• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Hiburan›Kabut Asap Ancam AS Jelang Final Piala Dunia, Trump Salahkan Kanada!Artikel

Kabut Asap Ancam AS Jelang Final Piala Dunia, Trump Salahkan Kanada!

Hiburan2026-09-08 02:56:49966

Kabut asap tebal dampak kebakaran hutan yang bergerak turun dari wilayah Kanada dan wilayah utara Minnesota memicu peringatan kualitas udara yang tidak sehat di sebagian besar wilayah Amerika Serikat pada Jumat waktu setempat.

Situasi ini memicu kekhawatiran karena terjadi menjelang pertandingan final Piala Dunia antara Spanyol melawan Argentina, yang akan berlangsung pada akhir pekan ini di dekat New York.

Presiden AS Donald Trump, seperti dilansir AFP, Sabtu , menyalahkan Kanada, negara tetangga AS, sebagai pemicu situasi darurat di negaranya tersebut. Otoritas Kanada diketahui telah melaporkan lebih dari 200 titik api yang tidak terkendali di wilayahnya pada Jumat waktu setempat.

Trump, dalam pernyataannya, menyebut polusi udara di AS imbas kebakaran hutan Kanada itu "sama sekali tidak dapat diterima".

Dia mengatakan bahwa dirinya akan menghubungi Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk "mengetahui apa yang akan mereka lakukan" terkait asap kebakaran hutan tersebut.

"Amerika Serikat sedang diinvasi secara tidak perlu oleh udara kotor, tercemar, dan tidak sehat, yang kualitasnya berbahaya dan sama sekali tidak dapat diterima!" kata Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social pada Jumat .

"Saya akan menelepon Perdana Menteri hari ini untuk mengetahui apa yang akan mereka lakukan terkait hal tersebut," ucap Presiden AS tersebut.

Detroit, yang terletak di wilayah Midwest AS, tercatat sebagai kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia, menurut layanan pemantau IQAir. Washington dan Chicago menyusul di bawahnya dengan tingkat polusi yang juga tinggi. Otoritas setempat mengimbau warga AS untuk menghindari aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak.

Di New York dan negara bagian tetangganya, New Jersey, yang akan menjadi lokasi digelarnya pertandingan final Piala Dunia pada Minggu di stadion terbuka, tercatat kualitas udara di wilayah metropolitan tersebut berada pada level yang berpotensi tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Kondisi ini sebenarnya sudah membaik dibandingkan situasi pada Kamis , ketika kabut asap sempat membuat cakrawala Manhattan hampir tidak terlihat.

Namun, Layanan Cuaca Nasional memperingatkan bahwa kabut asap tersebut kemungkinan akan kembali menebal pada malam hari hingga Sabtu pagi waktu setempat.

Penyelenggara Piala Dunia Pantau Situasi dengan Cermat

Direktur Eksekutif satuan tugas khusus Piala Dunia pada Gedung Putih, Andrew Giuliani, dalam pernyataannya mengatakan bahwa pihak penyelenggara turnamen sedang "memantau dengan cermat" situasi tersebut.

Final Piala Dunia akan digelar pada Minggu sore di MetLife Stadium yang ada di East Rutherford, New Jersey, yang bertetangga dengan New York.

Pakar meteorologi NWS, Peter Mullinax, mengatakan kepada AFP bahwa angin di atas wilayah Great Lakes, yang terletak di bagian utara Midwest AS, dapat mendorong lebih banyak asap ke wilayah timur laut AS, yang berpotensi menyebabkan langit tetap berkabut.

Dia mengatakan bahwa prakiraan cuaca untuk wilayah tersebut memang memperkirakan situasi yang lebih baik. "Saya meyakini dampaknya tidak akan separah jika pertandingan dilakukan hari ini," ucap Mullinax.

Sementara itu, pakar prakiraan kualitas udara untuk negara bagian Maryland, Joel Dreesen, mengatakan bahwa masalah yang mungkin muncul saat pertandingan digelar pada Minggu adalah apakah akan ada lebih banyak asap yang bergerak ke arah selatan setelah sistem badai akhir pekan berlalu.

"Beberapa model mulai menunjukkan adanya kemungkinan asap akan terbawa turun ke wilayah kita," ujarnya kepada AFP.

[Gambas:Video 20detik]

URL artikel:http://papertraillab.com/html/44d799948.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Buka Lomba Asah Keterampilan PERIKHSA, Bamsoet Tekankan Integritas

  • Great Stink: Saat Bau Tengik Menyelimuti London

  • AS-Iran Saling Serang, Trump Berlakukan Blokade Laut

  • Taylor Swift dan Coldplay Pernah Konser di MetLife Stadium, Venue Final Piala Dunia

  • TNI AD Sampaikan Duka Cita Usai Insiden Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

  • El Nino Bukan Vonis Kekeringan

  • Bukan Cuma Megah, Venue Final Piala Dunia Punya Predikat Stadion Hijau

  • Profil Timnas Spanyol Jelang Final Piala Dunia 2026 Lawan Argentina

Artikel Populer

  • 1Ada Rekayasa Lalu Lintas di Monas Hari Ini, Ini Rute Alternatifnya
  • 2Ada Konser Akbar di Monas, Penumpang 13 KA Ini Bisa Naik dari Jatinegara
  • 3Revitalisasi Keraton Solo Dikebut, 300 Pekerja Dilibatkan
  • 4Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan
  • 5Jenazah Turis China Masih Tertahan di Labuan Bajo, Tunggu Keluarga Datang ke Indonesia
  • 6Antisipasi Kekeringan, Walkot Bogor Minta Warga Daftar Sambungan PDAM
  • 7Kemenbud Kerja Sama dengan Danantara Perkuat Ekosistem Pemajuan Kebudayaan
  • 83 Zodiak yang Diprediksi Paling Beruntung pada 20-26 Juli 2026, Ada Leo
  • 9Harga Minyak Dunia Stabil Meski AS dan Iran Saling Serang
  • 10Korban Tabrak Lari di Antapani Bandung, Kakek 81 Tahun Meninggal Dunia
  • 11TNI Evakuasi Puing Pesawat AMA yang Dibakar di Yahukimo, Jalur Penerbangan Dipulihkan
  • 12KPK Akan Panggil Suami Bupati Sukoharjo Buntut Dugaan 'Tradisi' Peras Pegawai

Tag Populer

  • Olahraga
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Otomotif
  • Berita
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Wisata

Populer Situs

Ada Rekayasa Lalu Lintas di Monas Hari Ini, Ini Rute Alternatifnya

Tampang Maling Sadis Pembunuh Driver Ojol Saat Tidur di Tangerang

Siswi SD di Lampung Timur Jadi Korban Perundungan, LPAI: Guru Jangan Hanya Mengawasi di Dalam Kelas

Viral Aksi Berani Bocil-bocil Hadang Pemotor Lewat Trotoar di Jakbar

Jaksa Cecar Anak Buah Eks Ketua Ombudsman soal Atensi

Alasan Persib Bandung Rekrut Mariano Peralta dari Borneo FC

2 Tahun Diteror Tetangga, Satu Keluarga di Depok Awalnya Cuma Tegur soal Musik Keras

Kemenbud Kerja Sama dengan Danantara Perkuat Ekosistem Pemajuan Kebudayaan

Artikel Populer

  • 1Perlukah Sanksi untuk Parpol yang Tak Penuhi Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan?
  • 2Intip Rahasia Diet Lionel Messi Jelang Final Piala Dunia 2026
  • 3Bertahun-tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Pilih Jual Rumah
  • 4Declan Rice: Skuad Terbaik Inggris yang Tinggal Menunggu "Waktunya"
  • 5Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter
  • 6Polda Riau Bongkar Sawmill Ilegal di Kampar, Ratusan Kayu Illegal Logging Disita
  • 7Tanggul Sungai Aek Sigala-gala Jebol, Permukiman di Tapanuli Tengah Terendam 1,5 Meter
  • 8Faiq Pedagang Kambing Viral Mirip Yesus di Kota Batu Banjir Tawaran Endorse
  • 9Bocah 6 Tahun Asal Mataram Tewas Tenggelam di Kolam Privat Glamping Kintamani Bali
  • 10Bentrok Kelompok Bermotor dengan Warga di Makassar, Ratusan Orang Saling Serang, Motor Dibakar

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Bisnis
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Berita
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Wisata
    ×