• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Otomotif›Jerman Waspadai Daftar Mati 13 Tokoh Dunia yang Dirilis Media IranArtikel

Jerman Waspadai Daftar Mati 13 Tokoh Dunia yang Dirilis Media Iran

Otomotif2026-09-08 01:57:5773779

Surat kabar Iran Hamshahri menerbitkan daftar berisi 13 politisi internasional yang disebut sebagai "buronan" atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, disertai pernyataan bahwa para politisi tersebut akan "membayar dengan harga tertinggi." Di antara mereka terdapat Kanselir Jerman Friedrich Merz dari Partai Demokrat Kristen .

Hamshahri merupakan koran berhaluan ultrakonservatif yang menjangkau hingga dua juta pembaca per hari.

Selain Merz, daftar tersebut juga memuat nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, serta sejumlah pemimpin lainnya. Dalam sebuah ilustrasi, seluruh tokoh digambarkan mengenakan seragam tahanan berwarna oranye seperti yang lazim digunakan di AS.

Sejak Februari, sejumlah negara Eropa mendukung perang Iran, termasuk dengan mengizinkan pesawat militer AS melintasi wilayah udara, atau menggunakan pangkalan militer. Namun begitu, Italia menolak permintaan Washington untuk menyediakan fasilitas transit bagi pesawat pembomnya.

Setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada awal Maret, Merz mengatakan bahwa pemerintah Jerman memahami rasa lega yang dirasakan banyak warga Iran, karena nasib Republik Islam yang di ujung tanduk.

Saat itu dia menyatakan, "Kami memiliki kepentingan yang sama dengan AS dan Israel untuk mengakhiri teror rezim ini serta menghentikan program persenjataan nuklir dan rudal balistiknya."

Namun hingga kini, rezim Republik Islam Iran masih tetap berkuasa. Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei pada tahap awal kampanye militer gagal memicu keruntuhan. Putranya, Mojtaba Khamenei, kemudian ditunjuk sebagai penerus. Dalam pernyataan tertulis, Mojtaba berjanji akan melakukan "pembalasan" atas kematian ayahnya.

Dalam artikel daring yang diterbitkan pekan lalu, Hamshahri menulis, "Pembalasan tidak dapat dihindari. Para penjahat akan membawa keinginan mereka untuk mati dengan damai ke liang kubur."

Artikel tersebut tidak dimuat dalam edisi cetak Hamshahri pada hari Minggu dan telah dihapus dari situs web surat kabar tersebut pada awal pekan ini.

Meski demikian, pejabat pemerintah Jerman maupun Partai Hijau menyatakan keprihatinan atas ancaman tersebut.

Ketua Komite Pengawas Intelijen Bundestag, Marc Henrichmann, mengatakan, "Kita harus mengasumsikan bahwa dinas intelijen Iran juga sedang merencanakan serangan di Eropa."

Lembaga keamanan Jerman secara khusus mengkhawatirkan penggunaan apa yang disebut sebagai "agen sekali pakai" , yakni individu yang direkrut hanya untuk melaksanakan satu aksi serangan.

Juru bicara kebijakan dalam negeri Fraksi Partai Demokrat Sosial , Sebastian Fiedler, menyampaikan kekhawatiran serupa kepada surat kabar Die Welt. Menurutnya, tingkat ancaman saat ini sudah tinggi dan perkembangan terbaru semakin memperkuat penilaian tersebut.

Ia menilai situasi saat ini berpotensi menyulut kelompok ekstremis dan memobilisasi pelaku tunggal."

Meski demikian, banyak politisi juga menegaskan bahwa Kanselir Friedrich Merz telah berada di bawah pengamanan yang sangat ketat sehingga belum diperlukan peningkatan langkah-langkah keamanan tambahan.

Wakil Presiden Bundestag dari Partai Hijau, Omid Nouripour, yang lahir di Iran, mengatakan kepada DW, "Di Jerman, kami telah berkali-kali mengalami terorisme yang diekspor oleh negara Iran. Surat kabar itu tidak mungkin bisa menerbitkan ancaman pembunuhan tersebut tanpa persetujuan sensor jika rezim tidak menghendakinya. Karena itu kita harus menganggap ancaman ini serius. Ketika sebuah rezim menargetkan kepala pemerintahan kita, itu merupakan tindakan permusuhan dan harus diperlakukan demikian."

Sementara itu, pemerintah Jerman merespons dengan sangat hati-hati. Dalam konferensi pers rutin pada hari Senin, wakil juru bicara pemerintah Steffen Meyer hanya mengatakan bahwa pemerintah telah mengetahui ancaman tersebut dan menolak memberikan komentar lebih lanjut.

Meski demikian, para pakar keamanan tidak menutup kemungkinan adanya aktivitas teror yang berkaitan dengan Iran di Jerman.

Otoritas Jerman memperkirakan terdapat sekitar 180 orang di negara itu yang bekerja atas nama Korps Garda Revolusi Iran atau badan intelijen Iran.

Menjawab pertanyaan dari portal Euractiv pada Mei lalu, Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi , badan intelijen dalam negeri Jerman, menyatakan bahwa dinas intelijen Iran telah lama siap melakukan tindakan yang setara dengan terorisme negara.

Menurut BfV, "Tindakan tersebut mencakup segala hal, mulai dari ancaman terhadap individu tertentu hingga pengumpulan intelijen untuk merencanakan kemungkinan serangan."

BfV juga menyatakan bahwa aparat keamanan Iran saat ini telah melemah secara signifikan akibat serangan militer yang terus berlangsung di negara tersebut. Namun, terdapat kekhawatiran bahwa Teheran dapat kembali mengalihkan aktivitasnya ke luar negeri setelah tekanan terhadap rezim mereda, misalnya setelah perang secara resmi berakhir.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris Diadaptasi oleh Rahka Susanto Editor: Rizki Nugraha

Lihat juga Video: Detik-detik Drone Iran Hantam Gudang di Kuwait

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/352e799640.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Satpol PP DKI Usut Oknum Diduga Pungli Rp 300 Ribu ke Rumah Belajar di Jakut

  • Kebakaran di Pabrik Sandal Tangerang, 1 Pegawai Alami Sesak Napas

  • Senangnya Aira Bocah SD Pekanbaru Dapat Merchandise Bibit Pohon di RBR 2026

  • Lolos ke 8 Besar Japan Open 2026, Fajar/Fikri Siapkan Strategi Hadapi Wakil Inggris

  • Ditolak Atletico Madrid, Barcelona Akan Kembali Tawar Julian Alvarez

  • Brimob Polda Metro Gagalkan Aksi Vandalisme Fasilitas Umum di Jaktim

  • Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Lionel Messi: Rasa Sakitnya Luar Biasa

  • Menantang Ombak dan Ongkos, Perjuangan Nelayan Pangandaran Bertahan Hadapi Kenaikan Harga Bahan Bakar

Artikel Populer

  • 1Lamine Yamal Rogoh Ratusan Miliar untuk Rumah Bekas Pique-Shakira
  • 2Menkum Pastikan Kenaikan Tarif Lepas Kewarganegaraan untuk Perbaikan Layanan
  • 3Otoritas PFII Berpotensi Picu Celah Hukum Baru dengan OJK hingga BI
  • 4GNK Kritik Hotman Paris: Jangan Seret Nama Presiden untuk Bela Febrie
  • 5Atlet Golf Jesslyn Wijaya Sempat Teriak saat Diduga Diculik di Acara Ultah
  • 6Laporan Amplop Menhut Selesai, KPK Lanjut Dalami Kaitan ke Bupati Kuansing
  • 7Polres Jaksel Mediasi Kurir Ojol Tak Sengaja Hilangkan Paket Pelanggan
  • 8Wamensos Bawa Pesan Prabowo ke Ratusan Siswa Baru Sekolah Rakyat di Semarang
  • 9Menko Erlangga: Pendaratan Kabel Nongsa-Changi Tandai Era Baru Koridor Digital dan Kemitraan RI-Singapura
  • 10Sahabat Baik, Ayo Bantu Warga Sentak Dulang Dapatkan Air Bersih
  • 11Maling Modus Pecah Kaca Mobil Beraksi di Bekasi, HP hingga Dompet Raib
  • 12Soal Motor Listrik Nasional: Indomobil eMotor Soroti Infrastruktur

Tag Populer

  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Wisata
  • Kesehatan
  • Berita
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Hiburan

Populer Situs

Transformasi Pelabuhan Pupuk Kaltim Andalkan Green Port dan Digitalisasi

Target Pertamina Hari Sabtu 18 Juli Antrean BBM di Sumut Normal Kembali

AS Serang Iran Lagi Usai 2 Prajuritnya Tewas Kena Rudal

Selamat dari Upaya Penyelundupan, 124 Ekor Burung Dikembalikan ke Habitatnya di Bali

Pria Tewas Tertembak di Hotel Mewah Jaksel Diduga Bunuh Diri

3 Perwira Senior dan 5 Insinyur Kementerian Pertahanan Irak Diduga Korupsi Proyek Rp 1,28 Triliun

Edarkan Tramadol Berkedok Warung Kelontong, Pria di Kalideres Jakbar Diciduk Polisi

Meski Likuiditas Ketat, Dana Kelolaan Nasabah Prioritas DBS Tumbuh 13 Persen

Artikel Populer

  • 135 Soal Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi MPLS 2026 Jenjang SMP, Lengkap Kunci Jawaban
  • 2Mendes Janji, Kopdes Merah Putih Tidak Matikan Bisnis Warung Kelontong
  • 3Rekayasa Lalin Saat RBR 2026 Tetap Mengakomodir Jemaat Gereja
  • 4Penyebab Penyelenggara Open Trip Di-blacklist 2 Tahun di Gunung Lawu
  • 5Terapis Spa Surabaya Divonis 2 Tahun 6 Bulan, Terbukti Kuras Uang Pelanggan Rp 1,2 Miliar
  • 6Kemensos-Bank Mandiri Dorong Pemberdayaan UMKM Desa Karanganyar Borobudur
  • 7Koleksi Tas Mewah Para Pemain Piala Dunia, Ada Hermes sampai Dior
  • 8AS Perluas Serangan, Iran Ancam Infrastruktur Regional
  • 9Timnas Argentina di Ambang Sanksi Imbas Kibarkan Spanduk Las Malvinas
  • 10Air PAM di Jakbar Berpotensi Mati 5 Hari Mulai 17 Juli, 55.272 Pelanggan Terdampak

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Wisata
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Olahraga
    ×