• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Berita›Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026Artikel

Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026

Berita2026-09-08 02:51:207

KOMPAS.com – Ketika perhatian dunia tertuju pada duel Spanyol melawan Argentina di final Piala Dunia 2026 pada 20 Juli 2026, pemenang terbesar dari sisi bisnis justru bukan negara yang mengangkat trofi.

Di balik gemerlap turnamen sepak bola terbesar di dunia itu, FIFA diproyeksikan membukukan pendapatan sekitar 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 269 triliun (asumsi kurs Rp 17.944 per dollar AS), rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Angka tersebut jauh melampaui proyeksi awal sekitar 11 miliar dollar AS.

Besarnya pendapatan itu berasal dari berbagai sumber, mulai dari hak siar televisi, sponsor global, penjualan tiket, paket hospitality, hingga lisensi dan merchandise.

Hak siar masih menjadi mesin uang terbesar

Meski harga tiket final Piala Dunia menjadi sorotan karena menembus puluhan ribu dollar AS di pasar penjualan kembali, sumber pendapatan terbesar FIFA tetap berasal dari penjualan hak siar televisi.

Dalam dokumen anggaran FIFA untuk siklus Piala Dunia 2023–2026, hak siar menyumbang sekitar 44 persen dari total pendapatan organisasi.

Posisi berikutnya ditempati penjualan tiket dan paket hospitality sekitar 34 persen, disusul sponsor serta hak pemasaran sekitar 20 persen, sedangkan sisanya berasal dari lisensi dan sumber pendapatan lainnya.

Hak siar Piala Dunia dijual ke ratusan penyiar di berbagai negara dan menjadi tulang punggung bisnis FIFA setiap empat tahun sekali.

Sponsor global ikut menikmati berkah

Selain hak siar, FIFA juga memperoleh pemasukan besar dari sponsor global yang memanfaatkan Piala Dunia sebagai panggung promosi terbesar di dunia.

Sejumlah perusahaan multinasional seperti Adidas, Coca-Cola, Visa, Qatar Airways, Hyundai-Kia, Lenovo, Hisense, hingga Airbnb menjadi bagian dari jaringan sponsor resmi turnamen. Nilai kontrak sponsor terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pertandingan menjadi 104 laga dan meluasnya jangkauan penonton global.

Tiket dan hospitality ikut mendongkrak pendapatan

Piala Dunia 2026 juga mencatat lonjakan pendapatan dari penjualan tiket dan paket hospitality.

Untuk laga final Spanyol melawan Argentina, tiket di pasar penjualan kembali resmi FIFA sempat ditawarkan mulai sekitar 6.411 dollar AS, sementara kursi VIP mencapai hampir 60.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,08 miliar.

Menurut laporan terbaru, tingginya transaksi di platform resmi turut meningkatkan pendapatan FIFA karena organisasi tersebut memperoleh komisi dari transaksi penjualan kembali tiket melalui kanal resminya.

Merchandise ikut menjadi sumber cuan

Selain tiket, FIFA juga memperoleh pendapatan dari penjualan merchandise resmi dan lisensi produk.

Pendapatan ini berasal dari penjualan jersey, bola resmi pertandingan, produk koleksi, gim, hingga berbagai barang berlisensi FIFA yang dipasarkan secara global selama turnamen berlangsung.

Hadiah juara hanya sebagian kecil

Besarnya pendapatan FIFA kontras dengan hadiah yang diterima peserta turnamen.

Juara Piala Dunia 2026 akan memperoleh hadiah 50 juta dollar AS, sedangkan total hadiah berbasis performa yang dibagikan kepada 48 negara peserta mencapai 655 juta dollar AS. Di luar itu, setiap tim peserta juga menerima dana partisipasi dan persiapan sesuai skema distribusi FIFA.

Dengan demikian, hadiah untuk tim juara hanya setara sekitar 0,3 persen dari total pendapatan FIFA yang diperkirakan mencapai 15 miliar dollar AS atau setara Rp 269 triliun.

Besarnya selisih tersebut menunjukkan dalam industri sepak bola modern, nilai ekonomi terbesar bukan hanya berasal dari perebutan gelar juara, melainkan dari ekosistem bisnis yang mengelilinginya.

Hak siar, sponsor, tiket, hospitality, dan lisensi kini menjadi mesin utama yang menjadikan Piala Dunia sebagai salah satu ajang olahraga paling menguntungkan di dunia.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/156b799836.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • MenPPPA Bakal Kawal Kasus Bocah Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri

  • India Kutuk Serangan Kapal di Ukraina Buntut 4 Warganya Tewas

  • Kemensos-Bank Mandiri Dorong Pemberdayaan UMKM Desa Karanganyar Borobudur

  • Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Tol Bintara Arah Cakung, 1 Orang Tewas

  • Kejagung Terbitkan Surat Penghentian Pengumpulan Data MBG, Kejati Jabar: Hanya Inventarisasi Jumlah SPPG

  • Ekonom Nilai Obligasi Pemerintah Masih Menarik, Asal Ada Syarat Ini

  • Buntut Panjang Ulah Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korea

  • Astamaops Kapolri Minta Layanan 110 Diperkuat: Respons Cepat Bantu Masyarakat

Artikel Populer

  • 1Daftar Haji 2027 Diumumkan, ASN Diminta Bangun Komunikasi dengan Calon Jemaah
  • 2Tak Mau Salahkan Masa Lalu, Davina Karamoy: Memang Sudah Takdirnya
  • 3Viral Ekskavator Tercebur di Kali Cakung Lama, Dinas SDA Evakuasi Malam Ini
  • 4Pengacara Bawa Bukti Tambahan untuk Laporkan Pansus Hak Angket DPRD Gowa
  • 512 Terdakwa Korupsi PUTR Batubara Divonis, Eks Kadis Dihukum 6 Tahun Penjara
  • 6Keir Starmer Lengser, Andy Burnham Jadi PM Baru Inggris
  • 7Tolak Barcelona, Nico Williams: Lebih Baik di Athletic Bilbao daripada Menang Banyak Gelar
  • 8Pemkab Tanah Datar Gandeng Kejari Kawal Dana TKD Rp 126,87 M
  • 9Head to Head Spanyol Vs Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026, Siapa Lebih Banyak Menang?
  • 10Penampakan Rumah Warga di Depok Usai Diteror Tetangga, Pagar Rusak
  • 111.147 Mahasiswa UPI Siap Mengajar di Ratusan Sekolah Jawa Barat
  • 12Bareskrim Cabut Police Line dan CCTV Terkait Narkoba di New Star Bali

Tag Populer

  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Hiburan
  • Berita
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Teknologi

Populer Situs

IHSG Ditutup Melonjak 1,10 Persen, Investor Asing Serok Rp 725 Miliar

Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Sentuh 0 Cm Imbas Kemarau

KPK Buka Penyidikan Baru Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong

Gempa M 5,1 Guncang Peru, 5 Orang Tewas

Viral Burung Unta Berkeliaran di Jalanan Buahbatu Bandung Berhasil Dievakuasi, Ini Penyebabnya

Buntut Panjang Ulah Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korea

KPK Rampung Analisis Amplop Bupati Kuansing ke Raja Juli, Motif Didalami

Kecelakaan Beruntun di Jalan MT Haryono Jaksel, 4 Orang Terluka

Artikel Populer

  • 1MPR Gelar Agenda Sarasehan Nasional di Riau, Bahas Obligasi Daerah
  • 2Menteri Rini Sampaikan Capaian Kinerja Kementerian PANRB TA 2025 di Rapat Kerja DPR RI
  • 3RUU Bantuan Kematian Prancis Tunggu Putusan Dewan Konstitusi
  • 4Diduga Digigit Babi Hutan, Seorang Pria di Sikka NTT Ditemukan Tewas
  • 5Pemuda Asal Subang Tenggelam di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Hilang Saat Menyeberang ke Keramba
  • 6Gubernur NTT Pastikan Kupang Siap Jadi Tuan Rumah PeSONas II 2026
  • 7Pemprov Banten Tawarkan Peluang Investasi ke Vietnam, Perumahan hingga Susu
  • 8Habiburokhman: Presiden Tak Pernah Campuri Urusan Hukum Acara Pidana
  • 9Penganiaya Pria Tidur di Masjid Sibolga hingga Tewas Divonis 12 Tahun Bui
  • 10Zulhas Janji KDKMP Bakal Serap Hasil Panen: Tidak Boleh Petani Dirugikan

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Bisnis
    • Wisata
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Teknologi
    ×