• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Kesehatan›Aset Militer AS Jadi Sasaran Drone Harakiri IranArtikel

Aset Militer AS Jadi Sasaran Drone Harakiri Iran

Kesehatan2026-09-08 02:56:383854

Konflik Amerika Serikat dan Iran semakin meruncing. Militer Iran saat ini telah menargetkan aset militer AS di Timur Tengah dengan drone canggih.

Militer Iran menyatakan bahwa mereka menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania dengan drone bunuh diri. Serangan drone ini dilakukan pada hari Kamis setelah Amerika Serikat melakukan gelombang serangan terbaru terhadap Iran.

"Tentara Republik Islam Iran mengumumkan bahwa... sebagai tanggapan terhadap agresi musuh, mereka menargetkan sistem komunikasi dan fasilitas penyimpanan bahan bakar militer AS di Yordania dengan menggunakan drone bunuh diri ," lapor televisi pemerintah Iran, IRIB, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis .

Tidak ada keterangan mengenai kerusakan maupun ada tidaknya korban yang ditimbulkan dari serangan drone bunuh diri Iran itu.

Pada Rabu malam waktu setempat, Komando Pusat AS menyatakan bahwa militer AS telah menyelesaikan gelombang serangan terbarunya terhadap Iran pada pukul 9 malam waktu Washington .

Pernyataan yang diposting di media sosial X itu menyebutkan bahwa militer AS menyerang target di beberapa lokasi, termasuk di Bandar Abbas, tempat pelabuhan terbesar Iran dan fasilitas utama angkatan laut dan Garda Revolusi di Selat Hormuz.

"Pasukan Amerika menyerang situs pertahanan pantai dan rudal jelajah di Pulau Tunb Raya selama gelombang serangan 90 menit," tambah militer AS tersebut.

Militer Iran mengancam akan menyerang habis-habisan semua infrastruktur di kawasan Timur Tengah jika infrastrukturnya diserang. Ancaman ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memperluas serangan terhadap Iran minggu depan, dengan menargetkan infrastruktur sipil, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.

"Jika ancaman kosong baru-baru ini oleh presiden AS agar militer Amerika menyerang infrastruktur Republik Islam benar-benar dilaksanakan, maka semua yang, karena pengendalian diri Iran, selama ini tetap utuh -- yakni, semua infrastruktur di seluruh wilayah -- akan hancur di bawah serangan keras angkatan bersenjata Republik Islam yang kuat, sedemikian rupa sehingga tidak akan ada jejaknya yang tersisa, seolah-olah tidak pernah ada," kata juru bicara Markas Besar Militer Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, dilansir media Iran, Press TV, Kamis .

Ia juga mengecam rezim kriminal AS karena terus melakukan tindakan melanggar hukum.

Zolfaqari lebih lanjut menekankan bahwa Iran tidak akan pernah mengizinkan Amerika Serikat -- sebagai negara asing di luar kawasan -- untuk ikut campur di Selat Hormuz, yang merupakan "garis merah yang tak dapat dilanggar" bagi Republik Islam tersebut.

"Biarkan musuh yang bodoh itu tahu: bagi kami, momen aksi epik bukanlah momen untuk menahan diri. Apa yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Iran bukanlah serangan yang setara; itu adalah serangan yang lebih unggul. Serangan akan lebih intens, luas, dan destruktif daripada sebelumnya. Kemarahan bangsa yang tidak pernah menyerah akan membakar agresor," tambahnya.

Dalam perkembangan lain pada hari Kamis , Departemen Hubungan Masyarakat di Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan bahwa Angkatan Laut pasukan tersebut telah melakukan "serangan dahsyat terhadap pangkalan AS di Sheikh Isa, Bahrain."

Operasi itu disebut sepenuhnya menghancurkan sistem radar pengawasan dan kontrol udara serta stasiun pompa bahan bakar yang memasok pesawat tempur musuh.

Simak juga Video 'Iran: AS Si Kriminal Terus Melanggar Hukum':

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/468f699525.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • AS Alihkan 2 Kapal Komersial Coba Terobos Blokade Iran

  • Marak Kepala Daerah Kena OTT KPK, Mendagri Ingatkan Pemimpin Jaga Integritas

  • SD-SMP di Brebes Kekurangan Siswa, Ada yang Hanya Dapat 3 Murid Baru

  • Influencer Kontroversial Andrew Tate dan Tristan Ditangkap di AS

  • Prabowo Ungkap Indonesia Setop Impor Solar Mulai Juli 2026

  • Perselisihan Berujung Penusukan Pria di Jakbar, Polisi Tangkap Pelaku

  • Bocah 6 Tahun Asal Mataram Tewas Tenggelam di Kolam Privat Glamping Kintamani Bali

  • Rumah Kepala BPKAD Sukoharjo Digeledah KPK, Satu Koper Dibawa

Artikel Populer

  • 1Cerita Ketekunan Kursumawati Mendekatkan Layanan Perbankan ke Warga Desa
  • 2Pansus DPRD Semprot Bupati Gowa Walk Out dari Sidang Hak Angket, Dinilai Cederai Proses
  • 3BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN di Puskesmas Matraman Berjalan Baik
  • 4Aset Militer AS Jadi Sasaran Drone Harakiri Iran
  • 5Pascaledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Pelaku Akan Jalani Sisa Pendidikan di Sekolah Lain
  • 6Kabut Asap Selimuti Banjarbaru Kalsel, 6 Penerbangan Sempat Terdampak
  • 7Naik Mulai Bulan Depan, Ini Tarif Baru Naturalisasi hingga Lepas Status WNI
  • 8Pemkab Agam Usulkan Trase Baru Tol Sicincin-Bukittinggi, Diklaim Kurangi Dampak ke Permukiman
  • 9Kerangka Mayat Pria Ditemukan Terkubur di Pasir Pantai Lampung Selatan
  • 10Dukung Implementasi KDKMP, Kemendagri-Pemda Perkuat Verifikasi & Validasi
  • 11Polisi Ungkap Asal-usul Senpi di Kasus Pengusaha Tewas di St Regis
  • 12Marak Kepala Daerah Kena OTT KPK, Mendagri Ingatkan Pemimpin Jaga Integritas

Tag Populer

  • Olahraga
  • Berita
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Hiburan
  • Teknologi
  • Otomotif

Populer Situs

Polda Metro Hormati Putusan PN Jaksel Tolak Praperadilan Kedua Roy Suryo

BMKG Ungkap Penyebab Bogor Hujan Usai Berhari-hari Kekeringan

Bupati Pati Nonaktif Sudewo Akui Pernah Minta Jatah Proyek Nur Widayat Naik Jadi 30 Persen, Ini Alasannya

Kebakaran di Pabrik Sandal Tangerang, 1 Pegawai Alami Sesak Napas

Jamkrindo Catat Penjaminan Rp 139,6 Triliun hingga Juni 2026, Jangkau 2 Juta Pelaku Usaha

Mendagri Heran Masih Ada Bupati Terjerat Korupsi Padahal Sudah Retret

MUI Minta Pemerintah Susun Aturan Baru Izin Usaha Tambang Ormas Usai Putusan MK

Usai MenPAN-RB, Giliran Kepala BKN Sampaikan Pesan Terbuka untuk ASN

Artikel Populer

  • 1Google Izinkan Toko Aplikasi Selain Play Store di Android
  • 2Cerita Perjuangan Adik Keisya Levronka Usai Jatuh dari Lantai 6 Kampus
  • 3Lucas Digne Buka Suara soal Pelanggaran terhadap Lamine Yamal
  • 45 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
  • 5Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai Maksimal 10 Hari Lewat Sistem FIFO
  • 6Fadia Arafiq Segera Disidang di Kasus Pengadaan Jasa Outsourcing
  • 7Penyebab Penyelenggara Open Trip Di-blacklist 2 Tahun di Gunung Lawu
  • 8Kebakaran TPA Cipayung Depok Berhasil Dipadamkan, Penyebab Masih Diselidiki
  • 9Pembayaran Gaji PPPK Paruh Waktu Pemkot Pangkalpinang Wajib Lampirkan Pelunasan Pajak Kendaraan
  • 10PHK Meningkat Sejak Juni 2026, Disnaker Kota Bandung Siapkan Langkah Antisipasi

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Hiburan
    • Otomotif
    • Berita
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Wisata
    ×