• Teknologi
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Bisnis
  • Berita
›Beranda›Otomotif›Belajar dari Ledakan MAN 3 Padang, Peneliti UI: Sekolah Terlatih Deteksi Pelanggaran Berisik, Bukan Penderitaan SenyapArtikel

Belajar dari Ledakan MAN 3 Padang, Peneliti UI: Sekolah Terlatih Deteksi Pelanggaran Berisik, Bukan Penderitaan Senyap

Otomotif2026-09-08 03:44:095144

Kasus ledakan bom rakitan oleh seorang siswa MAN 3 Kota Padang membuka kotak pandora mengenai rapuhnya sistem deteksi dini kekerasan di lingkungan institusi pendidikan.

Peneliti di Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI), Wawan Kurniawan, menegaskan bahwa riset kekerasan di sekolah menunjukkan pelaku hampir tidak pernah "tiba-tiba meledak”.

Hal ini dipertegas oleh pernyataan guru dan teman kelas pelaku berinisial R, mereka menilai pelaku merupakan siswa pendiam yang tidak menonjol.

Namun ternyata dibalik itu, hampir selalu ada sinyal awal, terutama yang disebut sebagai leakage atau kebocoran niat.

"Kebocoran niat ini bisa lewat ucapan sambil lalu, tulisan, atau unggahan di media sosial. Sering kali hal ini diketahui oleh teman sebaya, namun tidak pernah sampai ke telinga orang dewasa atau guru," ungkap Wawan kepada Kompas.com, Selasa (14/7/2026).

Pernyataan ini sesuai dengan keterangan teman sekelas pelaku, yang menyebut bahwa sebelum melakukan aksi, R selaku memposting bahan untuk merakit bom di media sosial.

Sinyal lain yang kerap lolos dari pengamatan adalah penarikan diri yang makin dalam, fiksasi atau ketertarikan baru pada tema-tema kekerasan, hingga munculnya "ketenangan" mendadak yang sebenarnya merupakan fase kepasrahan.

Wawan mengkritik sistem pengawasan sekolah yang dinilai salah fokus dalam membaca dinamika psikologis murid.

"Akar masalahnya, sekolah kita cenderung terlatih mendeteksi pelanggaran yang berisik, bukan penderitaan yang senyap. Jika ada klaim 'tidak ada laporan perundungan', itu hampir selalu berarti tidak ada saluran pelaporan yang dipercaya oleh siswa, bukan berarti perundungan itu tidak ada," tegasnya.

Bahaya Group Polarization dan Peran Media

Selain faktor internal sekolah, Wawan juga menyoroti bahaya ruang digital dan pola pemberitaan media.

Di dunia maya, keberadaan grup daring yang homogen dapat memicu group polarization (polarisasi kelompok), di mana sikap anggotanya bergeser menjadi makin ekstrem.

Anonimitas di internet menurunkan rem sosial dan menormalkan hal-hal yang di dunia nyata dianggap tabu.

"Yang paling merusak empati adalah dehumanisasi. Calon korban hanya hadir sebagai abstraksi—'mereka, para perundung'—bukan sebagai manusia konkret. Ironisnya, bagi remaja yang terisolasi, komunitas daring yang memvalidasi rencana kekerasannya justru menjadi komunitas pertama yang mau menerimanya," jelas Wawan.

Di sisi lain, Wawan mengingatkan media massa agar berhati-hati dalam membingkai kasus ini.

Pemberitaan kasus serupa di masa lalu yang terlalu detail dan luas rentan berfungsi sebagai cetak biru (model) bagi remaja lain yang sedang mencari pelampiasan atas kemarahannya.

"Liputan yang terlalu mendetail menyediakan naskah siap pakai. Remaja yang terluka tidak perlu mengarang solusinya sendiri, mereka tinggal meniru narasi yang beresonansi dengan luka mereka. Cara media membingkai kasus ini sekarang akan menentukan ada-tidaknya peniru (copycat) berikutnya," tutup Wawan.

URL artikel:http://papertraillab.com/html/734d899257.html
Hak Cipta

Artikel ini mewakili pandangan penulis, bukan posisi situs.
Diterbitkan dengan izin penulis; dilarang menyalin tanpa izin.

Artikel Terkait

  • Protes Polusi Udara, Spanduk "Selamat Datang di Kawasan Tidak Layak Huni" Terbentang di Padalarang-Cipatat

  • Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Malvinas di Piala Dunia

  • Modus Kurir Ojol Selesaikan Pesanan tapi Laptop Tak Sampai ke Warga Jakpus

  • Eri Cahyadi Sidak Kuliner Malam di Jalan Kedungdoro, Minta Tempat Parkir Dipindah

  • Prabowo Sebut Menterinya Banyak yang Masuk RS karena Kerja Keras

  • Pertamina: Stok Pertalite Nasional 15 Hari, Masyarakat Jangan Khawatir

  • Maling Motor Panjat Rumah di Depok Sudah Puluhan Kali Beraksi

  • Kapolda Jabar Luncurkan Gerakan 'Jaga Rawat Jawa Barat', Perkuat Ekosistem Keamanan

Artikel Populer

  • 1Duit Korupsi Modal Batu Bara Rp 38,9 M Dipakai untuk Urusan Pribadi Tersangka
  • 2BMKG Ungkap Penyebab Bogor Hujan Usai Berhari-hari Kekeringan
  • 3Wangsit Jenderal Soedirman Menguatkan KDKMP
  • 4KPK Cecar Anggota BPK soal 'Pengaturan' Temuan Audit di Kasus Bupati Edison
  • 5Kepergok Main Game Saat Rapat, Camat Madiun Ngaku Buat Hilangkan Penat
  • 6Jadi Tersangka UU ITE, Admin TheKerupuk Tak Ditahan Setelah Dijamin Keluarga
  • 7MPR Gelar Agenda Sarasehan Nasional di Riau, Bahas Obligasi Daerah
  • 8Jadi Tersangka dan Ditahan 2 Hari, Admin "TheKerupuk" Akhirnya Dibebaskan
  • 9Menkum Buka Suara soal Tarif Baru Naturalisasi dan Lepas Status WNI
  • 10LNG Abadi Masela Serap 12.000 Tenaga Kerja, Pemerintah Prioritaskan Warga Lokal
  • 11Temuan Polisi soal Bos Perusahaan Tewas di Hotel St Regis Jakarta Selatan
  • 12Ritel Mau Berburu Cuan? Ini Pilihan 8 Saham Prospektif, Ada yang Potensi Naik 44,7 Persen

Tag Populer

  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Berita

Populer Situs

Pasar Kendaraan Listrik Diklaim Tumbuh, BYD Tambah Jaringan Diler di Jawa Barat

Viral Ekskavator Tercebur di Kali Cakung Lama, Dinas SDA Evakuasi Malam Ini

Wamensos Bawa Pesan Prabowo ke Ratusan Siswa Baru Sekolah Rakyat di Semarang

58 Gerai Kopdes di Atas Lahan Sawah Dilindungi, Bupati Banyumas Bingung Mengatasi

Trump Bilang Spanyol Pantas Menangi Piala Dunia

CONMEBOL Dorong Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Apa Gagasannya?

Bahlil Guyon ke Nusron Pakai Kacamata Hitam karena Inggris Kalah dari Argentina

Ada Dugaan Motif Pembunuhan Dalam Temuan Kerangka Manusia di Sukabumi, Polisi Bekuk Terduga Pelaku

Artikel Populer

  • 1BP MPR Gelar FGD di Padang, Bahas Amandemen UUD 45 hingga Keadilan Ekonomi
  • 2Pria di Jakut Tergeletak Bersimbah Darah Usai Dibacok Begal Pakai Gancu
  • 3ART di Tulungagung Curi Emas Majikan Senilai Rp 20 Juta, Tak Ditahan karena Menyusui
  • 4Astamaops Kapolri Minta Layanan 110 Diperkuat: Respons Cepat Bantu Masyarakat
  • 5PAM JAYA Jamin Layanan Air Tetap Lancar Selama Perbaikan IPA Hutan Kota
  • 6CONMEBOL Dorong Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Apa Gagasannya?
  • 7Banjir Bandang Terjadi di Sungai Batang Agam, 90 KK Terdampak
  • 8Pengendara yang Nekat Lewat Trotoar Daan Mogot Jakbar Bakal Ditilang ETLE
  • 9Tangis Haru Warnai Penutupan MPLS di Banyumas, Siswa Sungkem dan Basuh Kaki Orangtua
  • 10Polres Kuansing Ungkap Kasus Pengolahan Emas Ilegal, 1 Tersangka Dijerat

Tautan

    ©2026  Powered By Paper Trail Lab -  Peta Situs

    Sebagian konten berasal dari internet. Jika melanggar hak Anda, hubungi kami; kami hapus dalam 36 jam.

    • Olahraga
    • Otomotif
    • Wisata
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Berita
    • Hiburan
    ×