• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Bisnis›Mengapa Teror di Sekolah Kian Muncul? Sosiolog UNP Soroti Persoalan Lingkungan Sosial yang Tak SehatArtikel

Mengapa Teror di Sekolah Kian Muncul? Sosiolog UNP Soroti Persoalan Lingkungan Sosial yang Tak Sehat

Bisnis2026-09-08 02:49:0823

Kasus dugaan peledakan bom rakitan yang dilakukan seorang siswa di MAN 3 Kota Padang memunculkan pertanyaan. Mengapa aksi teror atau kekerasan di lingkungan sekolah belakangan semakin sering terjadi?

Guru Besar Sosiologi Universitas Negeri Padang (UNP), Erianjoni, menilai peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan individu semata. Menurut dia, munculnya berbagai aksi kekerasan di kalangan pelajar merupakan gejala lingkungan sosial yang sedang tidak sehat.

"Ini sudah menjadi persoalan lingkungan sosial yang tidak sehat. Keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial sebagai tiga pilar pendidikan karakter berjalan tidak seimbang," kata Erianjoni kepada Kompas.com, Rabu (15/07/2026).

Pernyataan itu disampaikan menyusul kasus seorang siswa berinisial R yang diduga membawa empat bom rakitan ke MAN 3 Kota Padang.

Satu bom sempat meledak di depan ruang kelas XII IPS 7 saat jam istirahat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Polisi masih mendalami motif pelaku, termasuk pengakuannya yang merasa menjadi korban perundungan.

Menurut Erianjoni, kekerasan di sekolah lahir dari akumulasi berbagai persoalan.

Ia menilai keluarga mulai kehilangan fungsi pengawasan, sekolah belum optimal membangun pendidikan karakter, sedangkan media sosial memberi ruang sangat luas bagi remaja mengakses berbagai konten negatif.

"Media sosial sudah terlalu kebablasan. Semua hal ada di sana. Bahkan cara merakit bom juga bisa dipelajari. Cara menyakiti diri sendiri juga ada," ujarnya.

Selain itu, media sosial juga menjadi ruang pembentukan kelompok eksklusif di kalangan remaja.

Menurut dia, budaya pamer di media sosial memperkuat keinginan remaja membentuk kelompok, mencari pengakuan, hingga melakukan kekerasan.

Ia mencontohkan fenomena tawuran pelajar di Kota Padang yang sempat marak dipublikasikan melalui media sosial.

"Kita pernah melihat tawuran dipamerkan di media sosial. Ketika polisi membatasi aktivitas media sosial kelompok tawuran, kasusnya ikut menurun," katanya.

Erianjoni menilai penyelesaian persoalan tersebut tidak cukup hanya dengan penegakan hukum.

Pemerintah, menurut dia, juga perlu menyediakan lebih banyak ruang publik bagi remaja untuk menyalurkan energi mereka melalui kegiatan positif.

"Sekarang anak-anak hampir tidak punya ruang bermain. Lapangan minim, fasilitas olahraga terbatas, bahkan menggunakan fasilitas umum harus membayar. Energi mereka akhirnya disalurkan ke hal-hal negatif," ujarnya.

Ia juga meminta sekolah menerapkan aturan yang tegas terhadap praktik perundungan agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/573b699420.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Pabrik Sandal di Karanganyar Hangus Terbakar, Ratusan Karyawan Diliburkan Sementara Waktu

  • Dedi Mulyadi Harap Tunggakan DBH Rp 1,2 T untuk Jabar Segera Direalisasikan Pusat: Dibayarkan atau Tidak

  • Duduk Perkara Korupsi Modal Proyek Batu Bara Rugikan Negara Rp 38,9 M

  • Operasi Berantas Jaya, Polres Bekasi Kota Ungkap 77 Kasus Begal-Curanmor

  • 3 Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Yahukimo, 3 Senpi Diamankan

  • Usai MenPAN-RB, Giliran Kepala BKN Sampaikan Pesan Terbuka untuk ASN

  • LBH: Admin TheKerupuk Tak Pernah Diizinkan Bicara Empat Mata dengan Pengacara Saat Diperiksa

  • Mojtaba Khamenei Angkat Suara Usai Pemakaman Ayahnya

Artikel Populer

  • 1“Demokrasi Tidak untuk Dijual”, Inggris Batasi Dana Kampanye dan Pengaruh Orang Kaya
  • 2KPK Cecar Anggota BPK soal 'Pengaturan' Temuan Audit di Kasus Bupati Edison
  • 3Memanas! AS Gempur Kota Pembangkit Nuklir Iran
  • 4Cerita Afgan Sempat Kehilangan Suaranya Jelang Konser Retrospektif
  • 5The Neighbourhood Gelar Konser di Jakarta Besok
  • 6Kisah Guru di Ngada, 3 Tahun Idap Penyakit Langka, Kini Diamputasi
  • 7Modus Kurir Ojol Selesaikan Pesanan tapi Laptop Tak Sampai ke Warga Jakpus
  • 8Dedi Mulyadi Pilih Benahi Masalah Jabar daripada Ganti Nama Jadi Tatar Sunda
  • 9Sambangi Anak Sayuti Melik, Wamensos Pastikan Kebutuhan Terpenuhi
  • 10Mendagri Ungkap Strategi Cegah Korupsi di Daerah Lewat Sistem-Integritas
  • 11Awal Mula Pria di Depok Challenge Bocah Makan Cabai dan Masuk Freezer
  • 12Polda Metro Hormati Putusan PN Jaksel Tolak Praperadilan Kedua Roy Suryo

Tag Populer

  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Teknologi
  • Wisata
  • Olahraga
  • Berita
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Pendidikan

Populer Situs

Promo JSM Alfamart 17-19 Juli 2026, Minyak Goreng Sunco 2L Rp 43.900

Messi Absen Bela Inter Miami di 2 Laga dan MLS All-Star Usai Piala Dunia 2026

Korupsi TPP Guru Rembang Naik Sidik, Kajari: Ya Harus Selesai Lah

Trump Kenakan Tarif Dagang Baru pada Kanada, Ottawa Siapkan Balasan

Kapolres-Kajari-Dandim Inhil Perkuat Sinergi Lewat Silaturahmi

Baru 30 RDTR Bali Terintegrasi OSS, Kementerian ATR/BPN Minta Percepatan

Bareskrim Cabut Police Line dan CCTV Terkait Narkoba di New Star Bali

Ford Bidik Kembali Pasar Fleet, Sasar Tambang dan Perkebunan

Artikel Populer

  • 1Eks Kades Ini Tilap Dana Desa Rp 387 Juta demi Selingkuhan
  • 2Cerita Ibunda yang Kena Dampak Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel
  • 3Kronologi ASN BPN Nias Tewas di Apartemen Medan, Polisi Ungkap Penyebab Kaki Korban Putus
  • 4Berjalan 2 Hari Pascalibur Sekolah, MBG di Jember Diwarnai Dugaan Keracunan, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
  • 5Penyekap Wanita di Bekasi Ternyata 2 Orang, Pelaku Utama Masih Buron
  • 6Hobi Terasa Ringan, Pekerjaan Berat Dimulai? Penelitian Ungkap Penyebabnya
  • 7Kebakaran Sabana Labuan Bajo Meluas, Petugas Fokus Padamkan Api Dekat Hotel
  • 8Tak Ada Sampah di Jalan! Polri dan DLH Bersih-bersih Usai Riau Bhayangkara Run
  • 9Membongkar Brankas Eks Bupati Sukoharjo: Ada Emas 2,5 Kg dan Gepokan Miliaran Rupiah
  • 10Menteri Pigai Sesalkan Hoax Ajakan 'Belanja Rp 1 Juta/Bulan di Kopdes'

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Otomotif
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Bisnis
    • Wisata
    ×