• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Kesehatan›BGN Respons Keheranan Anggota DPR soal WTP 2025: Paling Pas Jawab BPKArtikel

BGN Respons Keheranan Anggota DPR soal WTP 2025: Paling Pas Jawab BPK

Kesehatan2026-09-08 03:45:4723253

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari menjawab kritik sejumlah anggota DPR perihal opini wajar tanpa pengecualian atau WTP yang diraih BGN terkait laporan keuangan 2025. Agustina mengatakan Badan Pemeriksa Keuangan menjadi pihak yang paling pas untuk menjawab keheranan legislator.

"Misalnya mengenai WTP, itu memang, WTP itu sebenarnya yang paling pas menjawab adalah BPK, karena BPK yang memberikan opini, tapi karena saya juga akuntan, maka saya akan menjawab bahwa WTP itu bukan soal bahwa benar atau salah," kata Agustina saat rapat dengan Komisi IX DPR, di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat .

Dia mengatakan opini tersebut berarti penyajian laporan keuangan BGN telah sesuai standar. Meski begitu, ia menyerahkan penjelasan kepada BPK perihal WTP ini.

"Tapi bahwa penyajiannya telah sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. Tapi tentu saja ini yang paling pas untuk menjawab adalah BPK," ucap dia.

Selain itu, Agustina mengakui ada catatan yang diberikan oleh BPK. Namun catatan itu, lanjut dia, sebagian sudah diselesaikan BGN.

"Bahwa ada catatan iya, ada temuan, dan sebagian sudah kami tindak lanjuti, sebagian juga masih dalam tahap monitoring untuk tindak lanjut karena memang masih bertahap," ujar dia.

Meski begitu, Agustina juga mengaku heran akan anggaran tahun 2025 masa kepemimpinan BGN sebelumnya. Dia menilai seharusnya BGN periode lalu tidak mengajukan anggaran belanja tambahan saat semua anggaran awal belum terealisasi.

"Inilah memang, kami juga agak heran ketika anggaran awal belum terserap, sudah mengajukan ABT di tahun 2025 lalu. Maka kemudian realisasinya menjadi tidak terserap juga pada akhirnya. Maka realisasinya cuma 66 persen. Tapi kembali lagi, saya tidak bisa menjawab karena saya tidak ada di situ waktu itu," tutur dia.

Pimpinan hingga anggota Komisi IX DPR RI mengkritik opini wajar tanpa pengecualian yang diraih Badan Gizi Nasional terkait laporan keuangan tahun 2025. Mereka mempertanyakan opini WTP itu tidak sejalan dengan penyerapan anggaran oleh BGN.

Kritik pertama datang dari anggota Komisi IX DPR Muazzim Akbar. Dia bahkan menuding WTP yang diraih BGN di tahun 2025 hanya rekayasa.

"Ini BGN lagi luar biasa jadi perlu pembahasan serius hari ini, pertama tentu saya tanggapi terkait dengan tadi sudah disampaikan dapat WTP, tetapi realisasi anggaran rata-rata hanya 59%, gimana WTP tapi realisasi anggaran hanya sekian, jangan-jangan WTP-nya dibikin-bikin," kata Muazzim saat rapat dengan BGN di Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Jumat .

Kemudian kritik juga datang dari anggota Komisi IX DPR lainnya, Netty Prasetiyani. Dia meminta agar BGN tidak puas dengan WTP yang diraih pada 2025.

"Saya ingin lihat dari paparan tadi bahwa kita tak hanya puas dengan wajar tanpa pengecualian yang diraih BGN, tapi kita perlu konfirmasi seperti apa capaian dalam konteks kinerja program di tengah masyarakat," ujar Netty.

Selanjutnya, catatan untuk BGN juga datang dari Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini. Dia mempertanyakan dasar pemberian opini WTP kepada BGN.

"Saya pertanyakan ini BGN dapat WTP itu dasarnya apa ya?" cecar Yahya.

Dia heran lantaran serapan anggaran BGN hanya 60 persen. Selain itu, Yahya menyoroti BGN yang tidak mencantumkan catatan dari BPK RI.

"Sementara serapannya cuma 60% dan banyak temuan-temuan yang jadi masalah di dalamnya, seperti pengadaan motor listrik, dan lain sebagainya," ucap Yahya.

Simak Video 'BGN Ternyata Punya Utang Rp 1,6 T, Ini Rinciannya...':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/392a699601.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Jaga Inflasi Terkendali, Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan & Distribusi

  • Live Bareng Rizky Nazar Jadi Sorotan, Anjasmara: Saya Tidak Sebut Nama

  • Kebakaran di TPS Liar Cikeas Terjadi Sejak Pekan Lalu, Asap Kini Muncul Lagi

  • Dominasi Spanyol dan Final Piala Dunia yang Sarat Makna Politik

  • Mahalnya Biaya Rente Modernisasi Pabrik Gula

  • Sego Wiwit yang Sulit Dijumpai, Kuliner Khas Yogya dan Simbol Syukur Petani

  • DKI Mulai Tutup 2 Zona Aktif Bantargebang, Open Dumping Dihentikan Bertahap

  • Polisi Bongkar Illegal Logging di Pelalawan, 10 Kubik Kayu Disita

Artikel Populer

  • 1Habiburokhman Jadi Ketua Panja Terkait Kasus Febrie Adriansyah
  • 2Dihuni Cuma 350 Orang, Flam Desa Surga di Balik Keajaiban Film Frozen
  • 3Angkot Tua yang Nekat Beroperasi Bakal Dikandangkan
  • 4BGN Respons Keheranan Anggota DPR soal WTP 2025: Paling Pas Jawab BPK
  • 5Promo Indomaret Periode 17-22 Juli 2026, Camilan Berbagai Merk Diskon 30 Persen
  • 6Pramono: Kalau Ada Lift Rusak, Segera Diperbaiki!
  • 7Vonis Eks Bos eFishery Disunat Jadi 6 Tahun Penjara di Kasus Penggelapan
  • 8Tak Cuma Warga, Gerobak Sampah di Jaksel Juga Wajib Pilah Sampah
  • 9Dedi Mulyadi Tegas Tolak Usulan DPRD Jabar Reaktivasi SPP SMA/SMK Negeri, Sekolah Gratis Tetap Berlaku
  • 10Hadiri Sidang Gugatan Hak Asuh Anak, Sarwendah: Saya Bertekad Jaga Anak-anak
  • 11Ada Dugaan Motif Pembunuhan Dalam Temuan Kerangka Manusia di Sukabumi, Polisi Bekuk Terduga Pelaku
  • 123 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Kekeringan di Jateng

Tag Populer

  • Pendidikan
  • Hiburan
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Berita
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Otomotif

Populer Situs

Pemuda Madiun Kabur Saat Tur Korsel, Ibunda Ditagih Rp 50 Juta

Komisi I DPR-Kemhan Bahas Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

From Local to Global, Banyuwangi Ethno Carnival Pamerkan Budaya-Inovasi

Kronologi Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Diawali Curiga Istri

Siaran Langsung Inggris Vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Waka Komisi III DPR Kritik Hotman soal Febrie: Gak Usah Bawa-bawa Presiden

3 Aktor Intelektual Culik-Bunuh Kacab Bank Ilham Divonis 10-13 Tahun Penjara

Pemerintah Akan Salurkan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih

Artikel Populer

  • 1Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Naik
  • 2Gempa M 5,1 Guncang Peru, 5 Orang Tewas
  • 3KPK Tak Banding Vonis 2 Tahun Penyuap Pejabat Bea Cukai Rp 91,7 M
  • 4Wangsit Jenderal Soedirman Menguatkan KDKMP
  • 5Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual di USU Buat Laporan Polisi, Polda Sumut : Ini Delik Aduan
  • 6Temuan Polisi soal Bos Perusahaan Tewas di Hotel St Regis Jakarta Selatan
  • 7Bogor Diguyur Hujan Deras Setelah Berhari-hari Kering, Warga Senang
  • 8Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Sentuh 0 Cm Imbas Kemarau
  • 9Kejagung Bentuk Penyidik Khusus Tangani Febrie Adriansyah, Jamin Independen
  • 10Tangis dan Kenangan dalam Pemakaman Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Wisata
    ×