Nilai Indikasi TPPU di Kasus Febrie Adriansyah Cukup Kuat

Buntut Kericuhan Pascalaga Spanyol vs Argentina, FIFA Buka Penyelidikan

TPS di Gunung Putri Bogor Kebakaran, Sumber Api Diduga dari Bakar Kasur

KPK Buka Penyidikan Baru Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong

Viral Video Ban Truk Kontainer Meletus Terpental Timpa Pemotor di Surabaya, Begini Kronologinya

Dana Kelolaan Sucor AM Tembus Rp 42,6 Triliun hingga Juni 2026

Kasus Korupsi Irak: Emas 375 Kg Disita, Uang Miliaran di Saluran Air

Artikel Populer

  • 1Pigai Dorong Penyelesaian Konflik Adonara Lewat Pendekatan Budaya, Ini Alasannya
  • 2Gempa M 5,4 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut
  • 3Mengapa Teror di Sekolah Kian Muncul? Sosiolog UNP Soroti Persoalan Lingkungan Sosial yang Tak Sehat
  • 4Kecelakaan Beruntun di Jalan MT Haryono Jaksel, 4 Orang Terluka
  • 5Xiaomi Redmi Kids Watch Pro Resmi, Smartwatch Anak dengan Offline Tracking
  • 6From Local to Global, Banyuwangi Ethno Carnival Pamerkan Budaya-Inovasi
  • 758 Gerai Kopdes di Atas Lahan Sawah Dilindungi, Bupati Banyumas Bingung Mengatasi
  • 8KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Sukoharjo dan 5 Lokasi Lainnya
  • 9Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Bali Ditangkap di Soetta!
  • 10Putusan MK: Pemberian Izin Tambang Ormas Tak Boleh Penunjukan Langsung

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Teknologi
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Bisnis
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Berita
    ×